Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis problematika penerjemahan bahasa Arab ke bahasa Indonesia melalui pendekatan linguistik, semantik, dan pragmatik. Penerjemahan tidak hanya dipahami sebagai proses alih bahasa, melainkan sebagai proses interpretatif yang melibatkan transformasi makna, struktur, dan konteks. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kepustakaan (library research), dengan data berupa teks-teks bahasa Arab yang mengandung problem penerjemahan serta literatur terkait studi penerjemahan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui metode dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan pendekatan deskriptif-analitis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa problem utama dalam penerjemahan Arab–Indonesia meliputi ketidaksepadanan (non-equivalence), pergeseran struktur (translation shift), ambiguitas makna, serta perbedaan aspek pragmatik dan budaya. Pada tataran linguistik, perbedaan sistem gramatikal menyebabkan terjadinya pergeseran struktur yang tidak terhindarkan. Pada tataran semantik, banyak istilah Arab yang bersifat konseptual dan tidak memiliki padanan langsung dalam bahasa Indonesia. Sementara itu, pada tataran pragmatik, unsur balāghah seperti majāz, ḥażf, dan taqdīm wa ta’khīr menimbulkan tantangan dalam mempertahankan makna implisit. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penerjemahan bahasa Arab ke bahasa Indonesia tidak dapat dilakukan secara mekanis, melainkan memerlukan pendekatan integratif yang menggabungkan analisis linguistik, semantik, dan pragmatik. Implikasi penelitian ini adalah perlunya pengembangan strategi penerjemahan yang kontekstual dan adaptif guna menghasilkan terjemahan yang akurat, komunikatif, dan representatif. Kata kunci: penerjemahan, bahasa Arab, bahasa Indonesia, non-equivalence, translation shift, pragmatik