Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

PROBLEMATIKA DAKWAH DAN HUBUNGANNYA DENGAN UNSUR-UNSUR DAKWAH Pattaling Pattaling
Farabi Vol 10 No 2 (2013): AL-Farabi
Publisher : LPPM IAIN Sultan Amai Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Islam dan dakwah adalah merupakan dua hal yang tak terpisahkan, karena tanpa dakwah, Islam tidak akan berkembang. Demikian pula dalam menyiarkan dakwah harus didukung oleh beberapa unsur dalam melaksanakan dakwah, karena apabila ada salah satu unsur yang tidak terlaksana maka akan mempengaruhi keberhasilan dakwah. Dengan demikian semua unsur harus dikuasai oleh para dai demi keberhasilan dakwahnya, walaupun dipengaruhi oleh beberapa problem, akan tetapi bisa di minimalisir masalah yang akan muncul. Karena pengaruh yang paling dominan adalah pengaruh melalui media. Oleh karena itu, tugas sebagai juru dakwah untuk memberantas hal-hal yang bertentangan dengan Al-Quran dan Hadis.
Fenomena Umrah Dalam Perspektif Dakwah Dan Bisnis Pattaling, Pattaling; Akram Ista; Patmawati, Patmawati; Akhmad Sukardi
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 4 No. 6: Oktober 2025
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v4i6.12873

Abstract

Fenomena umrah di Indonesia mengalami perkembangan pesat, namun di sisi lain juga menghadirkan berbagai persoalan, seperti maraknya kasus biro perjalanan umrah yang tidak bertanggung jawab, penyelewengan dana jamaah, serta pergeseran motivasi pelaksanaan ibadah dari orientasi spiritual menuju kepentingan duniawi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis fenomena umrah dalam dua perspektif utama, yaitu dakwah dan bisnis, serta melihat bagaimana kedua dimensi tersebut saling berinteraksi dalam praktik sosial-keagamaan masyarakat Muslim. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan (library research) melalui telaah terhadap literatur, artikel jurnal, dan dokumen terkait penyelenggaraan umrah, baik dari sisi dakwah maupun ekonomi syariah. Data dianalisis secara deskriptif-analitis untuk mengungkap hubungan antara nilai spiritual dan aktivitas ekonomi dalam konteks ibadah umrah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan umrah memiliki dua dimensi yang saling melengkapi: pertama, sebagai sarana dakwah yang menumbuhkan kesadaran spiritual, ukhuwah Islamiyah, dan penguatan nilai-nilai ibadah; kedua, sebagai sektor bisnis yang memberikan kontribusi signifikan terhadap perekonomian umat, menciptakan lapangan kerja, dan mendorong pertumbuhan industri pariwisata religi. Namun demikian, munculnya praktik komersialisasi berlebihan menunjukkan perlunya penegakan etika bisnis Islam agar tidak mengaburkan makna sakral ibadah. Implikasi penelitian ini menegaskan pentingnya sinergi antara nilai dakwah dan prinsip bisnis syariah dalam pengelolaan perjalanan umrah. Para penyelenggara diharapkan tidak hanya berorientasi pada keuntungan ekonomi, tetapi juga menanamkan nilai amanah, kejujuran, dan tanggung jawab spiritual, sehingga pelaksanaan umrah tetap menjadi ibadah yang membawa keberkahan bagi jamaah dan masyarakat luas.
Managing Differences and Maintaining Harmony of Da'wah Organization Sukardi, Akhmad; Basri, Hasan; Kadir, Ayyub; Pattaling, Pattaling
Al-MUNZIR Vol. 18, No. 1 (2025): Mei 2025
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31332/am.v17i2.11490

Abstract

The problem studied in this paper is the diversity of understanding of Muslims who are institutionalized into organizations and carry out da'wah activities with their own characteristics. The method used is a literature review with an analysis technique that imitates the flexible content analysis method, namely by providing a description of the author's meaning based on expert concepts and understanding and experience of the al-Qur'an and Hadith arguments and other references, both from books and articles and observations of objective reality in the community. The results of the study show that the diversity of da'wah organizations often has the potential to give rise to tension, attitudes of mutual weakening, and disharmony caused by shallow understanding, loss of clarity of understanding, cult of figures, and organizational ego. In order for harmony and cooperation in da'wah organizations to occur, it is necessary to understand that differences are a blessing, while division is a curse, to understand well the matter of qath'iy and zhanniy or the matter of ushul and furu', to direct attention to the ideas conveyed, not figures or organizations, and to focus on the goals of da'wah which are common goals.
Strategi Dakwah Siyasah Opu Daeng Manambon Bersaudara: Kajian Kitab Silsilah dan Hikayat Raja-Raja Mempawah, Pontianak, Matan, Sambas, Riau dan Selangor Pattaling Pattaling; Abdul Aziz; Patmawati; Faizal Amin; Muhammed Sahrin Bin Haji Masri
J-MD Jurnal Manajemen Dakwah Vol. 7 No. 1 (2026): JMD
Publisher : Program Studi Manajemen Dakwah, FUAD, IAIN Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24260/018dnj22

