Hardikupatu Gulo
Program Studi Pendidikan Biologi, FKIP, Universitas Nias

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

PENGARUH PENDEKATAN GAMIFIKASI DALAM PEMBELAJARAN IPAS TERHADAP MINAT DAN HASIL BELAJAR SISWA Okteli Kristian Harefa; Toroziduhu Waruwu; Agnes Renostini Harefa; Hardikupatu Gulo
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v6i3.10661

Abstract

ABSTRACT This study aims to examine the effect of a gamification approach in teaching Integrated Science and Social Studies (IPAS) on students’ learning interest and learning outcomes in grade X at SMK Negeri 1 Gunungsitoli. The research problem arises from low student learning interest and suboptimal learning outcomes. Gamification is applied as an innovative instructional strategy that integrates game elements to enhance student engagement. This study employs a quantitative method with a pre-experimental design using a one-group pretest-posttest design. The sample consists of grade X students selected through purposive sampling. Data were collected using a learning interest questionnaire and learning outcome tests administered before and after the treatment, and then analyzed using a paired sample t-test. The results indicate that the implementation of gamification significantly improves students’ learning interest and learning outcomes, as evidenced by an increase in the average learning interest scores from pretest to posttest and a significance value of p < 0.05. In addition, the average student learning outcomes also improved, indicating the effectiveness of gamification in enhancing academic achievement. These findings confirm that gamification is an effective instructional strategy to improve students’ learning interest and outcomes in IPAS subjects. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendekatan gamifikasi dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) terhadap minat dan hasil belajar siswa kelas X di SMK Negeri 1 Gunungsitoli. Permasalahan penelitian berangkat dari rendahnya minat belajar serta pencapaian hasil belajar yang belum optimal. Pendekatan gamifikasi digunakan sebagai strategi pembelajaran inovatif yang mengintegrasikan elemen permainan untuk meningkatkan keterlibatan siswa. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain pre-eksperimental jenis one-group pretest-posttest design. Sampel penelitian adalah siswa kelas X yang dipilih secara purposive. Data dikumpulkan melalui angket minat belajar dan tes hasil belajar sebelum dan sesudah perlakuan, kemudian dianalisis menggunakan uji-t (paired sample t-test). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan gamifikasi secara signifikan meningkatkan minat dan hasil belajar siswa, yang ditunjukkan oleh peningkatan rata-rata skor minat belajar dari pretest ke posttest serta nilai signifikansi uji-t sebesar p < 0,05. Selain itu, rata-rata hasil belajar siswa juga mengalami peningkatan yang menunjukkan efektivitas gamifikasi dalam meningkatkan pencapaian akademik. Temuan ini menegaskan bahwa gamifikasi efektif sebagai strategi pembelajaran untuk meningkatkan minat dan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPAS.
PENGEMBANGAN MODUL BERBASIS INKUIRI PADA MATERI SISTEM PEREDARAN DARAH MANUSIA DI UPTD SMP NEGERI 4 GUNUNG SITOLI SELATAN Aldin Putra Jaya Laia; Novelina Andriani Zega; Toroziduhu Waruwu; Hardikupatu Gulo
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v6i1.9773

Abstract

teaching materials that have not yet encouraged students to think critically and solve problems independently in science learning at UPTD SMP Negeri 4 Gunungsitoli Selatan. This condition indicates the need for more innovative teaching materials that promote active student involvement in the learning process. This study aims to develop an inquiry-based module on the topic of the human circulatory system for eighth-grade junior high school students and to determine its feasibility, practicality, and effectiveness. The study employed a research and development method using the 4-D model consisting of define, design, develop, and disseminate stages. Data were collected through expert validation, student response questionnaires, and learning outcome tests. The results showed that the developed module obtained a very high level of validity from experts, a very high level of practicality based on student trials, and an effectiveness level that indicated improvement in student learning outcomes. These findings indicate that the inquiry-based module can support more active learning and help students better understand the concept of the human circulatory system. Therefore, the developed inquiry-based module is considered feasible, practical, and effective to be used as a teaching material in science learning for eighth-grade junior high school students. ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh penggunaan bahan ajar yang belum mampu mendorong peserta didik berpikir kritis dan memecahkan masalah secara mandiri pada pembelajaran IPA di UPTD SMP Negeri 4 Gunungsitoli Selatan. Kondisi tersebut menunjukkan perlunya pengembangan bahan ajar yang lebih inovatif dan berorientasi pada keterlibatan aktif peserta didik dalam proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan modul berbasis inkuiri pada materi sistem peredaran darah manusia kelas VIII SMP serta mengetahui tingkat kelayakan, kepraktisan, dan efektivitasnya. Penelitian ini menggunakan metode penelitian dan pengembangan dengan model 4-D yang meliputi tahap define, design, develop, dan disseminate. Pengumpulan data dilakukan melalui validasi ahli, respons peserta didik, serta tes hasil belajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modul yang dikembangkan memperoleh tingkat validitas sangat layak dari para ahli, tingkat kepraktisan yang sangat tinggi berdasarkan uji coba kepada peserta didik, serta tingkat efektivitas yang menunjukkan peningkatan hasil belajar. Temuan ini menunjukkan bahwa modul berbasis inkuiri dapat mendukung pembelajaran yang lebih aktif dan membantu peserta didik memahami konsep sistem peredaran darah manusia secara lebih baik. Dengan demikian, modul berbasis inkuiri yang dikembangkan dinyatakan layak, praktis, dan efektif untuk digunakan sebagai bahan ajar dalam pembelajaran IPA di kelas VIII SMP.
PENGARUH PENGGUNAAN E-MODUL TERHADAP PENINGKATAN LITERASI SAINS PESERTA DIDIK DI SMP NEGERI 1 GUNUNGSITOLI ALO'OA Mistariani Putri Hulu; Novelina Andriani Zega; Toroziduhu Waruwu; Hardikupatu Gulo
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v6i1.9823

