Anayanti Rahmawati
PG PAUD FKIP UNS

Published : 12 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

CHILDREN’S SCHOOL READINESS ENTERING ELEMENTARY SCHOOL Anayanti Rahmawati
Early Childhood Education and Development Journal Vol 1, No 1 (2019): Early Childhood Education and Development Journal
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (256.521 KB) | DOI: 10.20961/ecedj.v1i1.33250

Abstract

School readiness is the readiness that children must have to enter elementary school. School readiness includes the abilities that children need to learn well in school so that school success can be achieved. This research is a phenomenological qualitative research which aims to obtain an overview of school readiness that children have when entering the first grade of elementary school. The informants of this study were the first grade elementary school teachers totaling five people. The results of the study show that school readiness must have to be prepared early is the child's internal readiness, family readiness and school institution readiness. The child's internal readiness consists of cognitive readiness and social emotional readiness. Although cognitive readiness has been possessed by majority children, but social emotional readiness has not been fully achieved, even though it seems less attention to its achievements. This condition should not be ignored, because the realization of optimal children's internal school readiness is a combination of cognitive readiness and emotional social readiness. In addition, family preparedness and readiness of school institutions must also be sought as a form of support for children, so that children's school readiness is expected to be fully achieved optimally.
PEMBENTUKAN PERAN GENDER ANAK BERDASARKAN PERSPEKTIF POLA ASUH ORANG TUA SUKU JAWA Ayuputri Ekka Nurhaliza; Anayanti Rahmawati; Bambang Winarji
Early Childhood Education and Development Journal Vol 5, No 2 (2023): Early Childhood Education and Development Journal
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/ecedj.v5i2.102364

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana kondisi pengasuhan di suku jawa terkait dengan pemberian informasi mengenai peran gender kepada anak. Menggunakan metode penelitian kualitatif fenomenologi, penelitian ini dilakukan dengan 2 kali pertemuan yaitu wawancara dan observasi. Subjek penelitian ini adalah 8 responden (4 pasang orang tua), dan 4 anak usia 4-5 tahun yang berasal dari Desa Banyudono, Kecamatan Kuwiran, Kabupaten Boyolali. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi dengan menggunakan triangulasi teknik. Menunjukan bahwa responden yang lahir, besar, dan menetap di jawa sudah memiliki kecenderungan patriarki yang menurun.
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF ARTICULATE STORYLINE UNTUK MENGENALKAN BANGUN DATAR Eva Febriana Puspitasari; Anayanti Rahmawati; Jumiatmoko Jumiatmoko
Early Childhood Education and Development Journal Vol 6, No 1 (2024): Early Childhood Education and Development Journal
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/ecedj.v6i1.102462

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan media pembelajaran interaktif Articulate Storyline dalam mengenalkan bangun datar pada anak usia 3-4 tahun. Penelitian ini menggunakan metode penelitian dan pengembangan (Research and Development) dengan model Plomp. Penelitian dan pengembangan model Plomp terdiri dari 5 langkah yaitu tahap investigasi awal, tahap desain, tahap realisasi, tahap tes, evaluasi dan revisi, serta tahap implementasi. Subjek penelitian ini adalah 14 anak dengan usia 3-4 tahun di KB Pelita Bunda Benowo. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini adalah wawancara, observasi, angket dan unjuk kerja anak. Analisis data menggunakan analisis data desktiptif kuantitatif dan deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini adalah media pembelajaran interaktif Articulate Storyline mendapatkan hasil penilaian sebesar 98,3% dari ahli materi, 99,18% dari ahli media, 88,85% dari guru, 91,96% dari hasil uji coba pengembangan, dan 95,12% dari hasil implementasi produk. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran interaktif Articulate Storyline layak digunakan sebagai media pembelajaran untuk mengenalkan’ bangun datar pada anak usia 3-4 tahun.
PENGARUH ARTICULATE STORYLINE 3 TERHADAP KEMAMPUAN MENGENAL LAMBANG BILANGAN ANAK USIA DINI Aulia Fadhilah Indrawan; Anayanti Rahmawati; Ruli Hafidah
Early Childhood Education and Development Journal Vol 5, No 3 (2023): Early Childhood Education and Development Journal
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/ecedj.v5i3.102324

