Agnes Renostini Harefa
Program Studi Pendidikan Biologi, FKIP, Universitas Nias

Published : 6 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

PENGARUH PENDEKATAN GAMIFIKASI DALAM PEMBELAJARAN IPAS TERHADAP MINAT DAN HASIL BELAJAR SISWA Okteli Kristian Harefa; Toroziduhu Waruwu; Agnes Renostini Harefa; Hardikupatu Gulo
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v6i3.10661

Abstract

ABSTRACT This study aims to examine the effect of a gamification approach in teaching Integrated Science and Social Studies (IPAS) on students’ learning interest and learning outcomes in grade X at SMK Negeri 1 Gunungsitoli. The research problem arises from low student learning interest and suboptimal learning outcomes. Gamification is applied as an innovative instructional strategy that integrates game elements to enhance student engagement. This study employs a quantitative method with a pre-experimental design using a one-group pretest-posttest design. The sample consists of grade X students selected through purposive sampling. Data were collected using a learning interest questionnaire and learning outcome tests administered before and after the treatment, and then analyzed using a paired sample t-test. The results indicate that the implementation of gamification significantly improves students’ learning interest and learning outcomes, as evidenced by an increase in the average learning interest scores from pretest to posttest and a significance value of p < 0.05. In addition, the average student learning outcomes also improved, indicating the effectiveness of gamification in enhancing academic achievement. These findings confirm that gamification is an effective instructional strategy to improve students’ learning interest and outcomes in IPAS subjects. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendekatan gamifikasi dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) terhadap minat dan hasil belajar siswa kelas X di SMK Negeri 1 Gunungsitoli. Permasalahan penelitian berangkat dari rendahnya minat belajar serta pencapaian hasil belajar yang belum optimal. Pendekatan gamifikasi digunakan sebagai strategi pembelajaran inovatif yang mengintegrasikan elemen permainan untuk meningkatkan keterlibatan siswa. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain pre-eksperimental jenis one-group pretest-posttest design. Sampel penelitian adalah siswa kelas X yang dipilih secara purposive. Data dikumpulkan melalui angket minat belajar dan tes hasil belajar sebelum dan sesudah perlakuan, kemudian dianalisis menggunakan uji-t (paired sample t-test). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan gamifikasi secara signifikan meningkatkan minat dan hasil belajar siswa, yang ditunjukkan oleh peningkatan rata-rata skor minat belajar dari pretest ke posttest serta nilai signifikansi uji-t sebesar p < 0,05. Selain itu, rata-rata hasil belajar siswa juga mengalami peningkatan yang menunjukkan efektivitas gamifikasi dalam meningkatkan pencapaian akademik. Temuan ini menegaskan bahwa gamifikasi efektif sebagai strategi pembelajaran untuk meningkatkan minat dan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPAS.
PENGEMBANGAN LKPD BERBASIS AUGMENTED REALITY PADA MATERI SISTEM PERNAPASAN MANUSIA DALAM MENINGKATKAN MINAT BELAJAR SISWA KELAS VIII SMP Melda Yanti Zega; Novelina Andriani Zega; Toroziduhu Waruwu; Agnes Renostini Harefa
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v6i1.9739

