Bima Satrio Utama
Universitas Bina Insan

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengaruh Budaya Kerja dan Disiplin Kerja Terhadap Kinerja Pegawai dengan Motivasi Kerja sebagai Variabel Moderasi pada Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Lubuklinggau Bima Satrio Utama; Surajiyo Surajiyo; Ade Famalika; Yulpa Raberta
Journal Social Society Vol. 6 No. 3 (2026): Juli - September 2026
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54065/jss.6.3.2026.1505

Abstract

Kinerja pegawai pada Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Lubuklinggau masih memerlukan peningkatan melalui penguatan budaya kerja, disiplin kerja, dan motivasi kerja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh budaya kerja dan disiplin kerja terhadap kinerja pegawai dengan motivasi kerja sebagai variabel moderasi pada Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Lubuklinggau. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Populasi penelitian terdiri dari seluruh pegawai Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Lubuklinggau yang berjumlah 47 orang, terdiri atas 33 Pegawai Negeri Sipil dan 14 Tenaga Kerja Sukarela. Sampel penelitian ditentukan menggunakan teknik sampling jenuh, sehingga seluruh anggota populasi dijadikan responden penelitian. Instrumen penelitian berupa kuesioner dengan skala Likert yang disusun berdasarkan indikator budaya kerja, disiplin kerja, motivasi kerja, dan kinerja pegawai. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner skala Likert, observasi, dan wawancara. Analisis data dilakukan dengan metode Partial Least Square berbantuan SmartPLS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial budaya kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai, dengan nilai t-statistik sebesar 2,572 dan p-value sebesar 0,010. Hal ini menunjukkan bahwa semakin baik budaya kerja yang diterapkan, maka semakin tinggi pula kinerja pegawai. Sebaliknya, disiplin kerja tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai, dengan nilai t-statistik sebesar 1,415 dan p-value sebesar 0,157, meskipun memiliki arah hubungan positif. Motivasi kerja sebagai variabel moderasi tidak mampu memoderasi hubungan antara budaya kerja dan disiplin kerja terhadap kinerja pegawai. Hal ini dibuktikan dengan hasil pengujian yang menunjukkan nilai t-statistik masing-masing sebesar 0,855 (p-value 0,393) dan 0,929 (p-value 0,353), yang berarti tidak signifikan. Implikasi penelitian ini menunjukkan bahwa peningkatan kinerja pegawai perlu difokuskan pada penguatan budaya kerja yang positif dan profesional dalam lingkungan organisasi.