Yulianty Yulianty
Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Lampung, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Keanekaragaman Jamur Patogen pada Buah Kapulaga (Amomum compactum Sol. ex Maton) di Pasar Tradisional Kecamatan Kedaton, Bandar Lampung Reni Rahayu; Yulianty Yulianty; Enur Azizah; Bambang Irawan
Jurnal Penelitian Inovatif Vol 6 No 1 (2026): JUPIN Februari 2026
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jupin.2162

Abstract

Buah kapulaga (Amomum compactum Sol ex. Maton) merupakan rempah unggulan yang bernilai tinggi. Buah kapulaga memiliki manfaat yang beragam. Oleh sebab itu, tingkat permintaan terhadap komoditas ini terbilang tinggi. Namun, produksi buah kapulaga sering kali terganggu akibat adanya serangan jamur patogen mulai dari tahap prapanen hingga pascapanen, yang dapat menurunkan kualitas buah kapulaga, sehingga berpotensi menyebabkan kerugian serta menimbulkan resiko kesehatan akibat mikotoksin dari jamur patogen. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi keanekaragaman dan marga dominan dari jamur patogen pada buah kapulaga yang dijual di pasar-pasar tradisional. Sampel dikumpulkan dari tujuh pasar tradisonal di Kecamatan Kedaton, Bandar Lampung, menggunakan metode Purposive Sampling. Sampel diisolasi pada media PDA. Pengamatan mikroskopis dilakukan dengan menggunakan metode kultur slide. Hasil karakterisasi kemudian dicocokkan dengan buku identifikasi. Data penelitian dianalisis secara deskriptif untuk mengetahui kenekaragaman dan marga dominan dari jamur patogen yang menyerang buah kapulaga. Hasil yang didapatkan menunjukkan bahwa keanekaragaman jamur patogen pada buah kapulaga dari pasar tradisional kecamatan Kedaton adalah Aspergillus, Rhizopus, dan Penicillium, dengan Aspergillus sebagai marga dominan. Kemunculan dan dominansi Aspergillus dikarenakan tingginya tingkat toleransi terhadap perubahan lingkungan di sekitarnya. Hal tersebut mencerminkan kurangnya pengendalian mutu pascapanen pada buah kapulaga di pasar tradisional. Dengan demikian, identifikasi jamur patogen pada buah kapulaga berbasis hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai acuan dalam membantu meningkatkan kualitas buah kapulaga pascapanen serta keamanan pangan bagi konsumen.
Efektifitas Daun Cincau Hijau (Premna oblongifolia Merr.) sebagai Pelapis Buah untuk Mempertahankan Mutu dan Ketahanan Buah Cabai Merah (Capsicum annuum L.) terhadap Jamur Colletotrichum sp. Adelazero Adelzora; Sri Wahyuningsih; Yulianty Yulianty; Rochmah Agustrina
Jurnal Penelitian Inovatif Vol 5 No 3 (2025): JUPIN Agustus 2025
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jupin.1641

Abstract

Cabai merah (Capsicum annuum L.) merupakan tanaman holtikultura yang banyak diminati masyarakat karena sering dijadikan bahan masakan, Tetapi produksi cabai merah masih tergolong rendah karena daya simpan yang sangat singkat dan mudah terserang penyakit yang disebabkan oleh jamur Colletotrichum sp. Aplikasi edible coating diketahui dapat memperpanjang daya simpan buah cabai dan aman untuk dikonsumsi. Bahan dasar yang digunakan dalam pembuatan edible coating adalah daun cincau hijau (Premna oblongifolia Merr.). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dan konsentrasi paling efektif ekstrak daun cincau hijau (Premna oblongifolia Merr.) sebagai edible coating dalam meningkatkan mutu buah cabai merah (Capsicum annuum L.) terhadap penyakit antraknosa (Colletotrichum sp.). Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 6 perlakuan yaitu C0 (0%), C1 (1%), C2 (2%), C3 (3%), C4 (4%), dan C5 (5%) dengan 4 kali pengulangan. Parameter yang diamati pada penelitian ini yaitu susut bobot buah, kerutan, masa inkubasi, kejadian penyakit, keparahan penyakit, penyakit jumlah konidia. Data yang diamati dianalisis dengan menggunakan ANOVA dan dilakukan uji lanjut beda nyata jujur (BNJ) dengan taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian edible coating daun cincau hijau mampu memberikan pengaruh dalam mempertahankan kerutan buah cabai merah dengan konsentrasi yang paling efektif yaitu 4%, tetapi tidak memberikan pengaruh terhadap susut bobot buah, masa inkubasi, kejadian penyakit, keparahan penyakit, dan jumlah konidia. Selain itu belum terdapat konsentrasi edible coating daun cincau hijau yang efektif dalam menghambat infeksi Colletotrichum sp.