Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Internalisasi Nilai Tanggung Jawab Siswa melalui Model Jigsaw Learning pada Mata Pelajaran Akidah Akhlak di MTs Ma'arif 30 Sumber Rejeki Mataram Erma Setiana; Dedi Irwansyah; Abdul Mujib; Akla Akla; Dedi Wahyudi
Abdi Cendekia : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 3 (2026): September
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/abdicendekia.v5i3.1301

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses internalisasi nilai tanggung jawab siswa melalui penerapan model Jigsaw Learning pada mata pelajaran Akidah Akhlak di MTs Ma’arif 30 Sumber Rejeki Mataram. Penelitian ini menggunakan jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan pendekatan kualitatif yang dilaksanakan dalam dua siklus, masing-masing meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah siswa kelas IX MTs Ma’arif 30 Sumber Rejeki Mataram. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan tes sebagai data pendukung. Analisis data dilakukan melalui kondensasi data, penyajian data, serta penarikan dan verifikasi kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model Jigsaw Learning dapat mendukung internalisasi nilai tanggung jawab siswa dalam pembelajaran Akidah Akhlak. Internalisasi terlihat melalui kemampuan siswa menyelesaikan tugas tepat waktu, melaksanakan tugas sesuai peran, berpartisipasi dalam kegiatan kelompok, menyampaikan pendapat atau informasi, serta menyelesaikan tugas secara mandiri. Perkembangan tanggung jawab siswa terlihat secara bertahap melalui perbaikan pada setiap siklus. Model Jigsaw Learning memberikan pengalaman belajar yang memungkinkan siswa mempraktikkan tanggung jawab secara langsung melalui pembagian tugas, kerjasama kelompok ahli dan kelompok asal, serta pertanggungjawaban terhadap materi yang dipelajari. Dengan demikian, Jigsaw Learning dapat menjadi salah satu alternatif model pembelajaran Akidah Akhlak dalam mendukung internalisasi nilai tanggung jawab siswa.
Pengasuhan Santri sebagai Pilar Utama dalam Dinamika Lingkungan Pesantren: Studi Kasus di Pondok Pesantren Al-Farabi, Pesawaran, Lampung Nurul Maghfiroh; Aguswan Khotibul Umam; Abdul Mujib; Akla Akla; Dedi Wahyudi
Abdi Cendekia : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 4 (2026): Desember (In Press)
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/abdicendekia.v5i4.1329

Abstract

Dinamika kehidupan di lingkungan pesantren menghadirkan berbagai tantangan dalam menciptakan suasana yang aman, tertib, dan kondusif bagi proses pendidikan. Interaksi yang intensif antara santri, pengasuh, ustadz, serta pengelola pesantren dapat memunculkan persoalan seperti perbedaan karakter, kedisiplinan, konflik antarsantri, maupun potensi gangguan terhadap keamanan lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dinamika kehidupan dan kondisi keamanan lingkungan di Pondok Pesantren Al-Farabi serta mengidentifikasi upaya yang dilakukan pihak pesantren dalam menciptakan lingkungan yang aman dan mendukung pembentukan karakter santri. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif untuk memperoleh gambaran secara mendalam mengenai situasi yang terjadi di lingkungan pesantren. Data dikumpulkan melalui observasi terhadap aktivitas dan kondisi lingkungan pesantren, wawancara dengan pengasuh, ustadz, pengelola, dan santri, serta dokumentasi yang berkaitan dengan tata tertib, kegiatan, dan sistem keamanan pesantren. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dinamika di Pondok Pesantren Al-Farabi dipengaruhi oleh pola interaksi, tingkat kedisiplinan, serta keberagaman karakter santri. Keamanan lingkungan dijaga melalui penerapan tata tertib, pengawasan dan pendampingan santri, pembinaan kedisiplinan, serta koordinasi antara pengasuh dan pengelola. Secara umum, upaya tersebut berkontribusi dalam menciptakan lingkungan pesantren yang relatif aman, tertib, dan mendukung kegiatan pendidikan serta pembentukan karakter santri.