M. Rizal Harnanto
Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

INTERNALISASI NILAI-NILAI SIFAT-SIFAT WAJIB BAGI ALLAH DALAM PEMBENTUKAN AKIDAH AHLUSSUNNAH WALJAMA'AH PESERTA DIDIK SMP ISLAM NASHIHUDDIN BANDAR LAMPUNG M. Rizal Harnanto; Deden Makbuloh; Muhammad Mustofa
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v6i3.13686

Abstract

ABSTRACT The predominance of aqidah instruction that emphasizes rote memorization rather than meaningful understanding has limited the development of students’ theological convictions, highlighting the need for a learning approach that effectively internalizes theological values. This study aims to analyze the process of internalizing the values of the twenty obligatory attributes of Allah in strengthening the Ahlussunnah wal Jama’ah (Aswaja) creed, examine its influence on students’ theological reasoning, and identify the supporting and inhibiting factors at SMP Islam Nashihuddin Bandar Lampung. This study employed a descriptive qualitative approach with a field research design. Data were collected through observations, interviews, and document analysis, and were analyzed using data reduction, data display, and conclusion drawing, with credibility ensured through triangulation. The findings reveal that the internalization process was implemented systematically through three interconnected stages: transformation, transaction, and transinternalization, integrating knowledge transmission, reflective dialogue, and religious habituation. This process effectively transformed students’ learning orientation from rote memorization into rational and reflective theological understanding grounded in both ‘aqli (rational) and naqli (scriptural) arguments. The study further demonstrates that the effectiveness of aqidah learning depends on the integration of value internalization supported by a religious school culture, strong instructional competence, and school leadership. These findings contribute conceptually to the development of a value-based aqidah learning model in Islamic schools. Future studies are recommended to validate this model through mixed methods or comparative approaches across broader educational contexts. ABSTRAK Rendahnya pemahaman akidah di kalangan peserta didik yang masih berorientasi pada hafalan tanpa penghayatan makna menunjukkan perlunya pendekatan pembelajaran yang mampu menginternalisasikan nilai-nilai teologis secara lebih mendalam. Penelitian ini bertujuan menganalisis proses internalisasi nilai-nilai sifat-sifat wajib bagi Allah dalam membentuk akidah Ahlussunnah wal Jama’ah, mengkaji pengaruhnya terhadap pembentukan pola pikir teologis peserta didik, serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi keberhasilannya di SMP Islam Nashihuddin Bandar Lampung. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan jenis field research. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan tahapan reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dengan pengujian keabsahan melalui triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa internalisasi berlangsung secara sistematis melalui tahapan transformasi, transaksi, dan transinternalisasi yang mengintegrasikan penyampaian materi, dialog reflektif, serta pembiasaan religius sehingga mampu mengubah orientasi belajar peserta didik dari sekadar menghafal menuju pemahaman akidah yang rasional, reflektif, dan berlandaskan dalil aqli serta naqli. Temuan ini menegaskan bahwa keberhasilan pembelajaran akidah ditentukan oleh integrasi proses internalisasi nilai yang didukung budaya religius sekolah, kompetensi guru, dan kepemimpinan kepala sekolah, sehingga memberikan kontribusi konseptual bagi pengembangan model pembelajaran akidah berbasis nilai di sekolah Islam. Penelitian selanjutnya disarankan menguji model tersebut melalui pendekatan mixed methods atau komparatif pada konteks pendidikan yang lebih beragam.