Abstract

Pendidikan anak usia dini memiliki peran penting dalam membentuk dasar pengembangan anak sejak usia dini. Melalui pendidikan ini, anak dapat belajar mengenai keterampilan kognitif, sosial, fisik, dan emosional yang akan membantu mereka tumbuh dan berkembang dengan baik di masa depan. Mengenal lambang bilangan merupakan salah satu keterampilan pada aspek kognitif, penggunaan media pembelajaran sangat berpengaruh dalam penyampaian materi ketika di dalam kelas. Sehingga dapat menghasilkan keaktifan serta ketertarikan anak dan hasil belajar dapat meningkat. Articulate storyline 3 merupakan salah satu media interaktif yang dapat digunakan untuk mengenalkan lambang bilangan kepada anak. Tujuan dari penelitian ini adalah: meningkatkan kemampuan mengenal lambang bilangan anak usia 4-5 tahun melalui penggunaan media interaktif, yaitu articulate storyline pada anak kelompok A TK Aisyiyah 32 Karangasem Surakarta. Metode penelitian ini menggunakan jenis pre eksperimen dengan pendekatan kuantitatif serta desain penelitian One Group Pretest-Postest. Pengumpulan data menggunakan test dan analisis data menggunakan Statistical Product and Service Solution (SPSS) 25 teknik shapiro wilk dengan nilai signifikansinya >0,01. Populasi dalam penelitian ini adalah anak kelompok A1 TK Aisyiyah 32 Karangasem, Surakarta dengan jumlah sampel yang diambil yaitu 16 anak. Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan antara hasil pretest dan posttest terdapat peningkatan sebesar 26,72% dari nilai rata-rata berkaitan dengan penggunaan media articulate storyline 3 terhadap kemampuan mengenal lambang bilangan anak usia 4-5 tahun di TK Aisyiyah 32 Karangasem, Surakarta.
ANALISIS KEMANDIRIAN ANAK USIA 5-6 TAHUN Frisma Fani Rahmawati; Anayanti Rahmawati; Novita Eka Nurjanah
Early Childhood Education and Development Journal Vol 5, No 1 (2023): Early Childhood Education and Development Journal
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/ecedj.v5i1.102297

Abstract

Anak usia dini disebut juga sebagai masa golden age atau masa emas yang hanya terjadi satu kali sepanjang hidup. Anak di masa golden age ini memiliki kemampuan yang perlu dikembangkan, salah satunya ialah kemandirian. Kemandirian pada anak tidak hanya berlaku untuk masa kini, akan tetapi berpengaruh penting dalam masa depan mereka saat dewasa nanti. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif untuk mengetahui kemandirian anak usia 5-6 tahun di Kampung Plaosan Kelurahan Purworejo dengan memperhatikan 7 indikator kemandirian pada anak usia dini. Populasi dan sampel pada penelitian adalah anak usia 5-6 tahun berjumlah 35 anak di Kampung Plaosan Kelurahan Purworejo. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah kuisioner dan dokumentasi. Data yang diperoleh kemudian dianalisis dengan menggunakan rumus persentase deskriptif. Hasil penelitian dan pembahasan yang telah dilakukan menunjukkan bahwa secara umum kemandirian anak usia 5-6 tahun di Kampung Plaosan Kelurahan Purworejo pada kriteria BSB (Berkembang Sangat Baik) namun terdapat perbedaan skor antara data kuisioner dari orang tua dan data kuisioner dari guru. Persentase data dari orang tua 78,47% dan data dari guru 77,57%.
PENGARUH BERMAIN OUTDOOR MELALUI CIRCUIT TRAINING TERHADAP FISIK MOTORIK KASAR ANAK Nyla Arum Kusumawati; Anayanti Rahmawati; Bambang Winarji
Early Childhood Education and Development Journal Vol 6, No 1 (2024): Early Childhood Education and Development Journal
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/ecedj.v6i1.102463

