Dyonisa Nasirochmi Pakha
Laboratorium Farmakologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Sebelas Maret

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pelatihan Kader Kesehatan dalam Pemberdayaan Poskestren di Pondok Pesantren Al Amaanah Karanganyar Selfi Handayani; Ida Nurwati; Jarot Subandono; Muthmainah Muthmainah; Danus Hermawan; Dyah Ratna Budiani; Fikar Arsyad Hakim; Dyonisa Nasirochmi Pakha; Agus Jati Sunggoro
Smart Society Empowerment Journal Vol 5, No 2 (2025): Juli
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/ssej.v5i2.94068

Abstract

Pendahuluan: Pos Kesehatan Pesantren (Poskestren) adalah suatu bentuk upaya untuk meningkatkan kesehatan warga pesantren. Para kader poskestren, yang meliputi para santri, perlu memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam pemeriksaan vital sign (VS), antropometri, serta perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah memberikan pengetahuan, pemahaman dan keterampilan pelatihan VS, antropometri, dan PHBS kepada kader kesehatan di pos kesehatan pesantren.Metode: Sosialisasi dan pelatihan keterampilan pemeriksaan VS, antropometri, dan PHBS dilaksanakan pada bulan Juli 2024. Terdapat 30 orang kader kesehatan poskestren beserta 10 pamong yang mengikuti acara ini. Pemateri dan instruktur memberikan materi menggunakan media presentasi, pamflet, dan tanya-jawab. Kemudian kegiatan dilanjutkan dengan melatih keterampilan kader secara langsung. Sebelum dilakukan sosialisasi dan pelatihan, peserta melaksanakan pre-test, dan kemudian diikuti dengan post-test setelah mendapatkan pelatihan.Hasil dan pembahasan: Hasil evaluasi terhadap pengetahuan tentang PHBS pada kader Kesehatan memperlihatkan bahwa 80% (24 kader) telah mengalami peningkatan pengetahuan dari yang awalnya hanya 24% (7 kader). Nilai pretest dan post-test keterampilan VS dan antropometri memperlihatkan perbedaan, yaitu terjadi peningkatan pengetahuan tentang vital sign dan antropometri. Setelah dilakukan pelatihan pemeriksaan vital sign dan antropometri, semua kader sudah dapat melakukan pemeriksaan dengan baik.Kesimpulan: Sosialisasi dan pelatihan keterampilan dapat meningkatkan pengetahuan tentang PHBS, pemeriksaan VS, dan antropometri. Semua kader kesehatan yang dilatih sudah dapat melaksanakan pemeriksaan VS dan antropometri dengan baik.