Buah kapulaga (Amomum compactum Sol ex. Maton) merupakan rempah unggulan yang bernilai tinggi. Buah kapulaga memiliki manfaat yang beragam. Oleh sebab itu, tingkat permintaan terhadap komoditas ini terbilang tinggi. Namun, produksi buah kapulaga sering kali terganggu akibat adanya serangan jamur patogen mulai dari tahap prapanen hingga pascapanen, yang dapat menurunkan kualitas buah kapulaga, sehingga berpotensi menyebabkan kerugian serta menimbulkan resiko kesehatan akibat mikotoksin dari jamur patogen. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi keanekaragaman dan marga dominan dari jamur patogen pada buah kapulaga yang dijual di pasar-pasar tradisional. Sampel dikumpulkan dari tujuh pasar tradisonal di Kecamatan Kedaton, Bandar Lampung, menggunakan metode Purposive Sampling. Sampel diisolasi pada media PDA. Pengamatan mikroskopis dilakukan dengan menggunakan metode kultur slide. Hasil karakterisasi kemudian dicocokkan dengan buku identifikasi. Data penelitian dianalisis secara deskriptif untuk mengetahui kenekaragaman dan marga dominan dari jamur patogen yang menyerang buah kapulaga. Hasil yang didapatkan menunjukkan bahwa keanekaragaman jamur patogen pada buah kapulaga dari pasar tradisional kecamatan Kedaton adalah Aspergillus, Rhizopus, dan Penicillium, dengan Aspergillus sebagai marga dominan. Kemunculan dan dominansi Aspergillus dikarenakan tingginya tingkat toleransi terhadap perubahan lingkungan di sekitarnya. Hal tersebut mencerminkan kurangnya pengendalian mutu pascapanen pada buah kapulaga di pasar tradisional. Dengan demikian, identifikasi jamur patogen pada buah kapulaga berbasis hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai acuan dalam membantu meningkatkan kualitas buah kapulaga pascapanen serta keamanan pangan bagi konsumen.
Copyrights © 2026