Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Edukasi kesehatan tentang bahaya penyakit demam berdarah dengue (DBD) pada masyarakat Okva Hikma; Liyana Khairunnisa; Gita Ramadhani; Fitri Julianti; Hanisa Aprilia; Ariyansyah Ariyansyah; Nima Nurfadila; Tuwi Yuhono; Angga Crista; Aryanti Wardiyah; Linda Warzati
JOURNAL OF Tropical Medicine Issues Vol. 3 No. 1 (2025): Edition December 2025
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/tmi.v3i1.1928

Abstract

Background: Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) is an endemic disease that remains a public health burden in Indonesia, with cases increasing annually. Various factors, such as environmental conditions, hygienic living practices, and lack of public knowledge, contribute to the high incidence of DHF. Health education activities play a crucial role in increasing public understanding regarding the prevention of this disease. Purpose: To describe the implementation of health education regarding the dangers of DHF and its prevention efforts in the community. Method: The education included lectures, discussions, Q&A sessions, and the use of leaflets. Results: Most residents understood dengue fever and how to prevent it. Conclusion: The education provided to the community increased public understanding regarding minimizing the breeding of the Aedes aegypti mosquito to prevent dengue fever transmission. Keywords: Community; Dengue Fever; Education.   Pendahuluan: Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit endemis yang masih menjadi beban kesehatan masyarakat di Indonesia, dengan tren peningkatan kasus setiap tahun. Berbagai faktor seperti kondisi lingkungan, perilaku hidup bersih, serta kurangnya pengetahuan masyarakat berkontribusi terhadap tingginya angka kejadian DBD. Kegiatan edukasi kesehatan berperan penting dalam meningkatkan pemahaman masyarakat terkait pencegahan penyakit ini. Tujuan: Untuk mendeskripsikan pelaksanaan edukasi kesehatan mengenai bahaya DBD dan upaya pencegahannya pada masyarakat. Metode: Edukasi yang digunakan meliputi ceramah, diskusi, tanya jawab, serta pemanfaatan media leaflet. Hasil: Sebagian besar warga sudah paham tentang penyakit demam berdarah dan cara pencegahannya. Simpulan: Edukasi yang diberikan kepada masyarakat dapat meningkatkan pemahaman masyarakat dalam hal meminimalisir perkembangbiakan nyamuk aedes aegepty untuk mencegah penularan demam berdarah. Kata Kunci: DBD; Edukasi; Masyarakat.
Pengaruh SEPERENSI (Senam, Penkes, dan Pemeriksaan Tensi) dalam Menurunkan Tekanan Darah pada Lansia dengan Hipertensi di Desa Gunung Sari Lampung Tengah Tahun 2026 Liyana Khairunnisa
Jurnal Pengabdian Masyarakat Wadah Publikasi Cendekia Vol 3 No 2 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat WPC
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/jpmwpc.v3i2.1351

Abstract

Pendahuluan: Hipertensi merupakan penyakit kronis yang ditandai dengan peningkatan tekanan darah sistolik ≥140 mmHg dan diastolik ≥90 mmHg. Hipertensi pada lansia berisiko menimbulkan berbagai komplikasi, seperti stroke, gagal jantung, dan gagal ginjal apabila tidak dikendalikan dengan baik. Salah satu upaya nonfarmakologis yang dapat diterapkan untuk membantu mengendalikan tekanan darah pada lansia adalah program SEPERENSI (Senam, Pendidikan Kesehatan, dan Pemeriksaan Tensi). Tujuan: Diketahui efektivitas penerapan SEPERENSI (Senam, Penkes, dan Pemeriksaan Tensi) meningkatkan pengetahuan lansia tentang hipertensi serta membantu mengendalikan tekanan darah melalui penerapan program SEPERENSI di Desa Gunung Sari, Lampung Tengah Tahun 2026. Metode: Menggunakan metode studi kasus deskriptif dengan subjek sebanyak 2 pasien lansia hipertensi yaitu Ny.Y usia 62 tahun dan Ny.S usia 65 tahun. Intervensi SEPERENSI dilakukan selama 7 hari berturut-turut dengan pemberian senam hipertensi, pendidikan kesehatan, dan pemeriksaan tekanan darah secara rutin. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, dan pengukuran tekanan darah menggunakan tensimeter. Hasil: Hasil studi kasus menunjukkan adanya penurunan tekanan darah setelah intervensi SEPERENSI, yaitu pada Ny. Y dari 170/100 mmHg menjadi 145/85 mmHg dan pada Ny. S dari 165/95 mmHg menjadi 140/80 mmHg. Pengetahuan pasien juga meningkat, dimana hasil pretest Ny. Y 41,7% dan Ny. S 25% meningkat menjadi 100% pada posttest. Selain itu, pasien lebih memahami pentingnya pola hidup sehat, rutin berolahraga, kontrol tekanan darah, dan membatasi konsumsi garam sehingga keluhan pusing dan lemas berkurang. Kesimpulan: Penerapan SEPERENSI (Senam, Penkes, dan Pemeriksaan Tensi) efektif dalam membantu menurunkan tekanan darah pada lansia hipertensi serta meningkatkan pengetahuan dan perilaku hidup sehat. Intervensi ini dapat diterapkan secara rutin sebagai upaya nonfarmakologis dalam pengendalian hipertensi pada lansia.