Kemampuan motorik halus merupakan gerakan yang melibatkan bagian tubuh tertentu dan dilakukan oleh otot-otot kecil. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan motorik halus anak usia 4-5 tahun melalui aktivitas seni rupa dua dimensi. Indikator yang diamati meliputi gerakan manipulatif, koordinasi mata dan tangan, serta kelenturan pergelangan tangan. Penelitian ini menggunakan pendekatan tindakan kelas dengan subjek sebanyak 22 anak. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dokumentasi, dan tes. Validitas data diuji melalui triangulasi sumber dan teknik, sementara analisis data dilakukan secara kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kemampuan motorik halus anak di setiap siklus. Pada tahap pratindakan, ketuntasan gerakan manipulatif sebesar 11%, koordinasi mata dan tangan 13%, dan kelenturan pergelangan tangan 9%. Pada siklus I, ketuntasan mencapai 27% (6 anak), siklus II meningkat menjadi 68% (15 anak), dan siklus III mencapai 90% (20 anak) pada setiap indikator. Dengan demikian, kegiatan seni rupa dua dimensi terbukti efektif dalam meningkatkan kemampuan motorik halus anak usia 4-5 tahun
Copyrights © 2025