Eka Pasca Surya Bayu
UIN Mahmud Yunus Batusangkar

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Mahasiswa PGMI Berdasarkan Tingkat Kesulitan Soal Sri Wahyu Neka; Eka Pasca Surya Bayu
Pengertian: Jurnal Pendidikan Indonesia (PJPI) Vol. 4 No. 2 (2026): Pengertian: Jurnal Pendidikan Indonesia (PJPI)
Publisher : Penerbit dan Percetakan CV. Picmotiv

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61930/pjpi.v4i2.1815

Abstract

Kemampuan pemecahan masalah matematis merupakan kompetensi penting yang harus dimiliki mahasiswa PGMI sebagai calon guru sekolah dasar. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan pemecahan masalah matematis mahasiswa berdasarkan tahapan pemecahan masalah menurut Polya. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan subjek 35 mahasiswa semester IV Program Studi PGMI UIN Mahmud Yunus Batusangkar yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui tes kemampuan pemecahan masalah matematis dan dianalisis secara deskriptif berdasarkan indikator Polya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan pemecahan masalah matematis mahasiswa berada pada kategori tinggi dengan rata-rata persentase sebesar 72,46%. Kemampuan memahami masalah berada pada kategori sangat tinggi (84,29%), sedangkan kemampuan menyusun rencana (77,14%) dan melaksanakan rencana penyelesaian (72,38%) berada pada kategori tinggi. Adapun kemampuan memeriksa kembali hasil penyelesaian masih berada pada kategori sedang (56,19%). Temuan ini menunjukkan perlunya pembelajaran yang lebih menekankan aktivitas refleksi dan evaluasi agar kemampuan pemecahan masalah matematis mahasiswa berkembang secara optimal.
Pragmatisme, Liberalisme, dan Pendidikan dalam Pendekatan Deep Learning pada Mata Pelajaran Bahasa Inggris Devi Triana; Wedra Aprison; Eka Pasca Surya Bayu
EDUKATIF : JURNAL ILMU PENDIDIKAN Vol 7, No 6 (2025): Desember
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/edukatif.v7i6.8704

Abstract

Pendidikan abad ke-21 menuntut pembelajaran Bahasa Inggris yang tidak hanya berfokus pada aspek linguistik, tetapi juga pada kemampuan berpikir kritis, kreativitas, dan penggunaan bahasa dalam konteks nyata. Namun, praktik pembelajaran di Indonesia masih cenderung mekanistik dan berorientasi hafalan, meskipun Kurikulum Merdeka menekankan pembelajaran bermakna. Penelitian ini bertujuan mengkaji keterkaitan filsafat pragmatisme dan liberalisme sebagai landasan konseptual bagi implementasi deep learning dalam pembelajaran Bahasa Inggris. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi kepustakaan dan analisis isi, penelitian ini menganalisis 25 sumber ilmiah yang dipilih secara purposive serta didukung prosedur Systematic Literature Review. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pragmatisme memberikan dasar pedagogis untuk pembelajaran berbasis pengalaman dan pemecahan masalah, sementara liberalisme mendukung kebebasan berpikir, otonomi belajar, dan pembelajaran humanistik. Integrasi kedua landasan ini relevan untuk memperkuat praktik deep learning dalam English Language Teaching (ELT), khususnya melalui pembelajaran berbasis proyek, asesmen autentik, dan inquiry learning. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keberhasilan implementasi deep learning bergantung pada kesiapan guru, dukungan kebijakan, dan desain pembelajaran yang reflektif serta kontekstual. Implikasi penelitian ini mendorong guru, institusi pendidikan, dan pembuat kebijakan untuk menggunakan filsafat pendidikan sebagai dasar operasional dalam merancang pembelajaran Bahasa Inggris yang lebih bermakna, demokratis, dan berorientasi masa depan.