This Author published in this journals
All Journal JURNAL TEKNIK MESIN
Adit Rizqi Suarno Putera
Department of Mechanical Engineering, Universitas Diponegoro, Jl. Prof. Sudarto, SH, Tembalang, Semarang, Indonesia 50275

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

ANALISIS PENGARUH BEBAN MEKANIS DAN BEBAN TEMPERATUR PADA AIR BAFFLE SIPHONIC ROOF OUTLET TIPE NON-BOWL FINLESS LAMINAR AGITATING FLOW (NOFLAF) DENGAN METODE ELEMEN HINGGA Adit Rizqi Suarno Putera; Ojo Kurdi; Achmad Widodo
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 12, No 3 (2024): VOLUME 12, NOMOR 3, JULI 2024
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Siphonic roof outlet telah menjadi pilihan yang efisien dalam mengatasi permasalahan pembuangan air hujan dari atap bangunan komersial. Sistem ini berbasis pada prinsip siphon yang memungkinkan air hujan dihisap dengan kecepatan tinggi melalui pipa saluran, sehingga memungkinkan aliran air yang lebih besar dengan menggunakan diameter pipa yang lebih kecil. Penelitian ini dilakukan agar dapat mengetahui material siphonic roof outlet yang paling baik menahan beban eksternal berupa beban statis, beban impak akibat tabrakan sepatu, beban impak akibat tabrakan bola besi dan beban temperatur. Metodologi yang digunakan pada penelitian ini adalah melakukan simulasi pembebanan denganĀ  Finite Element Method (FEM) pada sebuah geometri siphonic roof outlet untuk mengetahui nilai dan distribusi equivalent von-mises stress, total deformation dan safety factor. Dalam penelitian ini, material yang disimulasikan adalah Aluminum Alloy Cast 383, Stainless Steel 304, Brass C26800, Polycarbonate, Acrylic, dan PVC pada pembebanan statis dan Stainless Steel 304 serta Polycarbonate pada pembebanan impak. Dari hasil simulasi tesebut didapatkan material terbaik untuk siphonic roof outlet yang mampu menahan beban eksternal adalah Stainless Steel 304. Material ini menunjukkan safety factor terbaik, yaitu 13,06 pada pembebanan statis dan beban temperatur. Selain itu, safety factor terbaik pada pembebanan impak akibat tabrakan sepatu dan beban temperatur sebesar 2,8325 dan total deformation terkecil yang dicapai adalah 2,2025 mm pada pembebanan impak akibat tabrakan bola dan beban temperatur.