Nani Yuniar
Jurusan Kesehatan Masyarakat, Universitas Halu Oleo

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Analisis Komunikasi Interpersonal Dokter dan Pasien dan Dampaknya terhadap Kepuasan Paisen di Puskesmas Wolo Kabupaten Kolaka Wartina Karamelka; Wa Ode Salma; Nani Yuniar
Jurnal Penelitian Sains dan Kesehatan Avicenna Vol 5 No 2 (2026): Jurnal Penelitian Sains dan Kesehatan Avicenna
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), Institut Teknologi Dan Kesehatan (ITK) Avicenna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69677/avicenna.v5i2.359

Abstract

Latar Belakang: Komunikasi interpersonal antara dokter dan pasien merupakan faktor penting dalam meningkatkan mutu pelayanan kesehatan, khususnya di fasilitas pelayanan kesehatan primer. Komunikasi yang kurang efektif dapat berdampak pada rendahnya kepuasan pasien serta menurunnya pemanfaatan layanan kesehatan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis komunikasi interpersonal dokter dan pasien serta dampaknya terhadap kepuasan pasien di Puskesmas Wolo Kabupaten Kolaka. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologis. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dengan informan kunci yang terdiri dari Kepala Puskesmas, Dokter Umum, dan Dokter Gigi, serta informan pendukung yang terdiri dari perawat, bidan, dan pasien yang berjumlah 20 orang. Teknik pengumpulan data dilengkapi dengan observasi dan dokumentasi. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi interpersonal dokter dan pasien di Puskesmas Wolo pada umumnya telah berlangsung secara dua arah melalui proses anamnesis, yang mencerminkan adanya keterbukaan dalam komunikasi. Namun, efektivitas komunikasi masih menghadapi kendala berupa keterbatasan waktu pelayanan, beban kerja tenaga medis, serta kondisi psikologis dan perbedaan latar belakang pendidikan pasien. Unsur empati dan dukungan lebih dominan ditunjukkan oleh perawat dan bidan yang berperan sebagai penghubung komunikasi antara dokter dan pasien. Kesimpulan: Penelitian ini menegaskan bahwa komunikasi interpersonal merupakan komponen penting dalam meningkatkan mutu pelayanan kesehatan primer. Oleh karena itu, penguatan kompetensi komunikasi tenaga kesehatan serta dukungan sistem pelayanan yang berorientasi pada pasien perlu terus ditingkatkan.
Analisis Perencanaan Pengembangan Kebutuhan Tenaga Kesehatan pada Rumah Sakit Bhayangkara TK III Kendari Andika Mayansara; Rahmatia; Nani Yuniar; La Ode Muhamad Sety
Jurnal Penelitian Sains dan Kesehatan Avicenna Vol 5 No 2 (2026): Jurnal Penelitian Sains dan Kesehatan Avicenna
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), Institut Teknologi Dan Kesehatan (ITK) Avicenna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69677/avicenna.v5i2.385

Abstract

Latar Belakang: Rumah Sakit Bhayangkara menghadapi tantangan dalam perencanaan kebutuhan tenaga kesehatan. Hingga saat ini, proses perencanaan masih dilakukan dengan metode sederhana melalui seleksi dan rekrutmen tanpa memperhitungkan analisis beban kerja. Akibatnya, alokasi tenaga kesehatan sering kali tidak proporsional dengan kebutuhan operasional rumah sakit. Tujuan: Penelitian dilakukan dengan tujuan untuk menganalisis perencanaan pengembangan kebutuhan tenaga kesehatan pada Rumah Sakit Bhayangkara TK III Kendari. Metode: Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan case study research. Informan dalam penelitian ini dibagi menjadi 2 kriteria yakni informan kunci dan informan biasa. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan metode observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi. Tehnik analisis data yang digunakan yaitu triangulasi data. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses perencanaan kebutuhan tenaga kesehatan di Rumah Sakit Bhayangkara TK III Kendari masih berorientasi pada pendekatan administratif dan regulatif. Hambatan utama dalam perencanaan tenaga kesehatan tidak hanya berkaitan dengan keterbatasan jumlah tenaga kesehatan. Kesimpulan: metode perencanaan kebutuhan tenaga kesehatan masih dilakukan secara konvensional dan belum menerapkan metode berbasis beban kerja seperti Workload Indicators of Staffing Need (WISN)
Hubungan Kepemimpinan, Motivasi, Budaya Kerja, dan Lingkungan Kerja Terhadap Kinerja Tenaga Kesehatan di Puskesmas Mekar Kota Kendari Tahun 2025 Nanda Visca Pradiny; Nani Yuniar; Sri Tungga Dewi
Jurnal Penelitian Sains dan Kesehatan Avicenna Vol 5 No 3 (2026): Jurnal Penelitian Sains dan Kesehatan Avicenna
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), Institut Teknologi Dan Kesehatan (ITK) Avicenna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69677/avicenna.v5i3.279

Abstract

Latar Belakang: Puskesmas memiliki peran strategis dalam penyelenggaraan pelayanan kesehatan dasar, di mana kinerja tenaga kesehatan menjadi faktor penentu mutu pelayanan dan kepuasan masyarakat. Namun, kinerja tenaga kesehatan dipengaruhi oleh berbagai faktor organisasi, antara lain kepemimpinan, motivasi, budaya kerja, dan lingkungan kerja. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan kepemimpinan, motivasi, budaya kerja, dan lingkungan kerja terhadap kinerja tenaga kesehatan di BLUD UPTD Puskesmas Mekar Kota Kendari Provinsi Sulawesi Tenggara tahun 2025. Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif analitik dengan pendekatan cross sectional study untuk menganalisis hubungan kepemimpinan, motivasi, budaya kerja, dan lingkungan kerja terhadap kinerja tenaga kesehatan. Penelitian dilaksanakan di BLUD UPTD Puskesmas Mekar Kota Kendari pada November 2025–Januari 2026 dengan populasi sekaligus sampel seluruh tenaga kesehatan sebanyak 84 orang (total sampling). Pengumpulan data menggunakan kuesioner skala Likert yang telah diuji validitasnya. Data dianalisis menggunakan program SPSS melalui analisis univariat dan bivariat, dengan uji hipotesis Chi-Square pada tingkat signifikansi 0,05. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara kepemimpinan dan kinerja tenaga kesehatan (p-value = 0,000), motivasi dan kinerja (p-value = 0,003), budaya kerja dan kinerja (p-value = 0,003), serta lingkungan kerja dan kinerja (p-value = 0,001). Tenaga kesehatan dengan persepsi kepemimpinan yang baik, motivasi tinggi, budaya kerja positif, dan lingkungan kerja yang mendukung cenderung memiliki kinerja yang lebih baik. Kesimpulan: Kepemimpinan, motivasi, budaya kerja, dan lingkungan kerja berhubungan secara signifikan dengan kinerja tenaga kesehatan di BLUD UPTD Puskesmas Mekar Kota Kendari. Oleh karena itu, upaya penguatan kepemimpinan, peningkatan motivasi kerja, pembentukan budaya kerja yang positif, serta perbaikan lingkungan kerja perlu terus dilakukan untuk meningkatkan kinerja tenaga kesehatan dan mutu pelayanan kesehatan primer