Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Peran Literasi Media Dalam Membentuk Etika Dan Komunikasi Digital Generasi Muda Ratna Sari; Choirunnisa Choirunnisa; M. Febiandri Satya Ananda; Ramadhani Utami Dewi
Arus Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 5 No 3: Desember (2025)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajsh.v5i3.2236

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran literasi media dalam pembentukan etika komunikasi digital generasi muda, mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat baik internal maupun eksternal dalam praktik komunikasi digital yang etis, serta merumuskan rekomendasi strategis pengembangan program literasi media di lembaga pendidikan dan komunitas digital. Penelitian ini menggunakan pendekatan campuran (mixed methods) yang mengkombinasikan metode kuantitatif dan kualitatif. Tahap kuantitatif dilakukan melalui survei terhadap 250 responden berusia 15–22 tahun untuk mengukur tingkat literasi media dan perilaku komunikasi digital, dengan analisis regresi sederhana guna mengetahui pengaruh literasi media terhadap etika komunikasi digital. Selanjutnya, tahap kualitatif dilakukan melalui wawancara mendalam dan focus group discussion (FGD) bersama guru, mahasiswa, serta praktisi literasi digital untuk menggali perspektif kontekstual dan pengalaman empiris, yang dianalisis menggunakan metode tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Berbagai temuan empiris menunjukkan bahwa kelompok usia muda mendominasi pelaku maupun korban pelanggaran etika komunikasi digital, yang mengindikasikan lemahnya literasi media sebagai kemampuan kritis dalam mengakses, memahami, mengevaluasi, dan memproduksi pesan digital secara bertanggung jawab. Kondisi ini menegaskan urgensi penguatan literasi media sebagai instrumen strategis dalam membentuk etika komunikasi digital generasi muda.
Gerakan Perilaku Sadar Lingkungan melalui Pengelolaan Sampah Domestik dalam Mendukung Green Village Berkelanjutan Hendy Setiawan; Sufrotun Khasanah; Choirunnisa Choirunnisa
Mestaka: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 3 (2026): JUNI 2026
Publisher : Pakis Journal Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58184/mestaka.v5i3.981

Abstract

The waste issue in Batang Regency is still a serious problem that has not been resolved to this day. The problem is that the availability of final waste disposal sites is not comparable to the waste production produced. Therefore, this situation creates an imbalance where the increasing waste production is not accompanied by an adequate expansion of waste disposal areas. Most of the waste in Batang Regency comes from household waste. Therefore, in response to this reality, the most possible thing to do is to carry out household-based awareness control. The community service method used in this paper uses a household waste management education model through the village government. Meanwhile, the village targeted for this community service is Karanganom Village, where coincidentally at the time the community service was being held, a Real Work Lecture was being held. This community service involved components of the community service team starting from a team of lecturers who collaborated with students participating in the Real Work Lecture. The results of the community service show that the Karanganom Village Government agrees that the community must have knowledge of household waste management. Their existence is the first step to controlling waste. Public enthusiasm increased when several places were provided with garbage disposal bin facilities so that they were able to select and sort the garbage that had to be managed and that which had to be thrown in the trash.