Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Peran Orang Tua dalam Membina Karakter Kebangsaan Anak di Desa Negara Batin Kecamatan Sungkai Utara Deni Darmawan; Dedi Wahyudi
EL-Hadhary: Jurnal Penelitian Pendidikan Multidisiplin Vol 4 No 01 (2026): El-Hadhary
Publisher : Lembaga Swadaya Masyarakat Asosiasi Masyarakat Madani Indonesia (AMMI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61693/elhadhary.vol401.2026.28-36

Abstract

ABSTRAKPendidikan karakter kebangsaan merupakan pondasi penting dalam membentuk generasi muda yang baik, berakhlak, berintegritas, dan memiliki kecintaan terhadap bangsa. Latar belakang penelitian yang saya lakukan berangkat dari fenomena menurunnya nilai moral, disiplin, dan sikap kebangsaan pada anak, terutama di tengah pengaruh globalisasi dan media digital. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran orang tua dalam membina karakter kebangsaan anak di Desa Negara Batin Kecamatan Sungkai Utara. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui reduksi, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembinaan karakter dilakukan melalui keteladanan, pembiasaan, komunikasi yang efektif, serta pengawasan orang tua. Kendala yang ditemukan meliputi pengaruh lingkungan pergaulan dan minimnya waktu interaksi. Secara keseluruhan, peran orang tua terbukti menjadi faktor utama dalam memperkuat karakter kebangsaan anak.Kata Kunci: Peran orang tua; karakter kebangsaan; pembinaan keluarga; pendidikan karakter; nilai moral.
INTERNALIZING ECOTHEOLOGICAL VALUES THROUGH LOVE-BASED ISLAMIC RELIGIOUS EDUCATION TO FOSTER ENVIRONMENTAL ETHICS AMONG MADRASAH IBTIDAIYAH STUDENTS Ahmad Saipul Anwar; Rodhy Harisca; Dedi Wahyudi; Akla Akla
FAJAR Jurnal Pendidikan Islam Vol. 6 No. 2 (2026): FAJAR Jurnal Pendidikan Islam (September)
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56013/fj.v6i2.6517

Abstract

The escalating environmental crisis demands a stronger environmental ethic from the earliest levels of education, including Islamic elementary schools (Madrasah Ibtidaiyah/MI). Indonesia's Ministry of Religious Affairs Love-Based Curriculum (Kurikulum Berbasis Cinta/KBC) opens an opportunity to integrate Islamic ecotheological values tawhid, khalifah, amanah, and mizan into Islamic Religious Education (PAI) as a spiritual foundation for students' ecological responsibility. This article aims to describe how ecotheological values are internalized within love-based PAI learning and their role in shaping students' cognitive, affective, and conative environmental ethics at MIS Syu'abul Hikmah, North Lampung. The study employs a descriptive qualitative approach with a case study design; data are collected through observation, in-depth interviews, and documentation with the school principal, PAI teachers, and students, then analyzed using an interactive model of condensation, display, and conclusion drawing. Findings and implications: the four values are internalized by PAI teachers in an integrated-implicit manner within ongoing lessons, linked to concrete everyday objects, with Akidah Akhlak (Islamic Creed and Ethics) as the primary entry point; the love-based approach operates through the modeling of the principal and teachers. Students display consistent ecological attitudes and behavior, yet their understanding remains at the level of practical rules rather than the theological reasoning behind them indicating that strengthening environmental ethics at the MI level requires making the ecotheological argument explicit, not merely habituating behavior.
Internalisasi Nilai Tanggung Jawab Siswa melalui Model Jigsaw Learning pada Mata Pelajaran Akidah Akhlak di MTs Ma'arif 30 Sumber Rejeki Mataram Erma Setiana; Dedi Irwansyah; Abdul Mujib; Akla Akla; Dedi Wahyudi
Abdi Cendekia : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 3 (2026): September
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/abdicendekia.v5i3.1301

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses internalisasi nilai tanggung jawab siswa melalui penerapan model Jigsaw Learning pada mata pelajaran Akidah Akhlak di MTs Ma’arif 30 Sumber Rejeki Mataram. Penelitian ini menggunakan jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan pendekatan kualitatif yang dilaksanakan dalam dua siklus, masing-masing meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah siswa kelas IX MTs Ma’arif 30 Sumber Rejeki Mataram. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan tes sebagai data pendukung. Analisis data dilakukan melalui kondensasi data, penyajian data, serta penarikan dan verifikasi kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model Jigsaw Learning dapat mendukung internalisasi nilai tanggung jawab siswa dalam pembelajaran Akidah Akhlak. Internalisasi terlihat melalui kemampuan siswa menyelesaikan tugas tepat waktu, melaksanakan tugas sesuai peran, berpartisipasi dalam kegiatan kelompok, menyampaikan pendapat atau informasi, serta menyelesaikan tugas secara mandiri. Perkembangan tanggung jawab siswa terlihat secara bertahap melalui perbaikan pada setiap siklus. Model Jigsaw Learning memberikan pengalaman belajar yang memungkinkan siswa mempraktikkan tanggung jawab secara langsung melalui pembagian tugas, kerjasama kelompok ahli dan kelompok asal, serta pertanggungjawaban terhadap materi yang dipelajari. Dengan demikian, Jigsaw Learning dapat menjadi salah satu alternatif model pembelajaran Akidah Akhlak dalam mendukung internalisasi nilai tanggung jawab siswa.
Pengasuhan Santri sebagai Pilar Utama dalam Dinamika Lingkungan Pesantren: Studi Kasus di Pondok Pesantren Al-Farabi, Pesawaran, Lampung Nurul Maghfiroh; Aguswan Khotibul Umam; Abdul Mujib; Akla Akla; Dedi Wahyudi
Abdi Cendekia : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 4 (2026): Desember (In Press)
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/abdicendekia.v5i4.1329

Abstract

Dinamika kehidupan di lingkungan pesantren menghadirkan berbagai tantangan dalam menciptakan suasana yang aman, tertib, dan kondusif bagi proses pendidikan. Interaksi yang intensif antara santri, pengasuh, ustadz, serta pengelola pesantren dapat memunculkan persoalan seperti perbedaan karakter, kedisiplinan, konflik antarsantri, maupun potensi gangguan terhadap keamanan lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dinamika kehidupan dan kondisi keamanan lingkungan di Pondok Pesantren Al-Farabi serta mengidentifikasi upaya yang dilakukan pihak pesantren dalam menciptakan lingkungan yang aman dan mendukung pembentukan karakter santri. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif untuk memperoleh gambaran secara mendalam mengenai situasi yang terjadi di lingkungan pesantren. Data dikumpulkan melalui observasi terhadap aktivitas dan kondisi lingkungan pesantren, wawancara dengan pengasuh, ustadz, pengelola, dan santri, serta dokumentasi yang berkaitan dengan tata tertib, kegiatan, dan sistem keamanan pesantren. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dinamika di Pondok Pesantren Al-Farabi dipengaruhi oleh pola interaksi, tingkat kedisiplinan, serta keberagaman karakter santri. Keamanan lingkungan dijaga melalui penerapan tata tertib, pengawasan dan pendampingan santri, pembinaan kedisiplinan, serta koordinasi antara pengasuh dan pengelola. Secara umum, upaya tersebut berkontribusi dalam menciptakan lingkungan pesantren yang relatif aman, tertib, dan mendukung kegiatan pendidikan serta pembentukan karakter santri.