Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGARUH BANGSA SAPI LOKAL YANG DIBERI PAKAN JERAMI PADI DAN KONSENTRAT TERHADAP LAMA WAKTU DAN FREKUENSI RUMINASI Ramadhani Triyanto; Muhamad Bata; Sri Rahayu
ANGON: Journal of Animal Science and Technology Vol 7 No 1 (2025): ANGON: Journal of Animal Science and Technology
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh bangsa sapi lokal terhadap lama waktu dan frekuensi ruminasi pada sapi yang diberi pakan jerami padi dan konsentrat. Penelitian ini dilaksanakan selama 17 hari di Amanah Bata Farm, Desa Datar, Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Ada empat bangsa sapi yaitu sapi Madura (MM), Bali Flores (BF), Madura Flores (MF), dan Peranakan Ongole (PO) dengan rataan bobot badan ±300kg, digunakan sebagai peubah dan setiap perlakuan diulang empat kali. Pakan yang diberikan terdiri atas jerami padi secara ad libitum terukur dan konsentrat yaitu sekitar 2,5% dari bobot badan sapi. Penelitian menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap dengan pola searah. Variabel yang diukur adalah lama  waktu ruminasi dan frekuensi ruminasi. Analisis variansi menunjukkan bahwa bangsa sapi lokal berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap lama waktu ruminasi, tetapi tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap frekuensi ruminasi. Lama ruminasi satu hari pada sapi PO lebih tinggi (P<0,005) dibandingkan dengan MM,  akan tetapi sama dengan MF dan BF. Lama ruminasi siang hari pada sapi MM lebih rendah  (P<0,01) dibandingkan dengan BF, akan tetapi sama dengan MF dan PO. Lama ruminasi malam hari pada sapi PO sama dengan BF, akan tetapi lebih tinggi (P<0,001) dibandingkan dengan MF dan MM. Kesimpulannya adalah terdapat persamaan dan perbedaan lama waktu ruminasi, akan tetapi tidak ada perbedaan frekuensi ruminasi pada bangsa sapi lokal berbeda
PENGARUH PENAMBAHAN TEPUNG DAUN WARU DAN BAMBU TERHADAPKECERNAAN PROTEIN KASAR DAN SERAT KASAR PAKAN DOMBA Dimas Gema Ramadhan; Muhamad Bata; Sri Rahayu
ANGON: Journal of Animal Science and Technology Vol 7 No 3 (2025): ANGON: Journal of Animal Science and Technology
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh dosis penambahan tepung daun Waru dan daun Bambu. Penelitian dilaksanakan di UD. Amanah, Desa Datar Kec. Sumbang, Kab. Banyumas. Analisis kimia dilaksanakan di Laboratorium Nutrisi dan Makanan Ternak Universitas Jenderal Soedirman, pengujian analisis kadar protein kasar pakan konsentrat pemberian di Laboratorium Loka Pengujian Standar Instrumen Ruminansia Besar. Penelitian menggunakan 24 ekor domba ekor tipis (koefisien keragaman 10%) berumur 12-18 bulan. Rancangan Acak Lengkap digunakan dengan enam perlakuan: P0 (jerami padi amoniasi + konsentrat); P1 (P0 + TDW 2,4 gr/kg konsentrat); P2 (P0 + TDW 1,8 g/kg konsentrat + TDB 0,325 g/kg konsentrat); P3 (P0 + TDW 1,2 g/kg konsentrat + TDB 0,65 g/kg konsentrat); P4 (P0 + 0,6 g TDW/ kg konsentrat + 0,975 g TDB/kg konsentrat); P5 (P0 + TDB 1,3 g/kg konsentrat)) dan enam ulangan. Parameter yang diukur kecernaan protein kasar dan serat kasar. Hasil analisis menunjukkan bahwa kecernaan protein kasar berkisar antara 61,69-65,94% dan hasil dari rataan kecernaan serat kasar berkisar antara 37,77-41,55%. Analisis variansi menunjukkan bahwa penambahan tepung daun Waru dan daun Bambu berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap kecernaan protein kasar akan tetapi berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap kecernaan serat kasar domba. Hasil uji lanjut menunjukan penambahan 1,2 g TDW + 0,65 TDB manunjukan hasil terbaik untuk menaikan kecernaan protein kasar. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Kombinasi tepung daun Waru dan daun Bambu 1,2 gr/kg BK konsentrat dan 0,65 gr/kg BK konsentrat terbaik dalam meningkatkan kecernaan protein kasar, dan cenderung meningkatkan (P=0,616) kecernaan serat kasar pakan domba lokal.