Abstract

ABSTRACT Augmented Reality is a technology that integrates two- and three-dimensional virtual objects into real-world environments in real time, thereby enhancing the visualization of abstract concepts in science learning. Although the use of digital media in education continues to expand, the development of Augmented Reality–based student worksheets (LKPD) that are comprehensively validated in terms of validity, practicality, and effectiveness in improving junior high school students’ learning interest in the human respiratory system remains limited. Therefore, innovative instructional materials that are not only engaging but also empirically grounded are needed. This study aims to develop and examine the feasibility, students’ responses, and effectiveness of an Augmented Reality–based LKPD in enhancing the learning interest of eighth-grade students at SMP Swasta Kristen BNKP Gunungsitoli. The study employed the 4D development model (Define, Design, Develop, Disseminate), which included needs analysis, product design, expert validation and staged trials, and limited dissemination. The research instruments consisted of expert validation questionnaires, student response questionnaires, and a learning interest questionnaire. The findings indicate that the developed product achieved feasible to highly feasible criteria based on expert validation, received very strong responses across all trial stages, and was highly effective in improving students’ learning interest. Theoretically, these findings affirm that integrating Augmented Reality into student worksheets strengthens a constructivist approach through interactive visualization that enhances students’ cognitive and affective engagement, while contributing to the development of technology-integrated science instructional materials at the junior high school level. ABSTRAK Augmented Reality adalah teknologi yang mengintegrasikan objek virtual dua dan tiga dimensi ke dalam lingkungan nyata secara real-time sehingga mampu meningkatkan visualisasi konsep abstrak dalam pembelajaran IPA. Meskipun pemanfaatan media digital terus berkembang, pengembangan LKPD berbasis Augmented Reality yang teruji secara komprehensif dari aspek validitas, kepraktisan, dan efektivitas terhadap minat belajar siswa SMP pada materi sistem pernapasan manusia masih terbatas, sehingga diperlukan inovasi bahan ajar yang tidak hanya menarik tetapi juga memiliki dasar empiris yang kuat. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan menguji kelayakan, respons peserta didik, serta efektivitas LKPD berbasis Augmented Reality dalam meningkatkan minat belajar siswa kelas VIII SMP Swasta Kristen BNKP Gunungsitoli. Penelitian menggunakan model pengembangan 4D (Define, Design, Develop, Disseminate) melalui tahapan analisis kebutuhan, perancangan produk, validasi ahli dan uji coba bertahap, serta penyebarluasan terbatas. Instrumen penelitian meliputi angket validasi ahli, angket respons peserta didik, dan angket minat belajar. Hasil menunjukkan bahwa produk berada pada kategori layak hingga sangat layak berdasarkan validasi ahli, memperoleh respons sangat kuat pada seluruh tahapan uji coba, serta efektif meningkatkan minat belajar dengan kategori sangat baik. Secara teoretis, temuan ini menegaskan bahwa integrasi AR dalam LKPD memperkuat pendekatan konstruktivistik melalui visualisasi interaktif yang meningkatkan keterlibatan kognitif dan afektif siswa, sekaligus memperkaya model pengembangan perangkat pembelajaran IPA berbasis teknologi. Dengan demikian, LKPD yang dikembangkan dinyatakan valid, praktis, dan efektif serta memiliki relevansi implementatif pada konteks pembelajaran IPA SMP.
PENGEMBANGAN MAJALAH IPA BERBASIS LITERASI SAINS PADA MATERI SISTEM EKSKRESI KELAS VIII SMP NEGERI 1 BOTOMUZOI Imelda Sofiana Lase; Agnes Renostini Harefa; Toroziduhu Waruwu; Novelina Andriani Zega
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v6i1.9740

Abstract

ABSTRACT Teaching materials play an important role in the learning process as they serve as guidelines for teachers in delivering instructional content and as learning resources for students. However, the teaching materials used in schools are still dominated by conventional forms that are less engaging and have not fully supported the optimal development of students’ scientific literacy. This condition indicates the need for innovative teaching materials that are more contextual, interactive, and capable of increasing students’ engagement in science learning.This study aims to develop and evaluate the feasibility, practicality, and effectiveness of science literacy–based science magazine teaching materials on the topic of the excretory system for eighth-grade students at SMP Negeri 1 Botomuzoi. The study employed a Research and Development (R&D) method using the ADDIE model, which consists of the stages of Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation. The research subjects included material experts, language experts, design experts, and eighth-grade students. Data were collected through expert validation questionnaires, student response questionnaires, and learning outcome tests.The results showed feasibility levels of 85.46%, 84.4%, and 86.6% from the respective experts, all categorized as very feasible. The practicality level reached 96.95% (very practical), while the effectiveness test indicated a 90.32% learning mastery level (very effective). Therefore, the science literacy–based science magazine is appropriate to be used as an innovative teaching material to improve students’ scientific literacy. ABSTRAK Bahan ajar memegang peranan penting dalam proses pembelajaran karena berfungsi sebagai pedoman bagi guru dalam menyampaikan materi sekaligus sebagai sumber belajar bagi peserta didik. Namun, bahan ajar yang digunakan di sekolah masih didominasi oleh bentuk konvensional yang kurang menarik dan belum sepenuhnya mampu mendukung pengembangan literasi sains peserta didik secara optimal. Kondisi ini menunjukkan perlunya inovasi bahan ajar yang lebih kontekstual, interaktif, dan mampu meningkatkan keterlibatan peserta didik dalam pembelajaran sains. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan serta mengevaluasi kelayakan, kepraktisan, dan efektivitas bahan ajar berupa Majalah IPA berbasis literasi sains pada materi sistem ekskresi bagi peserta didik kelas VIII di SMP Negeri 1 Botomuzoi. Penelitian menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model ADDIE yang meliputi tahap Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation. Subjek penelitian meliputi validator ahli materi, ahli bahasa, ahli desain, serta peserta didik kelas VIII. Data dikumpulkan melalui angket validasi ahli, angket respons peserta didik, dan tes hasil belajar. Hasil penelitian menunjukkan tingkat kelayakan sebesar 85,46%, 84,4%, dan 86,6% dari masing-masing ahli dengan kategori sangat layak. Tingkat kepraktisan mencapai 96,95% (sangat praktis), sedangkan efektivitas menunjukkan ketuntasan belajar 90,32% (sangat efektif). Dengan demikian, Majalah IPA berbasis literasi sains layak digunakan sebagai bahan ajar inovatif untuk meningkatkan literasi sains peserta didik.
PENGARUH MODEL PROBLEM BASED LEARNING TERHADAP KREATIVITAS DAN KOLABORASI SISWA DALAM PEMBELAJARAN IPA Desdayanti Gowasa; Agnes Renostini Harefa; Desman Telaumbanua; Toroziduhu Waruwu
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v6i2.9860

