This Author published in this journals
All Journal JURNAL TEKNIK MESIN
Mohamad Rizky Bagaskhara
Department of Mechanical Engineering, Universitas Diponegoro, Jl. Prof. Sudarto, SH, Tembalang, Semarang, Indonesia 50275

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

ANALISIS TORSI YANG DIHASILKAN OLEH TURBIN GORLOV MENGGUNAKAN CFD UNTUK PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA AIR Mohamad Rizky Bagaskhara; Joga Dharma Setiawan; Syaiful Syaiful
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 12, No 1 (2024): VOLUME 12, NOMOR 1, JANUARI 2024
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Studi ini berisikan penelitian turbin Gorlov dengan simulasi menggunakan metode Computational Fluid Dynamic. Turbin Gorlov merupakan turbin dengan sumbu vertikal seperti turbin Savonius dan Darrieus. Turbin Gorlov memiliki kelebihan dapat digunakan pada perairan seperti laut atau sungai karena turbin ini dapat menerima aliran dari segala arah serta dapat memanfaatkan aliran fluida dengan kecepatan rendah. Penelitian ini dilakukan untuk mencari tahu pengaruh variasi TSR dengan torsi yang dihasilkan turbin Gorlov. Dengan hasil simulasi dan analisisnya, diharapkan studi ini dapat menjadi referensi untuk penelitian turbin Gorlov lainnya. Penelitian ini melakukan simulasi dengan dua bentuk geometri turbin, yaitu Turbin A dan Turbin B. Kedua geometri tersebut memiliki 3 blade airfoil berjenis NACA 4412. Pada simulasi CFD, metode yang digunakan untuk memutar turbin menggunakan MRF (Motion Reference Frame) dari ANSYS Fluent 2020 R1. Metode MRF dipilih karena metode ini dapat menetapkan kecepatan sudut/kecepatan putar turbin secara konstan. Data luaran dari simulasi ini adalah torsi yang dihasilkan dengan total 10 variasi TSR, terbagi menjadi 4 variasi TSR pada Turbin A dan 6 variasi TSR pada Turbin B. Hasil analisis Turbin A adalah peningkatan torsi berbanding lurus dengan peningkatan TSR. Sedangkan pada Turbin B mengalami peningkatan Torsi hingga TSR 1, namun mengalami penurunan pada TSR tinggi.