Penelitian ini mengkaji urgensi dan strategi integrasi Islamic entrepreneurship ke dalam kurikulum Pendidikan Agama Islam (PAI) guna merespons tantangan pengangguran terdidik serta krisis etika bisnis modern. Selama ini, sistem pendidikan Islam cenderung menghasilkan lulusan yang berorientasi sebagai pencari kerja (job seeker) dan memisahkan antara ibadah ritual dengan aktivitas ekonomi. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif berbasis studi pustaka (library research), penelitian ini menemukan bahwa integrasi kewirausahaan Islami tidak hanya berfungsi sebagai solusi kemandirian finansial dan penciptaan lapangan kerja (job creator), tetapi juga sebagai vaksin moral yang menanamkan etos kerja profetik berlandaskan nilai kejujuran (shiddiq), amanah, transparansi (tabligh), dan kecerdasan (fathonah). Hasil analisis isi menunjukkan bahwa revitalisasi kurikulum PAI harus ditempuh melalui redesain perencanaan pembelajaran, penerapan model pembelajaran berbasis proyek (Project-Based Learning), penguatan ekosistem sekolah dan keteladanan guru (uswah hasanah), serta pemanfaatan literasi digital yang beretika. Dengan demikian, implementasi ini mampu melahirkan generasi Muslim yang tidak hanya saleh secara ritual dan cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki ketangguhan mental, integritas moral, serta orientasi kesejahteraan hakiki (falah-oriented) demi kemaslahatan umat.