Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Menggali Makna dalam Ritual Kematian Komunitas Adat Bonokeling di Desa Pekuncen, Jawa Tengah Haniyah Rizki Oktaviani; Mabdi Rizqi Rofi; Ahmed Benjamin Agung; Wiwik Novianti; Agus Ganjar Runtiko
Paradigma: Jurnal Filsafat, Sains, Teknologi, dan Sosial Budaya Vol. 32 No. 1 (2026): Paradigma: Jurnal Filsafat, Sains, Teknologi, dan Sosial Budaya
Publisher : Universitas Insan Budi Utomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/paradigma.v32i1.3395

Abstract

Ritual kematian merupakan bagian penting dari budaya Indonesia dan mencerminkan kepercayaan, spiritualitas, serta nilai-nilai sosial yang diwariskan secara turun-temurun. Secara umum, kematian tidak hanya dipandang sebagai akhir dari kehidupan fisik, tetapi juga sebagai transisi menuju akhirat yang membutuhkan penghormatan dan penyucian. Tradisi ini biasanya meliputi berbagai tahapan mulai dari memandikan hingga selamatan, yang sarat dengan nilai-nilai simbolis. Ritual kematian tidak hanya sebagai bentuk penghormatan kepada orang yang telah meninggal, tetapi juga berfungsi untuk mempererat hubungan sosial dan keagamaan dalam masyarakat. Termasuk dalam ritual kematian di Komunitas Adat Bonokeling. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam sebagai sumber primer. Hasil penelitian menunjukkan masyarakat adat Bonokeling memiliki tradisi kematian yang memadukan ajaran Islam dengan kearifan lokal yang sarat dengan makna simbolis sebagai wujud keharmonisan antara manusia, alam dan Sang Pencipta. Dalam masyarakat ini, seluruh proses dilakukan secara kolektif sebagai bentuk solidaritas masyarakat. Dengan menjaga tradisi menunjukkan bahwa Komunitas Adat Bonokeling menjunjung tinggi adat dan tradisi sebagai warisan budaya yang harus dilestarikan dan diwariskan kepada generasi berikutnya.