Abstract

ABSTRACT This study aims to determine the effect of the Problem Based Learning model on students' creativity and collaboration in science learning. The study is motivated by the importance of developing 21st-century skills, particularly creative thinking and collaboration, which still need improvement in classroom learning. The Problem Based Learning model is applied because it uses contextual problems as the starting point of learning, encouraging students to think creatively, discuss ideas, and collaborate to find solutions. This research employed a quantitative approach using a quasi-experimental design with a posttest only control design. The sample consisted of 23 students in the experimental class and 24 students in the control class selected through random sampling. The research instruments included a creativity test, a collaboration questionnaire, and a collaboration observation sheet. The data analysis results showed that the Independent Sample t-test for creativity obtained a sig. (2-tailed) value of 0.000 < 0.05 and the collaboration test also obtained a sig. (2-tailed) value of 0.000 < 0.05. In addition, the MANOVA test showed a significance value of 0.000 < 0.05, indicating that the Problem Based Learning model simultaneously affects students' creativity and collaboration. These findings indicate that the Problem Based Learning model is effective in improving students' creativity and collaboration in science learning. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan pengaruh model Problem Based Learning terhadap kreativitas dan kolaborasi siswa dalam pembelajaran IPA. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pengembangan keterampilan abad ke-21, khususnya kemampuan berpikir kreatif dan bekerja sama yang masih perlu ditingkatkan dalam proses pembelajaran di sekolah. Model Problem Based Learning digunakan karena menempatkan masalah kontekstual sebagai titik awal pembelajaran sehingga mendorong siswa berpikir kreatif, berdiskusi, dan berkolaborasi dalam menemukan solusi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksperimen semu (Quasi-Experimental Design) tipe posttest only control design. Sampel penelitian terdiri dari 23 siswa pada kelas eksperimen dan 24 siswa pada kelas kontrol yang dipilih melalui teknik random sampling. Instrumen penelitian meliputi tes kreativitas, angket kolaborasi, dan lembar observasi kolaborasi. Hasil analisis data menunjukkan bahwa uji Independent Sample t-test pada kreativitas memperoleh nilai sig. (2-tailed) 0,000 < 0,05 dan pada kolaborasi juga memperoleh nilai sig. (2-tailed) 0,000 < 0,05. Selain itu, uji MANOVA menunjukkan nilai signifikansi 0,000 < 0,05 yang menegaskan bahwa model Problem Based Learning secara simultan berpengaruh terhadap kreativitas dan kolaborasi siswa. Temuan ini menunjukkan bahwa model Problem Based Learning efektif meningkatkan kreativitas dan kemampuan kolaborasi siswa dalam pembelajaran IPA.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN DISCOVERY LEARNING TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA PELAJARAN BIOLOGI Berkat Iman Telaumbanua; Desman Telaumbanua; Novelina Andriani Zega; Agnes Renostini Harefa
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v6i2.9868

