Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

CONTINUOUS IMPLEMENTATION OF CRIMINAL LAW FOR PERPETRATORS OF SEXUAL VIOLENCE AGAINST CHILDREN (STUDY OF DECISION NUMBER 670/PID.SUS/2022/PN KIS) Maya Jannah; Kusno Kusno; Muhammad Khairul Ritonga; Nur Hikmah; Putri Habibah Siregar
Jurnal Ilmiah Advokasi Vol 12, No 3 (2024): Jurnal Ilmiah Advokasi
Publisher : Universitas Labuhanbatu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36987/jiad.v12i3.7013

Abstract

This study aims to find out about the Continuous Implementation of Criminal Law for Perpetrators of Sexual Violence Against Children (Study of Decision Number: 670/PID.SUS/2022/PN KIS). This study is expected to help us understand how the application of criminal law for perpetrators of sexual violence is continuously applied to children as victims of sexual violence, so that the public can understand whether or not the application of criminal penalties for perpetrators of crimes is in accordance with applicable laws and regulations. This study uses a normative legal method and uses a type of legislative approach, and case studies. The type of data used is secondary data. Discussion Results: The Continuous Implementation of Criminal Law for Perpetrators of Sexual Violence Against Children based on Decision Number: 670/PID.SUS/2022/PN KIS is in accordance with what applies in the Law of the Republic of Indonesia Number. 23 of 2002 as amended by Law No. 35 of 2014 concerning Child Protection in conjunction with Article 64 paragraph (1) of the Criminal Code which states: “If several acts constitute a crime or violation and are related, then only one criminal rule shall be applied. And if the criminal rules are different, then the criminal rule with the most severe principal criminal threat shall be applied.”Keywords: Implementation, Criminal Law, Perpetrators, Sexual Violence, Continuously, Children
Model Community Based Environmental Law Awarenenss Untuk Mencegah Kerusakan Lingkungan Desa Nur Hikmah; Sarah Mailan Siregar; Risdalina; Abdul Karim Panjaitan
ORAHUA : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 01 (2026): Juli
Publisher : Faatuatua Media Karya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70404/orahua.v4i01.671

Abstract

Kerusakan lingkungan di kawasan pedesaan menunjukkan tren yang meningkat akibat rendahnya kesadaran hukum masyarakat terhadap regulasi pengelolaan sumber daya alam. Fenomena ini juga terjadi di Desa Sisumut, Kabupaten Labuhanbatu Selatan, dimana aktivitas perkebunan dan pembukaan lahan yang tidak memperhatikan aspek hukum lingkungan memicu degradasi ekosistem, seperti pencemaran aliran sungai, penurunan kualitas tanah, serta berkurangnya tutupan vegetasi. Permasalahan utama terletak pada kesenjangan antara ketersediaan regulasi dan implementasinya di tingkat desa yang dipengaruhi oleh rendahnya literasi hukum, keterbatasan akses informasi, serta belum optimalnya peran kelembagaan lokal dalam pengawasan lingkungan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk membangun kesadaran hukum lingkungan masyarakat secara partisipatif sebagai upaya preventif dalam mencegah kerusakan lingkungan desa secara berkelanjutan. Pelaksanaan dilakukan melalui Model Community-Based Environmental Law Awareness dengan pendekatan partisipatif yang meliputi sosialisasi regulasi, pelatihan berbasis kasus, pembentukan kelompok pemantau lingkungan berbasis masyarakat, serta pendampingan penyusunan peraturan desa terkait pengelolaan lingkungan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pemahaman masyarakat terhadap hak dan kewajiban hukum lingkungan, tumbuhnya kesadaran kolektif dalam pengawasan pemanfaatan lahan, serta terbentuknya forum masyarakat sebagai mekanisme kontrol sosial dan mitigasi dini kerusakan lingkungan. Implikasi kegiatan ini memperkuat kapasitas hukum masyarakat secara berkelanjutan dan memberikan model yang adaptif serta berpotensi direplikasi dalam konteks desa lain dengan karakteristik serupa.