Della Danita Rahmi
Universitas Bina Bangsa

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PERAN TEMAN SEBAYA DALAM MENGATASI KRISIS PERCAYA DIRI PADA SISWA SMPIT BINA BANGSA Alya Sabrina Mutias; Amroh Amroh; Nabil Alif Hisyam; Della Danita Rahmi; Lulu Andriani Sulasti; Vidya Ayuningtiyas
Jurnal Ilmiah Pendidikan dan Keislaman Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Ilmiah Pendidikan dan Keislaman
Publisher : STAI Darul Qalam Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55883/jipkis.v6i1.242

Abstract

This study aims to analyze the role of peers in overcoming self-confidence crises among 7th and 8th grade junior high school (SMP) students. Self-confidence crises are a common problem during early adolescence and can lead to low levels of academic engagement and social interaction among students. This study employs a qualitative, descriptive approach. Data collection techniques included open-ended questionnaires, observation, and in-depth interviews. The results indicate that students tend to experience a self-confidence crisis characterized by fear of making mistakes, shyness, and a reluctance to speak up in class. However, the presence of peers has a positive influence, as students become more confident, active, and self-assured when supported by their peers. Peers serve as sources of emotional support, motivation, and social models that help students boost their self-confidence. The conclusion of this study indicates that self-confidence crises among students are situational in nature and can be overcome through a positive peer environment.
Culture Shock, Adaptasi, dan Kondisi Perantau Sebagai Kelompok Minoritas Della Danita Rahmi; Ahmad Jajang Jajuli; Eti Fatmawati; Faisal Yuda Pratama
SELLAN : Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 2 No 2 (2025): Sellan
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Tompotika Luwuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53090/sellan.v2i2.1022

Abstract

Budaya adalah bagian penting dalam kehidupan manusia yang membentuk cara pandang, kebiasaan, dan interaksi sosial seseorang. Namun, ketika seseorang berpindah ke wilayah dengan budaya yang berbeda, proses penyesuaian diri tidak selalu berjalan mudah. Artikel ini membahas fenomena culture shock dan adaptasi yang dialami oleh perantau asal Makassar yang tinggal di Pulau Jawa. Di tengah perbedaan bahasa, norma, dan kebiasaan sosial, perantau dihadapkan pada tantangan mental dan emosional yang nyata. Melalui studi kualitatif dan wawancara mendalam, artikel ini menggambarkan pengalaman pribadi perantau dalam menghadapi tekanan sosial dan upaya adaptasi yang dilakukan untuk bertahan di lingkungan baru. Dalam prosesnya, perantau berusaha menurunkan nada bicaranya, memahami budaya sopan santun setempat, serta tetap memegang teguh nilai-nilai seperti siri na pacce sebagai pegangan hidup. Perubahan perilaku, kemampuan bersosialisasi, hingga keterampilan kerja menjadi indikator keberhasilan adaptasi tersebut.Tidak hanya itu, artikel ini menyoroti pentingnya dukungan sosial dari keluarga, teman, dan masyarakat sekitar sebagai fondasi utama dalam menghadapi gegar budaya. Perasaan tidak sendiri dan adanya ‘someone to talk’ berperan besar dalam menjaga kesehatan mental dan motivasi perantau. Melalui cerita yang diangkat, artikel ini ingin memberi wawasan bahwa di balik kerasnya perjuangan merantau, ada proses pembentukan diri dan kekuatan adaptif yang luar biasa. Kata Kunci: culture shock, adaptasi, perantau, minoritas, dukungan sosial