Muhammad Al Aziz
Universitas Negeri Padang

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Peran E-Kelurahan dalam Meningkatkan Pelayanan Administrasi di Kelurahan Belakang Tangsi, Kota Padang Hasdan Syaf Maulana; Muhammad Al Aziz; Muhammad Farel; Rahman Fadillah; Yulia Hanoselina; Yuliarti Yuliarti
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 3 No. 03 (2026): JUNI - JULI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelayanan publik yang berbasis digital menjadi salah satu langkah strategis pemerintah untuk meningkatkan mutu layanan administrasi bagi masyarakat. Penerapan sistem E-Kelurahan di Kelurahan Belakang Tangsi adalah wujud dari digitalisasi pemerintahan yang bertujuan menghadirkan layanan administrasi yang lebih efektif, efisien, transparan, dan mudah diakses oleh masyarakat. Permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini adalah bagaimana peran E-Kelurahan dalam peningkatan layanan administrasi di Kelurahan Belakang Tangsi serta tantangan yang dihadapi dalam pelaksanaannya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis peran E-Kelurahan dalam meningkatkan kualitas pelayanan administrasi publik di Kelurahan Belakang Tangsi. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui studi literatur dan dokumentasi dari berbagai sumber seperti jurnal, buku, artikel ilmiah, dan dokumen resmi yang berhubungan dengan layanan publik dan digitalisasi pemerintahan. Penelitian ini menggunakan teori New Public Service dari Denhardt dan Denhardt untuk menganalisis layanan publik yang berfokus pada kebutuhan masyarakat. Hasil dari penelitian mengindikasikan bahwa penerapan E-Kelurahan memiliki kontribusi signifikan dalam meningkatkan efektivitas dan efisiensi pelayanan administrasi, mempercepat proses layanan, meningkatkan transparansi pelayanan publik, serta meningkatkan kepuasan masyarakat. Namun, pelaksanaan E-Kelurahan masih menemui beberapa tantangan seperti keterbatasan infrastruktur teknologi, rendahnya literasi digital masyarakat, dan kemampuan aparatur yang terbatas dalam penggunaan teknologi informasi. Oleh karena itu, dibutuhkan peningkatan mutu infrastruktur teknologi, pelatihan bagi aparatur, dan sosialisasi kepada masyarakat agar layanan administrasi berbasis digital dapat berjalan lebih optimal.