Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

KESADARAN MAHASISWA TEKNIK SIPIL TERHADAP IMPLEMENTASI INFRASTRUKTUR RAMAH LINGKUNGAN DI KAMPUS POLITEKNIK NEGERI SEMARANG: KESADARAN MAHASISWA TEKNIK SIPIL TERHADAP IMPLEMENTASI INFRASTRUKTUR RAMAH LINGKUNGAN DI KAMPUS POLITEKNIK NEGERI SEMARANG Novia Al Adawiyah; Tanty Fatikasari
Bangun Rekaprima Vol. 11 No. 2 (2025): Oktober 2025
Publisher : Politeknik Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32497/bangunrekaprima.v11i2.7480

Abstract

Konsep green campus menjadi strategi penting bagi perguruan tinggi dalam merespons tantangan keberlanjutan lingkungan. Salah satu komponen utamanya adalah implementasi infrastruktur ramah lingkungan yang berperan dalam mendukung kinerja ekologis sekaligus meningkatkan kenyamanan lingkungan kampus. Mahasiswa Teknik Sipil sebagai calon perencana dan pelaksana infrastruktur diharapkan memiliki tingkat kesadaran yang memadai terhadap prinsip-prinsip keberlanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kesadaran mahasiswa Teknik Sipil terhadap implementasi infrastruktur ramah lingkungan di sebuah perguruan tinggi vokasi di Indonesia. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif deskriptif dengan instrumen kuesioner yang terdiri dari 28 indikator valid menggunakan skala Likert lima poin. Data diperoleh dari 155 responden dan dianalisis menggunakan statistik deskriptif serta Exploratory Factor Analysis (EFA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesadaran mahasiswa terstruktur ke dalam enam faktor utama, dengan tingkat kesadaran tertinggi pada aspek kualitas lingkungan dalam ruang dan terendah pada aspek mobilitas serta partisipasi mahasiswa. Temuan ini memberikan data dasar empiris bagi perencanaan green campus serta menegaskan pentingnya integrasi kesadaran keberlanjutan dalam pendidikan Teknik Sipil vokasi.
ANALISIS FAKTOR KENYAMANAN AKUSTIK DAN TATA UDARA TERHADAP EVALUASI KUALITAS RUANG KELAS HIJAU Tanty Fatikasari; Novia Al Adawiyah
Wahana Teknik Sipil: Jurnal Pengembangan Teknik Sipil Vol. 31 No. 1 (2026): Wahana Teknik Sipil
Publisher : Politeknik Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32497/wahanats.v31i1.7704

Abstract

The implementation of green campus principles in educational buildings requires natural ventilation and acoustic comfort, a challenge commonly referred to as the Window Dilemma. This study evaluates the physical quality of green classrooms by examining the relationship between ventilation and acoustic comfort within anintegrated analytical framework. A descriptive quantitative approach was employed using primary data collected from 155 Civil Engineering students at Semarang State Polytechnic. Exploratory Factor Analysis (EFA) with Varimax rotation identified two relevant factors, namely Factor I (Indoor Environmental Quality Awareness)and Factor IV (Outdoor Comfort and Pedestrian Environment Awareness), explaining 37.392% and 4.684% of the total variance, respectively. The results reveal a discrepancy between students’ high awareness of green building concepts (76.05%) and their actual perceived classroom comfort. Natural ventilation performance was considered less than optimal by a substantial proportion of respondents (40.1% neutral responses), while external noise was reported to interfere with learning activities by 19.8% of students. These findings confirm that ventilation efficiency and acoustic isolation are mutually dependent via the physical building envelope. The study highlights the critical trade-off between natural airflow and sound attenuation, emphasizing the necessity of an "envelope-first" design approach—incorporating passive shading and vegetation buffers—to achievethermally and acoustically comfortable sustainable learning environments.