Penelitian ini mengevaluasi pengaruh kuning telur dari berbagai jenis unggas (ayam ras, ayam kampung, itik, puyuh) dalam larutan fisiologis NaCl (NaClF) sebagai pengencer untuk mempertahankan kualitas semen babi Landrace. Sampel semen yang digunakan berasal dari satu ekor pejantan Landrace berumur dua tahun, kualitas awal minimal motilitas ≥70% dan abnormalitas ≤20%. Rancangan percobaan gunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan lima perlakuan dan lima ulangan terdiri atas: P0 (larutan NaCl fisiologis tanpa tambahan), P1 (kombinasi 80% NaClF dan 20% kuning telur ayam ras), P2 (80% NaClF dengan 20% kuning telur ayam kampung), P3 (80% NaClF ditambah 20% kuning telur itik), serta P4 (80% NaClF dan 20% kuning telur puyuh). Parameter motilitas, viabilitas, abnormalitas, dan ketahanan hidup spermatozoa dianalisis setelah 24 jam penyimpanan. Hasil menunjukkan bahwa penambahan kuning telur ayam ras, ayam kampung, dan itik secara signifikan meningkatkan motilitas dan viabilitas spermatozoa (P<0,05) dibandingkan kontrol, dengan kuning telur ayam kampung menghasilkan motilitas tertinggi (55,00±3,54%). Sementara itu, kuning telur puyuh tidak menunjukkan peningkatan yang signifikan. Semua perlakuan menghasilkan abnormalitas di bawah ambang batas yang dapat diterima (<10%), tanpa perbedaan signifikan antarperlakuan. Ketahanan hidup spermatozoa juga meningkat dengan penambahan kuning telur, tertinggi pada perlakuan ayam kampung (31,04 jam). Kesimpulannya, kuning telur ayam kampung, ayam ras, dan itik efektif sebagai bahan pengencer semen babi untuk meningkatkan kualitas dan ketahanan spermatozoa, menawarkan alternatif yang ekonomis dan mudah didapatkan dalam teknologi reproduksi babi.