Novita Sari Harahap
Prodi Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Medan

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

EFEKTIVITAS TERAPI LATIHAN MOBILITAS SENDI ISOMETRIK UNTUK PENURUNAN NYERI SENDI LUTUT PADA LANSIA Yolan; Faridz Ravsamjani; Novita Sari Harahap; Marsal Risfandi; Deni Rahman Marpaung
Sains Olahraga : Jurnal Ilmiah Ilmu Keolahragaan Vol. 10 No. 1: April 2026
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/pcsvqt39

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas terapi latihan isometrik dalam menurunkan tingkat nyeri sendi pada lansia di Desa Saentis, Dusun XV Semar. Pendekatan penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain quasi-experimental model one group pretest-posttest. Subyek yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 10 orang. Instrumen pengukuran yang digunakan meliputi 30-Second Sit to Stand Test untuk menilai fungsi mobilitas serta Visual Analog Scale (VAS) untuk mengukur intensitas nyeri. Hasil uji normalitas menunjukkan bahwa data dari kedua instrumen berdistribusi normal. Uji homogenitas diperoleh nilai sig. 0,619 untuk 30-Second Sit to Stand Test dan 0,223 untuk VAS, keduanya lebih besar dari 0,05 sehingga memenuhi asumsi homogenitas. Hasil uji Paired Sample t-test menunjukkan nilai t-hitung sebesar 24,2 untuk fungsi mobilitas dan 15,9 untuk intensitas nyeri, yang lebih tinggi daripada t-tabel 2,262 pada taraf signifikansi < 0,05, sehingga dapat disimpulkan bahwa terapi latihan mobilitas sendi isometrik efektif dalam menurunkan nyeri sendi lutut pada lansia di Desa Saentis Dusun XV Semar Tahun 2025. Kata kunci: Terapi Latihan Mobilitas Sendi Isometrik, Penurunan Nyeri Sendi Lutut, Lansia
PENGARUH PERBANDINGAN PEMBERIAN KOMPRES ES DAN KOMPRES AIR HANGAT TERHADAP PENURUNAN TINGKAT NYERI DELAYED ONSET MUSCLE SORENESS (DOMS) SETELAH AKTIVITAS EKSENTRIK Rosmi Lasmaria Sinurat; Fajar Apollo Sinaga; Novita Sari Harahap; Alin Anggreni Ginting; Zulaini
Sains Olahraga : Jurnal Ilmiah Ilmu Keolahragaan Vol. 10 No. 1: April 2026
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/n2nzwd72

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perbandingan pemberian kompres es dan kompres air hangat terhadap penurunan tingkat nyeri Delayed Onset Muscle Soreness (DOMS) setelah aktivitas eksentrik pada siswa ekstrakurikuler sepak bola SMA Negeri 1 Silimakuta. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen semu (quasi experiment) dengan rancangan pretest-posttest control group design. Subyek dalam penelitian terdiri dari 24 siswa yang dibagi menjadi tiga kelompok, yaitu kelompok kompres es, kelompok kompres air hangat, dan kelompok kontrol, masing-masing berjumlah delapan orang. Pengukuran tingkat nyeri dilakukan menggunakan Visual Analogue Scale (VAS) sebelum dan sesudah perlakuan. Data dianalisis menggunakan uji ANOVA satu arah (One Way ANOVA) untuk mengetahui perbedaan antar kelompok.Uji normalitas menggunakan uji Shapiro-Wilk menunjukkan kompres es 0,095, kompres air hangat 0,093, kontrol 0,067. Jika nilai signifikansi kelompok lebih besar dari 0,05 (p > 0,05) maka data tersebut berdistribusi normal. Selanjutnya hasil uji homogenitas menunjukka bahwa ketiga kelompok memiliki varians yang homogeny dimana nilai signifikansi (p = 0,780 > 0,05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara pemberian kompres es dan kompres air hangat terhadap penurunan nyeri otot setelah aktivitas eksentrik. Hasil uji One Way ANOVA menunjukkan nilai F = 32,689 dengan nilai signifikansi (p = < 0,001 < 0,05). Dengan demikian pemberian kompres es memberikan penurunan tingkat nyeri yang lebih besar dibandingkan dengan kompres air hangat maupun kelompok kontrol. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa kompres es lebih efektif dalam mengurangi nyeri otot akibat DOMS setelah aktivitas eksentrik. Kata Kunci: Kompres Es, Kompres Air Hangat, DOMS, Aktivitas Eksentrik