Retno Widyowati
Universitas Sebelas Maret

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Tata Kelola Pemerintahan Kolaboratif dalam Percepatan Penurunan Stunting di Kabupaten Wonogiri Retno Widyowati; Is Hadri Utomo
Wacana Publik Vol 3, No 2 (2023): Jurnal Mahasiswa Wacana Publik
Publisher : Program Studi Ilmu Administrasi Negara Fakultas Ilmu Sosial dan Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/wp.v3i2.76235

Abstract

Stunting pada anak merupakan kondisi gagal tumbuh akibat malnutrisi kronis yang dampak buruknya dapat berlangsung hingga jangka panjang karena proses kognitif yang tidak optimal, akan mengalami kesulitan belajar, dan tidak produktif sehingga berpenghasilan rendah saat dewasa. Percepatan penurunan stunting menjadi komitmen Pemerintah Kabupaten Wonogiri dengan mengedepankan kolaborasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tata kelola pemerintahan kolaboratif dalam percepatan penurunan stunting di Kabupaten Wonogiri, dengan metode penelitian kualitatif deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dan dokumentasi, selanjutnya teknik analisis menggunakan model Miles & Huberman (1994) yang terdiri dari reduksi, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Validasi data dilakukan dengan triangulasi metode melalui metode wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian yang dilakukan dengan sejumlah pemangku kepentingan yakni perangkat daerah, termasuk TP PKK dalam tim percepatan penurunan stunting, serta masyarakat menunjukkan bahwa kolaborasi dalam percepatan penurunan stunting di Kabupaten Wonogiri sesuai dengan teori kolaborasi oleh Ansell & Gash (2007) dengan adanya proses yang dilakukan terdiri dari dialog tatap muka, membangun kepercayaan, komitmen terhadap proses, pemahaman bersama, dan pencapaian hasil.
Electronic Medical Records as Evidence in Medical Malpractice Litigation: Challenges to Patient Access and Evidentiary Equality Retno Widyowati
Indonesian Health Justice Review Vol. 3 No. 2 (2026): June, 2026
Publisher : COLLEGIUM JUSTICIA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65815/ytan8642

Abstract

Electronic medical records have become essential sources of evidence in disputes concerning the quality and legality of medical treatment. In medical malpractice litigation, however, patients may face significant difficulties obtaining, interpreting, and presenting electronic medical records that are primarily controlled by healthcare institutions. This article examines the evidentiary position of electronic medical records in Indonesian medical malpractice disputes, with particular emphasis on patient access and equality of arms between patients and healthcare providers. Using normative legal research, the study analyzes evidentiary principles, medical record regulations, patient rights, and procedural aspects of medical dispute resolution. The analysis indicates that electronic records possess substantial evidentiary value because they document clinical decisions, treatment chronology, prescriptions, and professional interactions. Nevertheless, unequal access to records, uncertainty regarding their authenticity and integrity, and patients' limited technical understanding may create structural disadvantages. The article argues that evidentiary fairness requires stronger mechanisms for patient access, preservation, authentication, and disclosure of electronic medical records. It proposes procedural safeguards that would enable patients to obtain relevant records without compromising legitimate confidentiality interests. Strengthening the evidentiary status and accessibility of electronic medical records would contribute to more balanced medical dispute resolution and enhance accountability within Indonesia's healthcare system.