Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

OPTIMALISASI PELAYANAN ADMINISTRASI KEPENDUDUKAN BERBASIS DIGITAL: (Studi tentang Pemanfaatan Aplikasi Identitas Kependudukan Digital di Kecamatan Kesamben Kabupaten Jombang) Dewi Erviana; Yuni Lestari
Jurnal Inovasi Administrasi Negara Terapan Vol. 3 No. 4 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelayanan administrasi kependudukan berbasis digital menjadi kebutuhan penting dalam era transformasi pelayanan publik. Di Kecamatan Kesamben, Kabupaten Jombang, implementasi Aplikasi Identitas Kependudukan Digital (IKD) masih menghadapi berbagai tantangan yang memengaruhi efektivitas layanan. Penelitian ini mendeskripsikan kualitas pelayanan IKD dengan pendekatan kualitatif dan teori E-Service Quality dari Zeithaml, Parasuraman, dan Malhotra (2005) , yang meliputi: efisiensi, ketersediaan sistem, pemenuhan, privasi, responsivitas, kompensasi, dan kontak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam aspek efisiensi, proses layanan seperti pengajuan perubahan data dan pembuatan dokumen masih mengharuskan kehadiran langsung ke kantor pelayanan, sehingga belum mencerminkan optimalisasi digital. Dalam indikator ketersediaan sistem, ditemukan seringnya gangguan teknis seperti gagal login dan verifikasi yang tidak konsisten, yang menghambat aksesibilitas layanan. Dalam indikator Pemenuhan fitur aplikasi juga belum maksimal, terlihat dari belum tersedianya fitur pengajuan dokumen secara mandiri. Dari indikator privasi dan keamanan, walaupun aplikasi telah dilengkapi sistem keamanan, kekhawatiran masyarakat terhadap perlindungan data pribadi masih cukup tinggi. Pada indikator responsivitas, tanggapan terhadap keluhan pengguna tergolong lambat dan tidak semua permasalahan bisa diselesaikan di tingkat kecamatan. Dalam aspek kompensasi, tidak terdapat mekanisme yang jelas untuk memberikan ganti rugi atau solusi atas kendala layanan, yang berdampak pada menurunnya kepercayaan masyarakat. Sementara itu, pada indikator kontak, tidak adanya sitem pengaduan resmi sehingga masyarakat harus datang langsung jika terjadi kendala. Saran penelitian ini antara lain: (1) Pada indikator efisiensi: Layanan IKD perlu diintegrasikan penuh secara digital dan disosialisasikan secara luas agar masyarakat tak perlu hadir langsung. (2) Pada indikator ketersediaan Sistem: Stabilitas aplikasi harus ditingkatkan dengan fitur pemulihan akun mandiri dan dukungan teknis di kecamatan. (3) Pada indikator pemenuhan: aplikasi perlu menyediakan fitur pengajuan dokumen dan panduan digital agar layanan lebih lengkap dan mudah diakses. (4) Pada indikator privasi dan keamanan: perlu edukasi perlindungan data, sistem keamanan yang kuat, dan pemulihan akun yang praktis. (5) Pada indikator responsivitas: fitur bantuan digital dan penambahan petugas kecamatan diperlukan agar keluhan cepat ditangani. (6) Pada indikator kompensasi: harus ada kompensasi jelas dan alur penanganan keluhan agar hak pengguna terlindungi. (7) Pada indikator kontak: jalur komunikasi resmi dan fitur pengaduan aplikasi harus diperkuat untuk respon cepat dan terdokumentasi. Kata Kunci: Identitas Kependudukan Digital, Pelayanan Publik, E-Service Quality, Kecamatan Kesamben, Optimalisasi Layanan.
