Najiv Kaylani Adha Elwa
Universitas Trisakti

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Inovasi, Visibilitas Terhadap Kinerja Rantai Pasok yang dimoderasi oleh Integrasi Rantai Pasok Digital Najiv Kaylani Adha Elwa; Wahyuningsih Santosa; Ratna Darasih; Dorina Widowati
Permana : Jurnal Perpajakan, Manajemen, dan Akuntansi Vol. 17 No. 3 (2025): Special Issue
Publisher : Faculty of Economics and Business, University of Pancasakti Tegal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24905/permana.v17i3.1516

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh inovasi dan visibilitas rantai pasok terhadap kinerja rantai pasok dengan integrasi rantai pasok digital sebagai variabel moderasi pada UMKM konveksi di Jakarta. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tantangan UMKM dalam mening­kat­kan efektivitas rantai pasok di tengah ketidakpastian pasar dan tuntutan transformasi digital pada era pascapandemi. Pendekatan kuantitatif digunakan melalui metode survei dengan responden yang terdiri atas pemilik usaha, manajer, dan staf operasional UMKM konveksi yang telah mene­rap­kan digitalisasi. Data dianalisis menggunakan Partial Least Squares–Structural Equation Modelling (PLS-SEM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa inovasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja rantai pasok, sementara visi­bi­litas rantai pasok juga memiliki pengaruh positif yang kuat. Namun, integrasi rantai pasok digital tidak terbukti me­moderasi hubungan antara inovasi dan kinerja rantai pasok, maupun antara visibilitas dan kinerja rantai pasok. Temuan ini mengindikasikan bahwa inovasi dan visibilitas informasi menjadi faktor kunci dalam meningkatkan kinerja rantai pasok UMKM, sedangkan integrasi digital belum ber­pe­ran optimal sebagai penguat hubungan antarvariabel. Pe­ne­litian ini memberikan kontribusi empiris bagi pengem­ba­ngan literatur manajemen rantai pasok serta menjadi dasar bagi pelaku UMKM dalam merancang strategi rantai pasok yang lebih adaptif dan berkelanjutan.
Pengaruh Ketahanan Rantai Pasok Terhadap Kinerja Organisasi yang Dimediasi oleh Innovasi dan Dimoderasi oleh Berbagi Informasi Rifqi Khalil Majid; Wahyuningsih Santosa; Najiv kaylani Adha Elwa; Dorina Widowati
Permana : Jurnal Perpajakan, Manajemen, dan Akuntansi Vol. 17 No. 3 (2025): Special Issue
Publisher : Faculty of Economics and Business, University of Pancasakti Tegal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24905/permana.v17i3.1640

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh Supply Chain Resilience terhadap Organizational Performance, dengan Innovation sebagai variabel mediasi dan Information Sharing sebagai variabel moderasi, dalam konteks usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Indonesia. Meningkatnya gangguan rantai pasok, kenaikan biaya logistik, dan keterbatasan adopsi teknologi menegaskan pentingnya resiliensi dan inovasi dalam mempertahankan kinerja organisasi dan daya saing. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan pengujian hipotesis. Data primer dikumpulkan melalui kuesioner daring yang didistribusikan kepada 194 responden dari UMKM sektor makanan dan minuman di Jakarta. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling, dan data dianalisis menggunakan Structural Equation Modeling–Partial Least Squares (SEM-PLS) untuk menguji hubungan langsung, mediasi, dan moderasi antarkonstruk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Supply Chain Resilience berpengaruh positif dan signifikan terhadap Organizational Performance dan Innovation. Innovation juga berpengaruh positif terhadap Organizational Performance dan memediasi hubungan antara Supply Chain Resilience dan Organizational Performance. Namun, Information Sharing tidak memoderasi hubungan antara Supply Chain Resilience dan Organizational Performance. Temuan ini menunjukkan bahwa penguatan resiliensi rantai pasok dan integrasi strategi inovasi merupakan hal yang penting untuk meningkatkan kinerja organisasi, sementara praktik berbagi informasi di antara UMKM masih memerlukan optimalisasi lebih lanjut.