Arifatul Dzakiyyah
Program Studi Kedokteran, Fakultas Kedokteran, Universitas Sebelas Maret, Surakarta, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Edukasi dan Implementasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) Sebagai Upaya Pencegahan Stunting di SDN 1 & 2 Plosorejo Yulia Sari; Qonita Nailurrahmah; Arifatul Dzakiyyah; Gladera Wedpavica Zealtito Zulfan; Aini Nur Lu'lu'atul Muqoddamah; Diana Khoirun Dini; Gisella Imara Indirasari Bravand; Marsyanda Jalasena Mysea; Noel Bintang Krisyandi; Stephanie Ardhya Gabriela Lubis
Smart Society Empowerment Journal Vol 4, No 1 (2024): Maret
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/ssej.v4i1.78300

Abstract

Pendahuluan: Stunting masih menjadi masalah utama kesehatan masyarakat di Indonesia, termasuk di Kabupaten Wonogiri. Salah satu faktor yang mendorong terjadinya stunting adalah pola hidup tidak sehat. Oleh karena itu diperlukan adanya peningkatan penerapan PHBS sebagai salah satu upaya pencegahan stunting. Pengabdian ini mengajak siswa/i sekolah dasar untuk turut berpartisipasi dalam pencegahan stunting melalui pengenalan PHBS sejak dini. Tujuan dari pengabdian ini yaitu untuk meningkatkan pemahaman dan menanamkan urgensi penerapan PHBS pada siswa/i sebagai upaya pencegahan stunting di Desa Plosorejo, Kabupaten Wonogiri.Metode: Kegiatan pengabdian dilaksanakan di SDN 1 & 2 Plosorejo yang berlokasi di Desa Plosorejo, Kecamatan Kismantoro, Kabupaten Wonogiri pada tanggal 27-28 Juli 2023. Kegiatan meliputi sosialisasi, edukasi, dan demonstrasi PHBS. Selain itu dilaksanakan pretest dan posttest untuk mengetahui peningkatan pemahaman siswa/i pada 80 responden siswa/i SDN 1 dan 2 Plosorejo. Data dianalisis menggunakan analisis univariat dan uji Uji T pada program SPSS.Hasil dan pembahasan: Rata-rata pretest siswa/i adalah 59,50, sedangkan rata-rata posttest siswa/i menjadi 85,25. Pada uji T ditemukan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara sebelum dan sesudah dilaksanakannya edukasi dan implementasi pada siswa/i SDN 1 & 2 Plosorejo dengan p value 0,000. Hal tersebut berarti adanya sosialisasi dan edukasi yang diberikan berdampak positif terhadap siswa/i di SDN 1 & 2 Plosorejo dengan meningkatnya pemahaman siswa/i terkait urgensi penerapan PHBS.Kesimpulan: Terdapat perbedaan yang signifikan antara sebelum dan sesudah dilaksanakannya edukasi dan implementasi pada siswa/i SDN 1 & 2 Plosorejo. Peningkatan tersebut menunjukkan keberhasilan program yang telah terlaksana dengan baik pada 27-28 Juli 2023 di SDN 1 & 2 Plosorejo.
Faktor Risiko Mortalitas pada Anak dengan COVID-19 di Rumah Sakit Dr. Moewardi Surakarta Arifatul Dzakiyyah; Sri Martuti; Fadhilah Tia Nur
Plexus Medical Journal Vol. 3 No. 3 (2024): Juni
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/plexus.v3i3.1032

Abstract

Pendahuluan: COVID-19 adalah penyakit infeksi saluran pernapasan yang dapat menyerang semua usia, termasuk anak-anak. Hingga saat ini, penelitian mengenai faktor risiko mortalitas pada pasien anak dengan COVID-19 khususnya di negara berkembang masih terbatas dengan hasil yang bervariasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis usia, jenis kelamin, komorbid, status gizi, gejala klinis, temuan laboratorium, dan temuan radiologi sebagai prediktor mortalitas COVID-19. Metode: Penelitian menggunakan metode deskriptif desain cross sectional, dilakukan pada bulan Maret-September di Rumah Sakit Dr. Moewardi dengan jumlah sampel sebanyak 70 pasien dengan data sekunder dan diolah menggunakan SPSS analisis chi square dan uji regresi logistik. Hasil: Dari 70 pasien yang diteliti dalam penelitian ini 20% di antaranya mengalami mortalitas. Berdasarkan analisis multivariat terdapa tiga variabel yang memengaruhi mortalitas yaitu komorbid (OR = 82,023, 95% CI: 1,625-4139,152, p = 0,028), status gizi (OR = 43,843, 95% CI: 1,640-1179,148, p = 0,024), dan temuan laboratorium (OR = 70,838, 95% CI 4,222-1188,483, p = 0,003). Sementara variabel usia, jenis kelamin, gejala klinis, dan temuan radiologi tidak menunjukkan hasil yang signifikan pada analisis bivariat. Kesimpulan: Faktor risiko yang memengaruhi mortalitas yaitu pasien dengan komorbid, status gizi malnutrisi, dan temuan laboratorium abnormal.