Ghea Farmaning Thias Putri
Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Banten, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Hubungan Chronotype Berbasis Skor Morningness-Eveningness Questionnaire dengan Indeks Massa Tubuh Pada Mahasiswa Zahara Nurfatihah Z; Nurul ‘Afifah Hijami; Ghea Farmaning Thias Putri
Jurnal Penelitian Sains dan Kesehatan Avicenna Vol 5 No 2 (2026): Jurnal Penelitian Sains dan Kesehatan Avicenna
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), Institut Teknologi Dan Kesehatan (ITK) Avicenna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69677/avicenna.v5i2.357

Abstract

Latar Belakang: Gangguan ritme sirkadian banyak terjadi pada mahasiswa akibat pola tidur tidak teratur, paparan cahaya biru, dan gaya hidup malam yang mendorong pergeseran chronotype ke tipe malam (eveningness). Pergeseran chronotype ini berdampak pada regulasi metabolisme lipid, sekresi leptin-ghrelin, dan jalur insulin-signaling. Individu dengan chronotype malam diketahui memiliki risiko lebih tinggi terhadap gangguan metabolisme. Tujuan: Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara chronotype berbasis skor Morningness-Eveningness Questionnaire (MEQ) dengan parameter risiko metabolik Indeks Massa Tubuh (IMT) pada mahasiswa. Metode: Penelitian observasional dengan desain cross-sectional melibatkan 57 mahasiswa aktif berusia 17–25 tahun yang dipilih menggunakan convenience sampling. Chronotype dinilai menggunakan MEQ dan IMT dihitung berdasarkan data berat badan dan tinggi badan yang dilaporkan secara mandiri. Analisis statistik meliputi uji Shapiro-Wilk, korelasi Spearman, dan one-way ANOVA dengan tingkat signifikansi p < 0,05. Hasil: Sebagian besar responden termasuk chronotype intermediate (68,4%) dengan rerata skor MEQ 54,35 ± 6,58 dan rerata IMT 21,51 ± 4,34 kg/m². Korelasi Spearman antara skor MEQ dan IMT menunjukkan hubungan negatif lemah yang tidak signifikan (p = 0,305). Tidak terdapat perbedaan IMT yang bermakna antar kelompok chronotype (p = 0,962). Kesimpulan: Hubungan antara chronotype dan IMT pada mahasiswa tidak signifikan secara statistik. Penelitian lanjutan dengan ukuran sampel lebih besar, pengukuran antropometri objektif, dan penambahan biomarker metabolik seperti kadar leptin dan profil lipid diperlukan untuk mengevaluasi hubungan ini secara lebih komprehensif.