Abstract

Fisik motorik kasar pada anak merupakan kemampuan anak dalam melakukan gerakan yang memanfaatkan otot-otot besar yang penting sebagai dasar bekal anak dalam melakukan mobilitas gerak di kehidupannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh bermain outdoor melalui circuit training terhadap perkembangan fisik motorik kasar pada anak usia 5-6 tahun atau kelompok B TK Negeri Pembina Sukoharjo. Bermain outdoor melalui circuit training adalah sebuah metode yang dikonsepkan untuk merangsang aspek perkembangan fisik motorik anak dalam meningkatkan kemampuan motorik kasar. Subjek penelitian ini yaitu empat belas anak yang terdiri dari tujuh anak laki-laki dan tujuh anak perempuan. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan desain one group pretest-posttest. Hasil penelitian ini uji hipotesis dinyatakan Ha diterima dan Ho ditolak yang artinya terdapat peningkatan fisik motorik kasar pada anak melalui bermain outdoor dengan metode circuit training, dibuktikan dengan adanya peningkatan presentase pada posttest dengan peningkatan presentase sebesar 18,68%.
EFEKTIVITAS INCIDENTAL LEARNING DALAM MENINGKATKAN KOSAKATA BAHASA INGGRIS ANAK USIA DINI Farida Nur Khasanah; Anayanti Rahmawati; Nurul Kusuma Dewi
Early Childhood Education and Development Journal Vol 5, No 2 (2023): Early Childhood Education and Development Journal
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/ecedj.v5i2.102366

Abstract

Bahasa merupakan aspek perkembangan yang penting dalam masa tumbuh dan kembang anak usai 5-6 tahun, bahasa mencerminkan kemampuan anak dalam berkomunikasi. Kosakata merupakan salah satu aspek perkembangan dalam peningkatan bahasa anak. Kosakata dapat membantu anak untuk berkomunikasi, berinterkasi serta menyurahkan ide dan gagasanya dengan orang lain. tujuan penelitian adalah untuk mengetahui efektivitas metode pembelajaran incidental learning dalam meningkatkan kosakata anak usia 5-6 tahun, penelitian dilaksanakan di TK A Laweyan Surakarta. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif experiment one group pretest and one group posttes. Populasi terdiri dari 23 anak usia 5-6 tahun dan sampel berjumlah 23 anak. Metode pembelajaran incidental learning merupak metode pembelajaran bahasa yang menggunakan interaksi dalam proses pembelajarannya serta metode yang konsep pelaksanaanyan berupa kegiatan pembelajaran yang menyenakan dan ringan sehingga tidak akan membebankan peserta didik dalam proses pembelajaranya. Konsep pembelajaran incidental learning dan konsep pembelajaran anak usia dini sama sehingga metode pembelajaran tersebut dapat diterapkan pada lingkungan sekolah anak usia dini. Hasil penelitian menunjukan terdapat perubahan yang signifikan terhadap kemapuan kosakata bahasa inggris anak setelah diberikan treatment atau perlakuan berupa pelaksanaan pembelajaran menggunakan metode incidental learning.
EFEKTIVITAS PENDEKATAN PEMBELAJARAN STEAM TERHADAP KEMAMPUAN KERJASAMA ANAK USIA DINI Vera Risqi; Anayanti Rahmawati; Nurul Shofiatin Zuhro
Early Childhood Education and Development Journal Vol 5, No 3 (2023): Early Childhood Education and Development Journal
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/ecedj.v5i3.102337

Abstract

Pendekatan pembelajaran STEAM adalah pendekatan pembelajaran yang memadukan berbagai bidang ilmu yaitu science, technology, engineering, arts, dan mathematic yang dapat mendorong anak untuk selalu ingin mencari tahu dan sifatnya dekat dengan diri anak, serta membantu anak memperoleh keterampilan  berpikir kritis, memecahkan masalah, dan kerjasama. pendekatan pembelajaran ini dapat digunakan untuk meningkatkan kemampuan bekerjasama anak. Kemampuan kerjasama merupakan aktivitas bekerja secara bersama-sama dalam sebuah kelompok untuk mencapai tujuan bersama. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui efektivitas pendekatan pembelajaran STEAM terhadap kemampuan kerjasama anak usia 5-6 tahun. Penelitian ini menggunakan pre-experimental designs dengan bentuk one group before-after (pretest-posttest) design. Teknik uji validitas dalam penelitian ini menggunakan uji validitas konstruksi. Teknik analisis data yang dilakukan dalam penelitian ini menggunakan statistic parametrik Uji T dengan paired sample t-test. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa pendekatan pembelajaran STEAM efektif dalam meningkatkan kemampuan kerjasama anak usia 5-6 tahun, terlihat pada peningkatan nilai rata-rata pretest dan posttest. Hasil yang awalnya sebesar 20,07 meningkat menjadi 42,67. Berdasarkan penjelasan tersebut, dapat ditarik kesimpulan bahwa pendekatan pembelajaran STEAM dapat  meningkatkan kemampuan kerjasama anak usia 5-6 tahun.
HUBUNGAN KESEJAHTERAAN PSIKOLOGIS DENGAN KINERJA GURU PAUD Emmi Estikhomah; Anayanti Rahmawati; Warananingtyas Palupi
Early Childhood Education and Development Journal Vol 5, No 2 (2023): Early Childhood Education and Development Journal
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/ecedj.v5i2.102367

