Ni Ketut Alit Suarti
Program Studi Bimbingan Dan Konseling Fakultas Ilmu Pendidikan Dan Psikologi Universitas Pendidikan Mandalika

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGARUH KONSELING BEHAVIOR TERHADAP PERILAKU MENYIMPANG PADA SISWA SMA Rudini Rudini; Ni Ketut Alit Suarti; Ahmad Muzanni
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v5i4.10347

Abstract

ABSTRACT Deviant behavior among students is a problem that can disrupt the learning process and character development, particularly when influenced by family environment and lack of supervision. This study aims to analyze the effect of behavioral techniques on deviant behavior among eleventh-grade students at SMAN 1 Kediri in the 2023/2024 academic year. The study employed a quantitative approach with a one group pretest–posttest design, with participants selected based on high levels of deviant behavior. Data were collected using a questionnaire as the main instrument, supported by additional techniques. Data analysis focused on comparing conditions before and after the intervention to identify significant changes in student behavior. The results indicate a decrease in deviant behavior after the intervention. These findings confirm that behavioral techniques are effective as an intervention in shaping student behavior toward more adaptive and normative patterns. Therefore, behavioral techniques can be utilized as a strategic alternative in school counseling services to support sustainable student character development. ABSTRAK Perilaku menyimpang pada siswa merupakan permasalahan yang dapat mengganggu proses pembelajaran dan perkembangan karakter, terutama ketika dipengaruhi oleh lingkungan keluarga dan kurangnya pengawasan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh teknik behavior terhadap perilaku menyimpang pada siswa kelas XI di SMAN 1 Kediri Tahun Pelajaran 2023/2024. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain one group pretest-posttest, dengan subjek penelitian dipilih berdasarkan tingkat perilaku menyimpang yang tinggi. Pengumpulan data dilakukan menggunakan angket sebagai instrumen utama yang didukung teknik pelengkap. Analisis data difokuskan pada perbandingan kondisi sebelum dan sesudah intervensi untuk mengidentifikasi perubahan perilaku siswa secara signifikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi penurunan perilaku menyimpang setelah diberikan perlakuan. Temuan ini menegaskan bahwa teknik behavior efektif sebagai intervensi dalam membentuk perilaku siswa ke arah yang lebih adaptif dan sesuai norma. Dengan demikian, teknik behavior dapat digunakan sebagai alternatif strategis dalam layanan bimbingan dan konseling di sekolah untuk mendukung pembentukan karakter siswa secara berkelanjutan.
HUBUNGAN ANTARA SELF-ESTEEM DENGAN KEMAMPUAN MENGELOLA EMOSI PADA SISWA KELAS VIII Novian Fachri; Ni Ketut Alit Suarti; Nuraeni Nuraeni
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v6i4.14338

Abstract

ABSTRACT Emotion management is an important aspect of supporting students’ adjustment and social interaction in the school environment. One psychological aspect related to this ability is self-esteem, which refers to an individual’s evaluation of their own worth and abilities. This study aimed to determine the relationship between self-esteem and emotion management ability among eighth-grade students at SMP Salafiyah Darul Falah in the 2025/2026 academic year. This study employed a quantitative approach with a correlational research design. The sample consisted of 97 students selected using simple random sampling. Data were collected using self-esteem and emotion management questionnaires and analyzed using the Pearson Product Moment correlation test with the assistance of SPSS. The results showed a correlation coefficient of 0.676 with a significance value of 0.000 (p < 0.05). These results indicate a positive and significant relationship between self-esteem and emotion management ability, with the strength of the relationship categorized as strong. The findings indicate that higher levels of students’ self-esteem tend to be associated with better emotion management ability. These findings may serve as a basis for schools and guidance and counseling teachers to develop services that support the strengthening of students’ self-esteem and emotion management ability. ABSTRAK Kemampuan mengelola emosi merupakan aspek penting dalam mendukung penyesuaian diri dan interaksi sosial siswa di lingkungan sekolah. Salah satu aspek psikologis yang berkaitan dengan kemampuan tersebut adalah self-esteem, yaitu penilaian individu terhadap keberhargaan dan kemampuan dirinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara self-esteem dengan kemampuan mengelola emosi pada siswa kelas VIII SMP Salafiyah Darul Falah Tahun Pelajaran 2025/2026. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasional. Sampel penelitian berjumlah 97 siswa yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Data dikumpulkan melalui angket self-esteem dan angket kemampuan mengelola emosi, kemudian dianalisis menggunakan uji korelasi Pearson Product Moment dengan bantuan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan nilai koefisien korelasi sebesar 0,676 dengan nilai signifikansi 0,000 (p < 0,05). Nilai tersebut menunjukkan adanya hubungan positif dan signifikan antara self-esteem dengan kemampuan mengelola emosi, dengan tingkat hubungan berada pada kategori kuat. Temuan ini menunjukkan bahwa semakin tinggi self-esteem siswa, semakin baik kecenderungan kemampuan siswa dalam mengelola emosinya. Hasil penelitian dapat menjadi dasar bagi sekolah dan guru BK dalam mengembangkan layanan yang mendukung penguatan self-esteem dan kemampuan mengelola emosi siswa.