Abstract

ABSTRACT The low level of students’ scientific literacy, particularly in the aspects of concept application and scientific reasoning, indicates a gap between the demands of the Merdeka Curriculum and teacher-centered instructional practices at SMP Negeri 1 Gunungsitoli Alo’oa. The use of interactive digital media has not been optimized, highlighting the need for more contextual and participatory learning innovations. This study aims to analyze the effect of E-module implementation on improving students’ scientific literacy. The research employed a quantitative approach using a quasi-experimental method with a Nonequivalent Control Group Design. The sample consisted of two purposively selected classes: an experimental class (using E-modules) and a control class (conventional learning). Data were collected through valid and reliable scientific literacy tests and questionnaires and analyzed using an Independent Samples t-test (α = 0.05). The results revealed a significant difference (Sig. < 0.05), with the experimental class achieving higher mean scores. These findings confirm that E-modules effectively enhance scientific literacy and provide empirical support for strengthening digital learning implementation within the Merdeka Curriculum at the junior secondary level. ABSTRAK Rendahnya literasi sains peserta didik, khususnya pada aspek penerapan konsep dan penalaran ilmiah, menunjukkan adanya kesenjangan antara tuntutan Kurikulum Merdeka dan praktik pembelajaran yang masih berpusat pada guru di SMP Negeri 1 Gunungsitoli Alo’oa. Pemanfaatan media digital interaktif belum optimal, sehingga diperlukan inovasi pembelajaran yang lebih kontekstual dan partisipatif. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh penggunaan E-modul terhadap peningkatan literasi sains siswa. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi experiment tipe Nonequivalent Control Group Design. Sampel terdiri atas dua kelas yang dipilih secara purposive, yaitu kelas eksperimen (menggunakan E-modul) dan kelas kontrol (pembelajaran konvensional). Data dikumpulkan melalui tes dan angket literasi sains yang valid dan reliabel, kemudian dianalisis menggunakan Independent Sample t-test (α = 0,05). Hasil menunjukkan perbedaan signifikan (Sig. < 0,05) dengan rata-rata literasi sains kelas eksperimen lebih tinggi. Temuan ini menegaskan bahwa E-modul efektif meningkatkan literasi sains dan memberikan kontribusi empiris terhadap penguatan pembelajaran digital berbasis Kurikulum Merdeka di tingkat SMP.
PENGEMBANGAN VIDEO PEMBELAJARAN BERBASIS DISCOVERY LEARNING PADA MATA PELAJARAN BIOLOGI Three Putri Nirmala Bu'ulolo; Toroziduhu Waruwu; Novelina Andriani Zega; Hardikupatu Gulo
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v6i2.9865

