Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

DINAMIKA PENGGUNAAN BAHASA INDONESIA DI KALANGAN PELAJAR DALAM KONTEKS DOMINASI BAHASA DAERAH DI MAN Siti Aminah; R. Panji Hermoyo
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v6i1.9006

Abstract

ABSTRACT Indonesian plays a strategic role in national education as both an academic language and a medium for fostering national character. However, within the reality of a multilingual society, its use among students often coexists with local languages that continue to function strongly in social interaction. This study aims to describe patterns of Indonesian language use among students of MAN 1 Merangin in the context of the dominance of local languages, to identify factors influencing students’ language choices, and to analyze the implications for Indonesian language proficiency. The study employs a qualitative approach with a descriptive design. Data were collected through classroom and interactional observations, semi-structured interviews with students and teachers, and analysis of students’ written documents. Data analysis involved stages of data reduction, data display, and conclusion drawing to obtain a comprehensive understanding of students’ linguistic dynamics. The findings indicate that Indonesian is predominantly used in instructional settings and formal communication, while local languages are more frequently employed in non-academic interactions due to social closeness, cultural identity, and a sense of solidarity. Code-switching and code-mixing emerge contextually as adaptive communication strategies. These findings suggest that the continued use of local languages does not necessarily weaken mastery of formal Indonesian; rather, it requires appropriate pedagogical management so that both languages can function harmoniously within the educational environment. ABSTRAK Bahasa Indonesia berperan strategis dalam pendidikan nasional sebagai bahasa akademik sekaligus sarana pembentukan karakter kebangsaan. Namun, dalam realitas masyarakat multibahasa, penggunaannya di kalangan pelajar kerap berdampingan dengan bahasa daerah yang masih kuat berfungsi dalam interaksi sosial. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pola penggunaan Bahasa Indonesia oleh siswa MAN 1 Merangin dalam konteks dominasi bahasa daerah, mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi pilihan bahasa, serta menganalisis implikasinya terhadap kemampuan berbahasa Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi pembelajaran dan interaksi siswa, wawancara semi terarah dengan siswa dan guru, serta analisis dokumen tertulis siswa. Data dianalisis melalui tahapan reduksi, penyajian, dan penarikan simpulan untuk memperoleh gambaran komprehensif mengenai dinamika kebahasaan siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Bahasa Indonesia digunakan secara dominan dalam ranah pembelajaran dan komunikasi formal, sedangkan bahasa daerah lebih sering dimanfaatkan dalam interaksi nonakademik karena faktor kedekatan sosial, identitas kultural, dan rasa kebersamaan. Praktik alih kode dan campur kode muncul secara kontekstual sebagai strategi komunikasi yang adaptif. Temuan ini menegaskan bahwa keberlangsungan bahasa daerah tidak serta-merta melemahkan penguasaan Bahasa Indonesia formal, melainkan memerlukan pengelolaan pedagogis yang tepat agar kedua bahasa dapat berfungsi secara harmonis dalam lingkungan pendidikan.
PENERAPAN MODEL DISCOVERY LEARNING DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN SISWA MENGIDENTIFIKASI STRUKTUR ISI TEKS ANEKDOT DI MAN Siti Aminah; Sujinah Sujinah
STRATEGY : Jurnal Inovasi Strategi dan Model Pembelajaran Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/strategi.v6i1.9008

Abstract

ABSTRACT Text-based Indonesian language learning requires students not only to comprehend textual content but also to systematically analyze the structural elements that construct a text. One type of text studied at the Madrasah Aliyah level is the anecdote text, which is characterized by a specific structure consisting of abstraction, orientation, crisis, reaction, and coda. Classroom realities indicate that students still experience difficulties in accurately identifying these structural components. This study aims to examine the effectiveness of implementing the Discovery Learning model in improving students’ ability to identify the structural elements of anecdote texts. This research employed a quantitative approach using a pre-experimental method with a One Group Pretest–Posttest design. The research subjects were tenth-grade students of MAN 1 Merangin. Data were collected through tests measuring students’ ability to identify text structure, classroom observations, and documentation. The Discovery Learning model was implemented through stages of stimulation, problem identification, data collection and processing, verification, and conclusion drawing. The findings reveal a significant improvement in students’ abilities following the implementation of the Discovery Learning model. Both the mean scores and the percentage of learning mastery increased across all structural aspects of anecdote texts. In addition, students demonstrated higher levels of active engagement in text analysis and a deeper understanding of the function of each structural component. Therefore, the Discovery Learning model is proven to be effective and suitable as an alternative instructional approach for text-based Indonesian language learning at the Madrasah Aliyah level. ABSTRAK Pembelajaran Bahasa Indonesia berbasis teks menuntut kemampuan siswa untuk memahami isi sekaligus menganalisis struktur pembangun teks secara sistematis. Salah satu jenis teks yang dipelajari di Madrasah Aliyah adalah teks anekdot yang memiliki struktur khas, meliputi abstrak, orientasi, krisis, reaksi, dan koda. Kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa siswa masih mengalami kesulitan dalam mengidentifikasi struktur tersebut secara tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas penerapan model Discovery Learning dalam meningkatkan kemampuan siswa mengidentifikasi struktur isi teks anekdot. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode pre-eksperimental melalui desain One Group Pretest–Posttest. Subjek penelitian adalah siswa kelas X MAN 1 Merangin. Pengumpulan data dilakukan melalui tes kemampuan identifikasi struktur teks, observasi aktivitas pembelajaran, dan dokumentasi. Model Discovery Learning diterapkan melalui tahapan pemberian rangsangan, identifikasi masalah, pengumpulan dan pengolahan data, verifikasi, serta penarikan simpulan. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kemampuan siswa yang signifikan setelah penerapan model Discovery Learning. Nilai rata-rata dan persentase ketuntasan belajar siswa mengalami peningkatan pada seluruh aspek struktur teks anekdot. Selain itu, siswa menunjukkan keterlibatan yang lebih aktif dalam menganalisis teks dan memahami fungsi setiap bagian struktur secara mendalam. Dengan demikian, model Discovery Learning terbukti efektif dan layak digunakan sebagai alternatif pembelajaran Bahasa Indonesia berbasis teks di Madrasah Aliyah.