Analisis Pemberdayaan Kelompok Sadar Wisata Di Desa Tlemang, Kecamatan Ngimbang, Kabupaten Lamongan Rahmad Afri Ramdani; Yuni Lestari
Jurnal Inovasi Administrasi Negara Terapan Vol. 3 No. 4 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Program Pemberdayaan Desa Wisata merupakan upaya pengembangan kemandirian dan kesejahteraan masyarakat dengan memanfaatkan sumber daya melalui pengembangan potensi kepariwisataan yang ada pada suatu daerah pedesaan. Desa Tlemang merupakan salah satu desa yang memiliki potensi alam maupun kebudayaan yang melimpah, sehingga berpeluang untuk dikembangkan menjadi Desa Wisata. Observasi awal ditemukan bahwa potensi wisata yang ada di Desa Tlemang belum dapat dimaksimalkan, dikarenakan kurang optimalnya keberadaan pokdarwis serta kurangnya antusias dari masyarakat setempat sehingga tidak ada pergerakan yang dapat memaksimalkan potensi tersebut. Dengan penelitian ini diharapkan mampu memberikan deskripsi serta analisis tentang pemberdayaan Kelompok Sadar Wisata di Desa Tlemang. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data secara triangulasi (gabungan dari observasi, wawancara, FGD, dan dokumentasi). Fokus teori penelitian ini mengacu pada teori pemberdayaan ACTORS yang memiliki 6 indikator, yaitu Authority (Wewenang), Confidence and Competence (Rasa Percaya Diri dan Kemampuan), Trust (Kepercayaan), Opportunities (Peluang), Responsibilities (Tanggung jawab), Support (Dukungan). Hasil penelitian menunjukan bahwa wewenang sudah diberikan sepenuhnya kepada Pokdarwis Bukit Inggil, namun rasa tanggung jawab dalam menjalankan kewenangan tersebut hanya bisa dimaksimalkan ketika ada inisiator program saja, sedang dalam internal mereka belum ada yang berperan sebagai inisiator. Rasa percaya diri terhadap kemampuan serta kepercayaan masyarakat terhadap hasil pengembangan Desa Wisata akan muncul dan menghasilkan antusias masyarakat jika ada program pemicu dan pendampingan saja. Antusias dari masyarakat yang belum stabil menyebabkan peluang dari pengembangan Desa Wisata kurang maksimal. Ditambah lagi dengan terbatasnya akses kerjasama dengan pihak luar, sehingga kesulitan dalam mencari dukungan untuk pengembangan Desa Wisata. Kata kunci: Analisis, Desa Tlemang, Pokdarwis Bukit Inggil.
Evaluasi Dampak Kebijakan Program Jombang Berkadang di Desa Keras Kecamatan Diwek Kabupaten Jombang dalam Program Prioritas Penurunan dan Pencegahan Stunting Dea Alifviya; Yuni Lestari
Jurnal Inovasi Administrasi Negara Terapan Vol. 3 No. 4 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stunting merupakan masalah gizi kronis yang ditandai dengan kondisi anak lebih pendek dibandingkan usia sebayanya dan dapat berdampak jangka panjang terhadap kesehatan dan perkembangan kecerdasan. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten Jombang per Februari 2024, angka prevalensi stunting mencapai 4,46 persen, menunjukkan penurunan dari 6,29 persen pada tahun 2023. Program intervensi yang dilakukan meliputi Taman Pemulihan Gizi (TPG), Pemberian Makanan Tambahan (PMT), pendampingan gizi, serta sosialisasi edukasi yang melibatkan lintas sektor. Hasil penelitian menunjukkan masih adanya kurangnya pemahaman dan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pencegahan stunting. Beberapa keluarga penerima bantuan belum sepenuhnya memahami cara merawat dan memenuhi kebutuhan gizi anak secara tepat, meskipun intervensi telah didistribusikan secara cepat dan menyeluruh. Penelitian ini merekomendasikan penguatan edukasi, sosialisasi yang lebih intensif, dan pendekatan partisipatif agar program penanganan stunting dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan dalam menjawab permasalahan kesehatan anak di Kabupaten Jombang. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi dampak kebijakan Program Jombang Berkarakter dan Berdaya Saing di Desa Keras Kabupaten Jombang, dengan fokus pada evaluasi Peraturan Bupati Jombang Nomor 1 Tahun 2022. Salah satu tujuan program yaitu Pencegahan dan penanganan Gizi Buruk dan Stunting yang dijelaskan dalam Peraturan Bupati Jombang Nomor 1 Tahun 2022, oleh karena itu peneleti meneliti terkait adanya dampak dari kebijakaan program tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan analisis data berdasarkan model evaluasi kebijakan William N. Dunn, yang meliputi enam kriteria: efektivitas, efisiensi, kecukupan, perataan, responsivitas, dan ketepatan. Melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan masukan untuk perbaikan kebijakan serupa di masa depan dan menghasilkan strategi inovativ dalam mewujudkan dalam keberhasilan kebijakan program jombang berkadang.Kata Kunci: Stunting, kebijakan publik, evaluasi kebijakan, evaluasi program
INCOMING AND OUTGOING MAIL ARCHIVE MANAGEMENT SYSTEM AT THE EAST JAVA PROVINCIAL RESEARCH AND INNOVATION AGENCY OFFICE Dewi Candra Sari; Yuni Lestari
Jurnal Inovasi Administrasi Negara Terapan Vol. 3 No. 4 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract This study aims to describe the governance system of incoming and outgoing mail archives at the Regional Research and Innovation Agency (BRIDA) Office of East Java Province. Mail archives play a crucial role in the smooth operation of administration, and thus their management must be carried out systematically from creation to disposition. According to the theory by Mulhidin and Winata in Faulziyah (2019), ideal archive management includes four elements: creation, use, maintenance, and disposition. At BRIDA East Java, the archiving system is still conducted manually without standard operating procedures (SOP), yet it still follows administrative procedures such as mail registration, classification, and document security.This study uses a qualitative approach with a descriptive method. Informants consist of 1 head of sub-division, 3 archive management staff, and 2 archive users. Data were collected through observation, interviews, and documentation, and then analyzed through data reduction, presentation, and conclusion drawing.The research results show that the archive creation process has been well implemented and organized. However, the usage stage of the archives is still suboptimal due to the absence of clear borrowing procedures. Archive maintenance is carried out, but not optimally, due to unidentified documents and poorly organized storage spaces. Archive disposition is only partially done, limited to archive relocation, without a thorough disposition process. Keywords: Archive governance, incoming mail, outgoing mail, BRIDA East Java.
