Meningkatnya limbah industri dan pertanian mendorong pemanfaatan material alternatif yang ramah lingkungan pada bidang konstruksi, salah satunya melalui penggunaan Palm Oil Fuel Ash (POFA), Fly Ash, dan abu sekam padi sebagai bahan substitusi semen pada bata ringan. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh penggunaan ketiga bahan tersebut terhadap kuat tekan bata ringan serta menentukan komposisi optimum yang menghasilkan kekuatan tertinggi. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen laboratorium densgan variasi penambahan bahan substitusi sebesar 0%, 5%, 10%, dan 15%. Pengujian meliputi karakteristik agregat halus, analisis X-Ray Fluorescence (XRF) bahan tambah, perancangan campuran (mix design), pembuatan benda uji, proses curing selama 28 hari, serta pengujian kuat tekan menggunakan Universal Testing Machine (UTM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh material memenuhi persyaratan standar pengujian. Analisis XRF menunjukkan bahwa Fly Ash memiliki kandungan silika tertinggi sebesar 82,66%, diikuti POFA sebesar 48,37% dan abu sekam padi sebesar 33,33%. Variasi penambahan Fly Ash sebesar 5% menghasilkan kuat tekan tertinggi yaitu 12,422 MPa, lebih tinggi dibandingkan bata ringan normal sebesar 9,342 MPa. Sebaliknya, peningkatan kadar substitusi hingga 10% dan 15% menyebabkan penurunan kuat tekan akibat berkurangnya jumlah semen sebagai bahan pengikat utama. Dengan demikian, penggunaan Fly Ash sebesar 5% merupakan komposisi optimum yang mampu meningkatkan kuat tekan bata ringan sekaligus mendukung pemanfaatan limbah lokal sebagai material konstruksi yang ramah lingkungan.