Abstract

ABSTRACT The rapid development of educational technology demands innovative learning media that can enhance student engagement and learning outcomes. However, Biology instruction at SMA Negeri 1 Susua is still dominated by lecture-based methods and textbooks, resulting in low student participation and learning outcomes that have not reached the Minimum Mastery Criteria (KKM). This condition indicates a gap between the demands of 21st-century student-centered learning and the current teacher-centered instructional practices, highlighting the need for media that facilitate independent concept discovery. This study aimed to develop a Discovery Learning–based instructional video for Grade XI Biology and to evaluate its feasibility, practicality, and effectiveness. This study employed a Research and Development (R&D) approach using the ADDIE model (analysis, design, development, implementation, and evaluation). The research subjects were 26 students of class XI-MIPA. The instruments included expert validation sheets, student response questionnaires, and learning outcome tests, which were analyzed descriptively using a Likert scale and percentage techniques. The results showed that the developed video achieved a feasibility level of 82.29% (feasible) and a practicality level of 88.53% (very practical). The average learning outcome score reached 81.92 with a classical mastery level of 84.62%. Therefore, the Discovery Learning–based instructional video developed in this study is considered feasible, practical, and effective for Biology learning. ABSTRAK Perkembangan teknologi pendidikan menuntut inovasi media pembelajaran yang mampu meningkatkan keterlibatan dan hasil belajar peserta didik. Namun, pembelajaran Biologi di SMA Negeri 1 Susua masih didominasi metode ceramah dan buku paket sehingga partisipasi siswa rendah dan hasil belajar belum mencapai KKM. Kondisi ini menunjukkan kesenjangan antara tuntutan pembelajaran abad ke-21 yang berpusat pada siswa dengan praktik pembelajaran yang masih berpusat pada guru, sehingga diperlukan media yang mendorong penemuan konsep secara mandiri. Penelitian ini bertujuan mengembangkan video pembelajaran berbasis Discovery Learning pada mata pelajaran Biologi kelas XI serta menilai kelayakan, kepraktisan, dan efektivitasnya. Penelitian ini merupakan Research and Development (R&D) dengan model ADDIE (analisis, desain, pengembangan, implementasi, evaluasi). Subjek penelitian adalah 26 peserta didik kelas XI-MIPA. Instrumen meliputi lembar validasi ahli, angket respon siswa, dan tes hasil belajar yang dianalisis secara deskriptif menggunakan skala Likert dan persentase. Hasil menunjukkan tingkat kelayakan sebesar 82,29% (layak) dan uji kepraktisan sebesar 88,53% (sangat praktis). Nilai rata-rata hasil belajar mencapai 81,92 dengan ketuntasan klasikal 84,62%. Dengan demikian, video pembelajaran berbasis Discovery Learning yang dikembangkan dinyatakan layak, praktis, dan efektif untuk pembelajaran Biologi.
ANALISIS PERSEPSI GURU DAN SISWA DALAM PEMBELAJARAN BIOLOGI PADA PENERAPAN KURIKULUM MERDEKA Yohana Gulo; Agnes Renostini Harefa; Hardikupatu Gulo; Toroziduhu Waruwu
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v6i2.9877

Abstract

ABSTRACT This study aims to analyze teachers’ and students’ perceptions of the implementation of the Merdeka Curriculum in Biology learning and to identify the challenges encountered during the learning process. The study employed a descriptive qualitative approach involving Biology teachers and tenth-grade students at SMA Negeri 1 Moro’o as research subjects. Data were collected through observation, in-depth interviews, and documentation, and were analyzed using data reduction, data display, and conclusion drawing. The results indicate that teachers perceive the Merdeka Curriculum as an educational innovation that provides flexibility in designing learning activities and encourages students to learn according to their interests and potential. Students also demonstrate positive perceptions because Biology learning is considered more engaging, flexible, and student-centered. The challenges faced by teachers include limited instructional time, varying levels of readiness in understanding the new curriculum, and limited resources and access to professional training. Meanwhile, the challenges experienced by students relate to limited learning facilities and laboratory resources. These findings emphasize that the successful implementation of the Merdeka Curriculum in Biology learning is influenced not only by curriculum design but also by teacher readiness, the availability of learning facilities, and a learning environment that supports active student engagement. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan menganalisis persepsi guru dan siswa terhadap penerapan Kurikulum Merdeka dalam pembelajaran Biologi serta mengidentifikasi kendala yang dihadapi selama proses pembelajaran. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan subjek guru Biologi dan siswa kelas X di SMA Negeri 1 Moro’o. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru memandang Kurikulum Merdeka sebagai inovasi pembelajaran yang memberikan fleksibilitas dalam merancang kegiatan belajar serta mendorong siswa untuk belajar sesuai minat dan potensi mereka. Siswa juga menunjukkan persepsi positif karena pembelajaran Biologi dinilai lebih menarik, fleksibel, dan berpusat pada siswa. Kendala yang dihadapi guru meliputi keterbatasan waktu, perbedaan tingkat kesiapan dalam memahami kurikulum baru, serta keterbatasan sumber daya dan akses pelatihan. Sementara itu, kendala yang dialami siswa berkaitan dengan keterbatasan fasilitas pembelajaran dan sarana praktikum. Temuan penelitian ini menegaskan bahwa keberhasilan implementasi Kurikulum Merdeka dalam pembelajaran Biologi tidak hanya ditentukan oleh desain kurikulum, tetapi juga oleh kesiapan guru, dukungan fasilitas pembelajaran, serta lingkungan belajar yang mendukung keterlibatan aktif siswa.