Abstract

ABSTRACT Low student engagement in the biology learning process often results in suboptimal learning outcomes, indicating the need for instructional models that can encourage student activeness and independence. This study aims to determine the effect of the Discovery Learning model on students’ learning outcomes in Biology at SMA Negeri 1 Sawo. The research employed a quantitative approach using an experimental method with a Pretest–Posttest Control Group Design. The sample consisted of two classes, namely an experimental class that applied the Discovery Learning model and a control class that used conventional learning. The research instrument was a learning outcome test in the form of eight essay questions used to measure students’ conceptual understanding before and after the treatment. The results of data analysis showed that the calculated t-value of 5.964 was greater than the t-table value of 2.001 at a significance level of 0.05, indicating a significant effect of the Discovery Learning model on students’ learning outcomes. These findings indicate that the implementation of Discovery Learning can enhance student engagement in the learning process and help students construct biological concepts more actively and independently. Therefore, the Discovery Learning model can serve as an effective and relevant instructional strategy to improve both the quality of the learning process and students’ biology learning outcomes at the secondary school level. ABSTRAK Rendahnya keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran biologi sering berdampak pada hasil belajar yang belum optimal, sehingga diperlukan model pembelajaran yang mampu mendorong keaktifan dan kemandirian siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Discovery Learning terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran Biologi di SMA Negeri 1 Sawo. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen melalui desain Pretest–Posttest Control Group Design. Sampel penelitian terdiri dari dua kelas, yaitu kelas eksperimen yang menerapkan model Discovery Learning dan kelas kontrol yang menggunakan pembelajaran konvensional. Instrumen penelitian berupa tes hasil belajar dalam bentuk esai sebanyak delapan butir soal yang digunakan untuk mengukur pemahaman konsep siswa sebelum dan sesudah perlakuan. Hasil analisis data menunjukkan bahwa nilai t_hitung sebesar 5,964 lebih besar daripada t_tabel sebesar 2,001 pada taraf signifikansi 0,05, sehingga menunjukkan adanya pengaruh signifikan model pembelajaran Discovery Learning terhadap hasil belajar siswa. Temuan ini menunjukkan bahwa penerapan Discovery Learning mampu meningkatkan keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran serta membantu siswa membangun pemahaman konsep biologi secara lebih aktif dan mandiri. Dengan demikian, model pembelajaran Discovery Learning dapat menjadi strategi pembelajaran yang efektif dan relevan untuk meningkatkan kualitas proses dan hasil belajar biologi di tingkat sekolah menengah.
ANALISIS PERSEPSI GURU DAN SISWA DALAM PEMBELAJARAN BIOLOGI PADA PENERAPAN KURIKULUM MERDEKA Yohana Gulo; Agnes Renostini Harefa; Hardikupatu Gulo; Toroziduhu Waruwu
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v6i2.9877

Abstract

ABSTRACT This study aims to analyze teachers’ and students’ perceptions of the implementation of the Merdeka Curriculum in Biology learning and to identify the challenges encountered during the learning process. The study employed a descriptive qualitative approach involving Biology teachers and tenth-grade students at SMA Negeri 1 Moro’o as research subjects. Data were collected through observation, in-depth interviews, and documentation, and were analyzed using data reduction, data display, and conclusion drawing. The results indicate that teachers perceive the Merdeka Curriculum as an educational innovation that provides flexibility in designing learning activities and encourages students to learn according to their interests and potential. Students also demonstrate positive perceptions because Biology learning is considered more engaging, flexible, and student-centered. The challenges faced by teachers include limited instructional time, varying levels of readiness in understanding the new curriculum, and limited resources and access to professional training. Meanwhile, the challenges experienced by students relate to limited learning facilities and laboratory resources. These findings emphasize that the successful implementation of the Merdeka Curriculum in Biology learning is influenced not only by curriculum design but also by teacher readiness, the availability of learning facilities, and a learning environment that supports active student engagement. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan menganalisis persepsi guru dan siswa terhadap penerapan Kurikulum Merdeka dalam pembelajaran Biologi serta mengidentifikasi kendala yang dihadapi selama proses pembelajaran. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan subjek guru Biologi dan siswa kelas X di SMA Negeri 1 Moro’o. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru memandang Kurikulum Merdeka sebagai inovasi pembelajaran yang memberikan fleksibilitas dalam merancang kegiatan belajar serta mendorong siswa untuk belajar sesuai minat dan potensi mereka. Siswa juga menunjukkan persepsi positif karena pembelajaran Biologi dinilai lebih menarik, fleksibel, dan berpusat pada siswa. Kendala yang dihadapi guru meliputi keterbatasan waktu, perbedaan tingkat kesiapan dalam memahami kurikulum baru, serta keterbatasan sumber daya dan akses pelatihan. Sementara itu, kendala yang dialami siswa berkaitan dengan keterbatasan fasilitas pembelajaran dan sarana praktikum. Temuan penelitian ini menegaskan bahwa keberhasilan implementasi Kurikulum Merdeka dalam pembelajaran Biologi tidak hanya ditentukan oleh desain kurikulum, tetapi juga oleh kesiapan guru, dukungan fasilitas pembelajaran, serta lingkungan belajar yang mendukung keterlibatan aktif siswa.