Abstract

Kajian ini membahas strategi dakwah siyasah Opu Daeng Manambon bersaudara dalam kitab Silsilah dan Hikayat Raja-raja Mempawah, Pontianak, Matan, Sambas, Riau dan Selangor. Secara khusus bertujuan untuk mengetahui bagaimana karakteristik strategi dan metode dakwah siyasah yang dibangun 5 opu bersaudara sehingga dapat diterima oleh masyarakat setempat. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan pendekatan sejarah dan filologi. Pendekatan sejarah berusaha mengungkap peristiwa yang terjadi pada masa lalu sedangkan pendekatan filologi memberikan gambaran mengenai suatu tulisan naskah-naskah kuno, sehingga dapat dipahami dan dikaji, keduanya digunakan dalam rangka menemukan kebenaran dari suatu peristiwa yang terjadi pada masa lalu dan terekam dalam manuskrip. Temuan kajian ini menunjukkan bahwa strategi dakwah siyasah yang dikembangkan melalui hubungan intern kelompok dan hubungan ekstern melalui jalur politik praktis dan structural secara santun, berdialog dan inklusif, melalui pemberdayaan umat, penggunaan lembaga politik, dan penerapan kebijakan public yang adil untuk membangun peradaban yang berakhlak. Sedangkan metode  dakwah siyasah yang dibangun oleh 5 opu bersaudara terlihat sewaktu masih menjadi rakyat biasa dan setelah menjadi penguasa, mereka menggunakan pendekatan kultural dan structural, dialog dan musyawarah, inklusif dan moderat , penguatan kaderisasi (tadbir). Tujuan utama strategi dakwah siyasah adalah politik menjadi kendaraan dalam menjalankan ibadah dan alat untuk menegakkan nilai-nilai kebenaran, bukan sekedar perebutan kekuasaan.
How Interpersonal Communication Shapes Tahfiz Pedagogy in a Gorontalo Quranic Boarding School? M Mustaqimah; Wahidah Suryani; Nuzlan Hunowu; P Pattaling
QiST: Journal of Quran and Tafseer Studies Vol. 5 No. 2 (2026): August
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/qist.v5i2.17020

Abstract

Purpose - Effective interpersonal communication is fundamental to the success of Qur'anic memorization (tahfīẓ), yet previous studies have largely discussed communication in Islamic education at a general level rather than as a pedagogical mechanism within tahfīẓ. This study examines how interpersonal communication between tahfīẓ supervisors and santri shapes memorization quality in an urban Islamic boarding school (pesantren) in Gorontalo, Indonesia.Design/methodology/approach - The study adopts a qualitative phenomenological design. Data were collected through in-depth interviews, naturalistic observation, and institutional documentation involving tahfīẓ supervisors, selected santri, and program records from a cohort of 30 students enrolled in a 2.5-year memorization program. Data were analyzed using Interpretative Phenomenological Analysis (IPA), including transcript familiarization, descriptive and interpretative coding, thematic clustering, cross-source comparison, and credibility verification.Findings - The findings identify five core interpersonal communication mechanisms that facilitate successful tahfīẓ: directive clarity, expressive religious storytelling, attentive corrective feedback, dialogic support, and adaptive communicative alignment during both face-to-face and online setoran. These mechanisms improve memorization fluency, tajwīd accuracy, learning discipline, and long-term retention by integrating precise oral feedback with emotional support and collaborative review. The study further proposes a Disclosure-to-Alignment Model, demonstrating how relational trust reduces anxiety associated with exposing memorization errors and enables corrective feedback to become cognitively meaningful and pedagogically effective. Institutional evidence also indicates sustained learning continuity and improved student progress despite the challenges posed by the COVID-19 pandemic.Research implications/limitations - This study is limited to a single urban pesantren and one tahfīẓ program. Future research should examine the proposed model across diverse institutional settings and employ mixed-methods approaches to evaluate its broader applicability.Originality/value - This study contributes to Islamic education and interpersonal communication scholarship by conceptualizing communication as a constitutive pedagogical mechanism rather than a supportive element in tahfīẓ education. It introduces the Disclosure-to-Alignment Model, linking relational trust, adaptive communication, and oral corrective feedback to enhanced Qur'anic memorization and extending contemporary theories of educational communication within Islamic learning environments.