Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Potensi Pencemaran Laut akibat Penggunaan Zat Kimia Beracun Cat Antifouling pada Lambung Kapal Yuni Mariah; Amalil Aziz; Erin Busrian
DIVERSITY: Journal of Multi Science Linearity Vol. 3 No. 2 (2026): DIVERSITY: Journal of Multi Science Linearity, February 2026
Publisher : ASIAN PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58738/diversity.v3i2.1330

Abstract

Pencemaran laut adalah kotoran atau hasil buangan aktivitas makhluk hidup yang masuk ke dalam laut. Penggunaan cat anti organisme menempel (antifouling) kapal merupakan salah satu sumber pencemar logam berat di laut,sedimen di dekat dok dan tempat sandar kapal  yang dapat merusak laut dan membunuh kehidupan di laut.    Logam berat seperti Cu dan Pb merupakan  polutan di perairan laut yang berasal dari lepasnya cat antifouling ke laut yang banyak digunakan pada lambung kapal. Industri galangan kapal dan pengecatan antifouling pada kapal berpotensi sangat besar menimbulkan pencemaran logam berat tembaga (Cu) dan timbal (Pb). Logam berat yang  terdapat di perairan laut   berbahaya baik secara langsung   maupun tidak langsung terhadap kehidupan organisme dan kesehatan manusia, karena bila logam berat tersebut tercemar di perairan laut akan mengalami penumpukan pada  organisme laut  dan   konsentrasi yang  tinggi logam berat dapat bersifat racun yang dapat membunuh organisme laut di dasar kapal.
Analisis Fenomenologi Tentang Strategi Navigasi di Laut Lepas Dwi Wuryani; Erin Busrian; Dewi Indah Pratiwi
Jurnal Matemar (Manajemen dan Teknologi Maritim) Vol. 7 No. 1 (2026): Matemar Juni 2026
Publisher : LPPM Akademi Maritim Nasional Jakarta Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59225/nt3nvg84

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi pengalaman nahkoda dalam menghadapi cuaca ekstrem di laut lepas serta menganalisis strategi navigasi yang dikembangkan dalam situasi krisis. Menggunakan pendekatan fenomenologi transendental, penelitian ini melibatkan wawancara mendalam terhadap 10 orang nahkoda kapal niaga dengan pengalaman pelayaran minimal 5 tahun yang pernah mengalami kondisi cuaca ekstrem. Analisis data mengikuti prosedur Moustakas melalui tahapan horizonalization, reduction, clustering, serta penciptaan deskripsi tekstural dan struktural. Temuan mengungkapkan bahwa pengalaman nahkoda dalam cuaca ekstrem merupakan fenomena multidimensional yang melibatkan tegangan dialektis antara kontrol dan kepasrahan. Strategi navigasi yang dikembangkan mencakup tiga dimensi: teknis (penghindaran, pengurangan kecepatan, perubahan haluan), organisasional (pembagian tugas, komunikasi intensif), dan psikologis (manajemen stres, pemberian ketenangan kepada awak). Faktor-faktor yang mempengaruhi pengambilan keputusan meliputi faktor personal (pengalaman, kondisi psikologis), teknis (karakteristik kapal, jenis muatan), dan kontekstual (dukungan awak, tekanan komersial). Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan pemahaman holistik tentang faktor manusia di sektor maritim serta mengisi kesenjangan literatur tentang aspek subjektif navigasi dalam kondisi ekstrem yang semakin sering terjadi akibat perubahan iklim global.