Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Bentuk Penyajian Beksan Lawung Ringgit Keraton Yogyakarta pada Acara Pembukaan Simposium Internasional Busana dan Peradaban Keraton Yogyakarta Tahun 2020 Hendy Hardiawan; Agustinus Welly Hendratmoko
Journal of Mandalika Social Science Vol 3 No 2 (2025): Journal of Mandalika Social Science
Publisher : Mandalika Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59613/jomss.v3i2.491

Abstract

Beksan Lawung Ringgit is one of the dances of the Yogyakarta Palace, created by Sri Sultan Hamengku Buwono I and subsequently reconstructed during the reign of Sri Sultan Hamengku Buwono X. The reconstruction of this dance was based on an ancient manuscript containing limited information; therefore, textual and contextual interpretation was required by adopting an existing choreographic structure and compositional framework. Beksan Lawung Ringgit, which was performed at the opening ceremony of the International Symposium on the Attire and Civilization of the Yogyakarta Palace in 2020, was the second occasion on which the dance was presented for public viewing. Overall, Beksan Lawung Ringgit is performed by six male dancers, each portraying a different character. The presence of characterization in this dance represents a unique and uncommon feature, particularly within the compositional conventions of the Lawung dance tradition. This study employs a textual approach to analyze the form of presentation and the various compositional aspects of Beksan Lawung Ringgit.
Penguatan Kapasitas Kreatif Komunitas Seni Melalui Workshop Penciptaan Tari Kreasi Baru Berbasis Tari Kerakyatan di Yogyakarta Wisnu Dermawan; Yosef Adityanto Aji; Agustinus Welly Hendratmoko
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026): Volume 6 Nomor 1 Tahun 2026
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56393/jpkm.v6i1.3855

Abstract

Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini dilaksanakan dalam bentuk workshop penciptaan tari kreasi baru berbasis tari kerakyatan yang bertujuan untuk memperkuat kapasitas kreatif komunitas seni dalam mengembangkan karya tari yang berakar dari nilai-nilai estetik tradisi lokal. Kegiatan ini melibatkan 80 peserta yang terdiri atas pelajar, mahasiswa, anggota komunitas seni, dan masyarakat umum yang memiliki minat terhadap seni tari. Workshop dilaksanakan di Pendopo Agung Royal Ambarrukmo, Yogyakarta, pada tanggal 4-5 November 2025. Metode pelaksanaan meliputi pemaparan materi, diskusi, dan pelatihan terbimbing dengan pendampingan narasumber yang berpengalaman di bidang tari tradisi dan koreografi. Materi workshop difokuskan pada pengenalan tari kerakyatan, metode penciptaan tari, serta penerapannya dalam proses eksplorasi, improvisasi, dan pembentukan tari kreasi baru. Penilaian dilakukan dengan mengamati dan mengevaluasi karya tari yang dipresentasikan peserta pada sesi akhir kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman, keterampilan, dan kreativitas peserta dalam mengolah tari kerakyatan menjadi karya tari kreasi baru. Luaran utama kegiatan ini berupa karya tari kreasi baru yang mendukung pelestarian budaya dan penguatan ekosistem seni pertunjukan di Yogyakarta.