Bambang Winarji
PG PAUD FKIP UNS

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PEMBENTUKAN PERAN GENDER ANAK BERDASARKAN PERSPEKTIF POLA ASUH ORANG TUA SUKU JAWA Ayuputri Ekka Nurhaliza; Anayanti Rahmawati; Bambang Winarji
Early Childhood Education and Development Journal Vol 5, No 2 (2023): Early Childhood Education and Development Journal
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/ecedj.v5i2.102364

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana kondisi pengasuhan di suku jawa terkait dengan pemberian informasi mengenai peran gender kepada anak. Menggunakan metode penelitian kualitatif fenomenologi, penelitian ini dilakukan dengan 2 kali pertemuan yaitu wawancara dan observasi. Subjek penelitian ini adalah 8 responden (4 pasang orang tua), dan 4 anak usia 4-5 tahun yang berasal dari Desa Banyudono, Kecamatan Kuwiran, Kabupaten Boyolali. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi dengan menggunakan triangulasi teknik. Menunjukan bahwa responden yang lahir, besar, dan menetap di jawa sudah memiliki kecenderungan patriarki yang menurun.
PENGARUH BERMAIN OUTDOOR MELALUI CIRCUIT TRAINING TERHADAP FISIK MOTORIK KASAR ANAK Nyla Arum Kusumawati; Anayanti Rahmawati; Bambang Winarji
Early Childhood Education and Development Journal Vol 6, No 1 (2024): Early Childhood Education and Development Journal
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/ecedj.v6i1.102463

Abstract

Fisik motorik kasar pada anak merupakan kemampuan anak dalam melakukan gerakan yang memanfaatkan otot-otot besar yang penting sebagai dasar bekal anak dalam melakukan mobilitas gerak di kehidupannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh bermain outdoor melalui circuit training terhadap perkembangan fisik motorik kasar pada anak usia 5-6 tahun atau kelompok B TK Negeri Pembina Sukoharjo. Bermain outdoor melalui circuit training adalah sebuah metode yang dikonsepkan untuk merangsang aspek perkembangan fisik motorik anak dalam meningkatkan kemampuan motorik kasar. Subjek penelitian ini yaitu empat belas anak yang terdiri dari tujuh anak laki-laki dan tujuh anak perempuan. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan desain one group pretest-posttest. Hasil penelitian ini uji hipotesis dinyatakan Ha diterima dan Ho ditolak yang artinya terdapat peningkatan fisik motorik kasar pada anak melalui bermain outdoor dengan metode circuit training, dibuktikan dengan adanya peningkatan presentase pada posttest dengan peningkatan presentase sebesar 18,68%.
PEMBIASAAN TOLONG, TERIMA KASIH DAN MAAF DALAM PENINGKATAN SOPAN SANTUN BERBICARA ANAK Miftakhul Falaah Imtikhani Nurfadila; Upik Elok Endang Rasmani; Bambang Winarji
Early Childhood Education and Development Journal Vol 5, No 1 (2023): Early Childhood Education and Development Journal
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/ecedj.v5i1.102294

Abstract

Pembentukan karakter yang baik pada anak adalah hal yang sangat penting untuk ditanamkan kepada anak sejak dini. Pembentukan karakter dapat dilakukan melalui hal-hal sederhana. Salah satunya adalah pembiasaan mengucapkan kata “tolong”, “terima kasih” dan  “maaf”. Ketiga kata tersebut merupakan kata yang sederhana namun seringkali dilupakan. Penggunaan kata tersebut merupakan bentuk sopan santun berbicara pada anak. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui penerapan pembiasaan kata “tolong”, “terima kasih” dan  “maaf” untuk meningkatkan sopan santun berbicara anak usia 4-5 tahun. Metode penelitian yang digunakan yaitu kuantitatif dengan jenis quasi experiment dengan tipe non equivalent control group design. Penelitian ini terdiri dari kelompok eksperimen sebanyak dari 28 anak dan kelompok kontor sebanyak dari 27 anak. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan angket. Data hasil penelitian kemudian dianalisis dengan metode statistik parametrik. Hasil penelian menunjukkan bahwa pembiasaan kata “tolong”, “terima kasih” dan  “maaf” pada kelompok eksperimen memiliki pengaruh yang signifikan terhadap sopan santun berbicara anak usia 4-5 tahun.