Nurul Kusuma Dewi
PGPAUD FKIP Universitas Sebelas Maret

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

MENINGKATKAN KEMAMPUAN MOTORIK HALUS ANAK USIA 5-6 TAHUN MELALUI TEKNIK MONTASE Sri Waryanti; Nurul Kusuma Dewi
Early Childhood Education and Development Journal Vol 8, No 1 (2026): Early Childhood Education and Development Journal
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/ecedj.v8i1.116383

Abstract

Penelitian ini dilakukan di salah satu taman kanak-kanak di Surakarta yang didasarkan pada rendahnya koordinasi mata-tangan, kontrol penggunaan alat, serta kelenturan pergelangan tangan anak TK  di kelas B. Penelitian ini menggunakan kegiatan montase yang bertujuan untuk meningkatkan motorik halus anak usia 5-6 tahun. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model Kemmis dan McTaggart yang terdiri dari perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian berjumlah 13 anak kelas B. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, dokumentasi, dan penilaian kinerja dengan instrumen lembar observasi perkembangan motorik halus. Analisis data menggunakan analisis deskriptif kuantitatif dan kualitatif dengan indikator ketuntasan klasikal 75%, sedangkan indikator yang diukur dalam penelitian ini yaitu koordinasi mata dan tangan, kontrol penggunaan alat dan kelenturan pergelangan tangan. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan pada setiap siklus. Ketuntasan klasikal meningkat dari 4% pada pratindakan menjadi 35% pada siklus I dan mencapai 85% pada siklus II. Kegiatan montase terbukti efektif karena melibatkan aktivitas menggunting, menempel, mengatur posisi gambar, serta koordinasi visual-motorik secara terpadu. Penelitian menyimpulkan bahwa montase dapat menjadi alternatif strategi pembelajaran yang efektif dalam menstimulasi perkembangan motorik halus anak usia dini.
MENINGKATKAN MOTORIK HALUS ANAK 4-5 TAHUN MELALUI KEGIATAN SENI RUPA 2 DIMENSI Husnul Khatimah; Nurul Kusuma Dewi
Early Childhood Education and Development Journal Vol 7, No 1 (2025): Early Childhood Education and Development Journal
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/ecedj.v7i1.108299

Abstract

Kemampuan motorik halus merupakan gerakan yang melibatkan bagian tubuh tertentu dan dilakukan oleh otot-otot kecil. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan motorik halus anak usia 4-5 tahun melalui aktivitas seni rupa dua dimensi. Indikator yang diamati meliputi gerakan manipulatif, koordinasi mata dan tangan, serta kelenturan pergelangan tangan. Penelitian ini menggunakan pendekatan tindakan kelas dengan subjek sebanyak 22 anak. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dokumentasi, dan tes. Validitas data diuji melalui triangulasi sumber dan teknik, sementara analisis data dilakukan secara kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kemampuan motorik halus anak di setiap siklus. Pada tahap pratindakan, ketuntasan gerakan manipulatif sebesar 11%, koordinasi mata dan tangan 13%, dan kelenturan pergelangan tangan 9%. Pada siklus I, ketuntasan mencapai 27% (6 anak), siklus II meningkat menjadi 68% (15 anak), dan siklus III mencapai 90% (20 anak) pada setiap indikator. Dengan demikian, kegiatan seni rupa dua dimensi terbukti efektif dalam meningkatkan kemampuan motorik halus anak usia 4-5 tahun
PROFIL KOMPETENSI KEPRIBADIAN DAN SOSIAL GURU PAUD Fadhillah Chonifat Larasati; Nurul Kusuma Dewi
Early Childhood Education and Development Journal Vol 7, No 2 (2025): Early Childhood Education and Development Journal
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/ecedj.v7i2.109067

Abstract

Kompetensi kepribadian adalah kemampuan seorang guru untuk menciptakan konsep diri yang lebih baik sehingga dapat dijadikan role model oleh peserta didik dalam berperilaku. Sementara itu, kompetensi sosial adalah kemampuasn guru di dalam membangun relasi dengan peserta didik dan orang-orang lain terkait keberhasilan pembelajaran, seperti rekan guru, orang tua/wali murid, dan masyarakat setempat. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan profil kompetensi kepribadian dan sosial guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Taman Kanak-Kanak (TK) Gugus Budi Mulya, Kecamatan Baki, Kabupaten Sukoharjo. Kompetensi kepribadian dan sosial merupakan aspek penting yang berpengaruh terhadap kualitas pembelajaran serta hubungan interpersonal guru dengan anak, orang tua, dan lingkungan  sekolah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan teknik pengumulan data menggunakan angket kepada 50 guru TK. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa kompetensi kepribadian guru berada pada presentase 93% dan kompetensi sosial 92%, keduanya termasuk kategori sangat baik. Penelitian ini menegaskan bahwa pengembangan kedua kompetensi tersebut sangat penting untuk meningkatkan profesionalisme guru dan kualitas pendidikan anak usia dini, sehingga tercipta lingkungan belajar yang mendukung perkembangan holistik anak.