IMPLEMENTASI KEBIJAKAN KETERBUKAAN INFORMASI PUBLIK (STUDI PADA PENGELOLAAN PELAYANAN INFORMASI DAN DOKUMENTASI DESA TASIKMADU KABUPATEN TUBAN) aisyah firdausah; Yuni Lestari
Jurnal Inovasi Administrasi Negara Terapan Vol. 3 No. 4 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keterbukaan informasi publik memiliki peran penting dalam pemerintahan dan kehidupan masyarakat. Implementasi kebijakan keterbukaan informasi ini mengacu pada Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 serta Peraturan Daerah Nomor 16 Tahun 2020 tentang Keterbukaan Informasi Publik. Dalam upaya pelaksanaannya, diperlukan dukungan dari berbagai aspek, baik regulasi, sumber daya, maupun komitmen dari aparatur pemerintahan desa. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana implementasi keterbukaan informasi publik yang wajib disediakan di Desa Tasikmadu, serta untuk mendeskripsikan dan menganalisis sejauh mana keterbukaan informasi publik telah dijalankan oleh pemerintah Desa Tasikmadu. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi lapangan. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan cara mereduksi informasi yang kemudian disajikan dalam bentuk naratif, lalu ditarik kesimpulan berdasarkan analisis implementasi kebijakan menggunakan model Van Meter dan Van Horn. Dalam penelitian ini, keberhasilan pelaksanaan kebijakan dinilai berdasarkan enam indikator yang harus dipenuhi oleh Pemerintah Desa Tasikmadu guna mewujudkan keterbukaan informasi publik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan kebijakan keterbukaan informasi publik di desa belum berjalan secara maksimal. Beberapa hambatan utama yang ditemukan meliputi ketiadaan Standar Operasional Prosedur (SOP) khusus di tingkat desa, kurangnya kegiatan sosialisasi, keterbatasan sumber daya manusia, serta rendahnya tingkat literasi digital di kalangan masyarakat. Oleh karena itu, penelitian ini menyarankan penyusunan SOP yang terstruktur mengenai keterbukaan informasi publik, peningkatan kompetensi aparatur desa, serta penerapan strategi komunikasi yang lebih efektif guna mendorong terciptanya keterbukaan informasi yang lebih optimal di lingkungan desa.Kata Kunci: Implementasi, Keterbukaan, Informasi Publik, Desa Tasikmadu
Implementasi Program Inovasi Layar Ramah Di Kecamatan Kemlagi Kabupaten Mojokerto Iqbal Kurnia Sandy; Yuni Lestari
Jurnal Inovasi Administrasi Negara Terapan Vol. 3 No. 4 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelayanan administrasi publik di Kecamatan Kemlagi melalui program inovasi Layar Ramah (Layanan Antar Surat ke Rumah) merupakan upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Namun, dalam pelaksanaannya masih terdapat berbagai kendala, seperti kurangnya pemahaman masyarakat terhadap prosedur program, keterbatasan jumlah pegawai dalam pendistribusian surat, serta minimnya sosialisasi dari pihak kecamatan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis implementasi program inovasi Layar Ramah di Kecamatan Kemlagi Kabupaten Mojokerto. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teori implementasi kebijakan publik George C. Edward III yang meliputi empat indikator: komunikasi, sumber daya, disposisi, dan struktur birokrasi. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis dengan tahapan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi program Layar Ramah telah berjalan cukup baik, namun masih menghadapi beberapa hambatan. Pada aspek komunikasi, koordinasi antarpegawai sudah efektif, tetapi sosialisasi kepada masyarakat belum merata. Pada aspek sumber daya, keterbatasan jumlah pegawai menyebabkan keterlambatan dalam pengantaran surat. Aspek disposisi menunjukkan komitmen dan tanggung jawab pegawai yang baik terhadap kebijakan. Sedangkan pada aspek struktur birokrasi, pelaksanaan program telah mengikuti Standar Operasional Prosedur (SOP), namun koordinasi antarbagian masih perlu ditingkatkan. Disarankan agar Kecamatan Kemlagi meningkatkan sosialisasi kepada masyarakat, menambah sumber daya manusia di bidang pelayanan, serta memperkuat pengawasan agar implementasi program Layar Ramah dapat berjalan optimal dan memberikan kepuasan pelayanan kepada masyarakat. Kata Kunci: Implementasi kebijakan, Pelayanan publik, Layar Ramah, Kecamatan Kemlagi