Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Implementasi Kebijakan Pembentukan dan Pengelolaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Jenggirat Tangi Desa Karangsari, Kabupaten Banyuwangi Fenny Indah Sahilla; Weni Rosdiana
Jurnal Inovasi Administrasi Negara Terapan Vol. 3 No. 4 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Implementasi kebijakan BUMDes merupakan proses penting dalam pengembangan ekonomi desa dan pemberdayaan masyarakat. BUMDes Jenggirat Tangi dibentuk pada 18 Desember 2018 yang berlandaskan Peraturan Desa Nomor 7 Tahun 2018 tentang “Pembentukan dan Pengelolaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Jenggirat Tangi”. Tujuan penelitian ini yaitu mendeskripsikan dan menganalisis Implementasi Kebijakan Pembentukan dan Pengelolaan BUMDes Jenggirat Tangi. Metode penelitian yang digunakan yaitu deskriptif dengan pendekatan kualitatif. BUMDes Jenggirat Tangi bergerak dalam bidang usaha jasa yaitu fotokopi dan kelengkapan ATK, usaha sewa seperti persewaan sound system, untuk saat ini juga sedang menjalankan program pengelolaan sampah, selain itu juga usaha pelayanan samsat. Namun, tantangan yang dihadapi yaitu usaha permodalan yang tidak berkelanjutan dan pendapatan asli desa dari BUMDes yang masih rendah, hanya mencapai 30% dari total usaha. Hasil penelitian ini menggunkan teori Van Meter dan Van Horn yang memiliki enam indikator yaitu Ukuran dan Tujuan belum sepenuhnya tercapai karena masih ada tujuan yang belum tercapai, karena belum ada program yang terencana dan juga karena dipengaruhi oleh kurangnya pemahaman masyarakat dan kurangnya sosialisasi dari pihak pelaksana. Sumber daya pada kebijakan ini juga belum maksimal karena adanya keterbatasan sumber daya manusia maupun finansial, Karakteristik organisasi pelaksana dinilai belum efektif, masih terdapat ketidakpuasan masyarakat terkait transparansi dan akuntabilitas pelaksana kebijakan. Komunikasi antar organisasi sudah baik, namun belum menjangkau seluruh lapisan masyarakat, masih terjadi miskomunikasi dan kurangnya pemahaman masyarakat terkait BUMDes. Sikap para pelaksana menunjukan sikap positif namun keterbatasan waktu dan beban kerja yang tinggi membuat pelaksana kebijakan tidak maksimal. Lingkungan sosial, politik, dan ekonomi sangat mempengaruhi pelaksana kebijakan. Rendahnya partisipasi masyarakat, politisasi pengelolaan BUMDes, serta keterbatasan ekonomi lokal menjadi hambatan utama dalam keberhasilan kebijakan ini.
Efektivitas Pelaksanaan Perencanaan Analisis Beban Kerja Melalui E-ABK Pada Jabatan Pengolah Data dan Informasi RSUD Bhakti Dharma Husada Kota Surabaya Tahun 2024 Hesti Inggrit Noviani; Weni Rosdiana
Jurnal Inovasi Administrasi Negara Terapan Vol. 3 No. 4 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelaksanaan Analisis Beban Kerja merupakan kewajiban dari setiap instansi atau pemerintah daaerah dalam melaksanakan manajemen kepegawaian untuk memperoleh informasi mengenai tingkat efektivitas dan efisiensi kerja dari organisasi yang berdasarkan dengan volume kerja. Kota Surabaya dalam melaksanakan Analisis Beban Kerja menggunakan media digital yaitu Electronic Beban Kerja atau E-ABK. Pada tahun 2024 pelaksanaan Analisis Beban Kerja di lingkup pemerintah Kota Surabaya berfokus pada mengoptimalkan tingkat validitas isian perencanaan ABK di Perangkat Daerah. RSUD Bhakti Dharma Husada sebagai salah satu Perangkat Daerah di Kota Surabaya juga melaksanakan sebuah Perencanaan ABK 2024. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk untuk mendeskripsikan dan menganalisis mengenai efektivitas dari Perencanaan Analisis Beban Kerja pada Jabatan Pengolah Data dan Informasi di Bidang Umum dan Keuangan RSUD Bhakti Dharma Husada Kota Surabaya. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, serta dokumentasi. Hasil penelitian diianalisis dengan melalui tahap reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Penelitian ini berfokus pada empat indicator pengukuran efektivitas menurut Subagyo yaitu ketepatan sasaran, Sosialisasi Program, Pencapaian Tujuan Program serta Pemantauan Program. Hasil penelitian menunjukan bahwa pelaksanaan perencanaan ABK melalui E-ABK 2024 pada Jabatan Pengolah Data dan Informasi secara keseluruhan cukup efektif. Pada indicator Ketepatan Sasaran telah dilaksanakan sesuai regulasi sudah tepat, namun implementasi teknisnya masih menghadapi tantangan pada kapasitas SDM. Pada indicator Sosialisasi Program sudah efektif karena proses penyampaian informasi cukup jelas dan mudah dipahami oleh RSUD Bhakti Dharma Husada dan Mahasiswa sebagai pendamping Perencanaan ABK 2024. Pada indicator Pencapaian Tujuan Program dilaksanakan dengan efektif ditunjukan dengan pencapaian tujuan yang telah ditetapkan. Selanjutnya pada indicator Pemantauan Program dikatakan efektif, karena Bagian Organisasi melakukan pemantauan saat pelaksanaan Perencanaan ABK hingga setelah Perencanaan ABK. Terdapat juga evaluasi atau eksekusi yang dilakukukan setelah program selesai. Serta adanya tindak lanjut dari hasil Perencanaan ABK yang dilaksanakan oleh Bagian Organisasi. Kata Kunci: Efektivitas, Analisis Beban Kerja, E- ABK, Perencanaan ABK