Rubini
STAI Terpadu Yogyakarta

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

IMPLEMENTASI MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM TERPADU DAN DAMPAKNYA TERHADAP PRESTASI AKADEMIK, KEJURUAN, DAN KARAKTER SISWA Syafiq Sahasika Soesetyo; Rubini
Evaluasi : Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol. 10 No. 1 (2026): Evaluasi-Edisi Maret
Publisher : STAI Ma'had Aly Al-Hikam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32478/2wwe4115

Abstract

Pendidikan Islam terpadu merupakan respons terhadap kebutuhan integrasi antara penguatan karakter keislaman dan kompetensi vokasional di lembaga pendidikan menengah kejuruan. Dalam konteks manajemen pendidikan Islam, integrasi tersebut menuntut sistem pengelolaan yang mampu menyelaraskan visi keislaman dengan standar mutu pendidikan nasional dan tuntutan dunia industri. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi manajemen pendidikan Islam terpadu, mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambatnya, serta mengkaji dampaknya terhadap prestasi akademik, kejuruan, dan karakter siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan kepala sekolah dan wakil manajemen, observasi terhadap proses pembelajaran dan budaya sekolah, serta analisis dokumentasi terkait kurikulum, program kerja, dan evaluasi pendidikan. Data dianalisis melalui tahapan reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan dengan teknik triangulasi untuk menjamin keabsahan temuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen pendidikan Islam terpadu dilaksanakan secara sistematis melalui perencanaan berbasis visi nilai, integrasi kurikulum kejuruan dan keislaman, supervisi berkelanjutan, serta evaluasi berkala. Faktor pendukung utama meliputi keselarasan visi lembaga, kompetensi guru, budaya religius sekolah, dan dukungan orang tua, sedangkan hambatan utama berupa keterbatasan waktu dan heterogenitas latar belakang siswa. Implementasi manajemen tersebut berdampak positif terhadap peningkatan prestasi akademik dan kejuruan, penguatan prestasi non-akademik, serta pembentukan karakter dan kedisiplinan siswa. Temuan ini menegaskan bahwa pengelolaan pendidikan Islam terpadu secara konsisten mampu menghasilkan lulusan yang kompeten, berintegritas, dan berdaya saing.
Pembelajaran Tahsin Al-Quran Di Sekolah Menengah Atas Islam Terpadu Abu Bakar Yogyakarta Rubini; Khotul Asyfiya; Hani Zahrani
Salam Institute Islamic Studies Vol. 2 No. 1 (2025): Salam Institue Islamic Studies (SIIS)
Publisher : Elsalima (Salam Institute)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67716/q1ykb808

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses pembelajaran tahsin al-quran, hasil serta faktor pendukung dan penghambatnya pembelajaran tahsin al-quran di sekolah menengah atas Islam terpadu abu bakar Yogyakarta pada tahun ajaran 2021/2022. Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara dan dokumentasi sedangkan subjek penelitian ini adalah guru tahsin al-quran dan siswa. Analisis data yang digunakan yaitu model Miles dan Huberman dimulai dengan pengumpulan data, redukasi data, dan penyajian data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Pembelajaran tahsin al-quran di Sekolah Menengah Atas Islam Terpadu Abu Bakar Yogyakarta terdiri dari 3 tahap pembelajaran, yaitu: persiapan, pelaksanan, dan evaluasi. Pada tahap pelaksanaan terdapat 3 tahapan yaitu pembuka, inti dan penutup. (2) Hasil pembelajaran tahsin al-quran berdasarkan data hasil penilaian semester akhir kelas XI IPS 2 diperoleh nilai rata-rata kelas yaitu 83,46 maka disimpulkan bahwa hasil pembelajaran tahsin al-quran siswi kelas XI IPS 2 sudah cukup baik karena melampaui KKM internal mata pelajaran tahsin al-quran yaitu 80. (3) Faktor pendukung dalam pembelajaran yaitu sarana prasarana yang memadai, tenaga pendidik yang berkompeten dibidangnya, antusiasme, kesadaran dan kesungguhan peserta didik. Faktor penghambatnya yaitu kemampuan belajar peserta didik berbeda-beda, kurangnya motivasi, kesadaran dan rasa malas peserta didik untuk latihan tahsin al-quran dan tidak tersedianya buku panduan tahsin untuk pegangan siswa..