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengtahui hubungan kesejahteraan psikologis dengan kinerja guru, yang menjadi latar belakang pada penelitian ini yaitu terdapat berbagai kendala yang timbul pada masa pandemi ini, kendala ini meliputi tuntutan kepada guru untuk lebih kreatif dalam memilih dan menyediakan kegiatan pembelajaran secara daring serta keterbatasan sarana dan prasarana yang mengakibatkan pembelajaran kurang maksimal. Adanya kendala ini namun guru masih tetap semangat dalam menjalani pekerjaannya, hal ini membuktikan bahwa terdapat hubungan antara kesejahteraan psikologis dengan kinerja guru. Populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh guru pendidikan anak usia dini di Kecamatan Tanon. Sampel penelitian diambil menggunakan teknik sampling jenuh sehingga semua anggota populasi berjumlah 54 guru. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan jenis penelitian korelasional. Teknik pengunpulan data yang digunakan yaitu melalui kuesioner. Berdasarkan analisis data menggunakan uji korelasi Pearson Product Moment menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,001<0,05 yang memiliki arti terdapat hubungan antara kesejahteraan psikologis dengan kinerja guru. Penelitian ini menunjukkan nilai uji korelasi sebesar 0,433. Nilai positif pada hasil uji ini berarti hubungan antar variabel searah. Apabila kesejahteraan psikologis tinggi maka kinerja guru akan tinggi dan apabila kesejahteraan psikologis remdah maka kinerja guru juga akan rendah.
PENGARUH PROJECT BASED LEARNING BERBASIS KEARIFAN LOKAL TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS ANAK Dilla Nailil Hidayah; Anayanti Rahmawati; Jumiatmoko Jumiatmoko
Early Childhood Education and Development Journal Vol 6, No 1 (2024): Early Childhood Education and Development Journal
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/ecedj.v6i1.102467

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh project based learning berbasis kearifan lokal terhadap peningkatan perkembangan kemampuan berpikir kritis pada anak usia 5-6 tahun. Metode penelitian yang dilakukan menggunakan penelitian pre-eksperimental, dengan menggunakan desain penelitian pretest post-test one group design. Penerapan project based learning berbasis kearifan lokal dilaksanakan sebanyak tujuh pertemuan. Pengukuran tingkat kemampuan berpikir kritis anak menggunakan metode tes yang terdiri dari tes unjuk kerja dan tes lisan. Partisipan dalam penelitian ini adalah anak usia 5-6 tahun (N=23) di TK Cahaya Umat Karanganon Klaten. Data dalam penelitian dianalisis menggunakan uji sampel paired t-test untuk mengetahui pengaruh project based learning berbasis kearifan lokal. Hasil dari pengolahan data menunjukkan nilai signifikansinya 0,00 yang artinya penerapan project based learning berbasis kearifan lokal dapat berpengaruh terhadap kemampuan berpikir kritis anak usia 5-6 tahun. Kemampuan berpikir kritis pada anak ditandai dengan anak mampu mengenal perbedaan ukuran benda, mengurutkan benda berdasarkan ukuran, mengklasifikasikan benda berdasarkan warna dan bentuk, mengklasifikasikan benda ke dalam kelompok yang sama, menunjukkan aktivitas yang bersifat eksploratif dan menyelidiki, membedakan sifat dua benda, memecahkan masalah sederhana dalam kehidupan sehari- hari, mengkritisi sesuatu dan memutuskan untuk menyetujui atau menolak pendapat orang lain.