Anastasia Aclaritas Chloris Tat
Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Nusa Cendana

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Description of Stress Coping Strategies in Teachers of Asuhan Kasih and Stage SLB in Kupang City in 2024 Anastasia Aclaritas Chloris Tat; Noorce Christiani Berek; Soni Doke
Media Kesehatan Masyarakat Vol 8 No 1 (2026): Media Kesehatan Masyarakat (April)
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/mkm.v8i1.22207

Abstract

Abstrak Guru SLB memiliki peran penting dalam proses pembelajaran, guru SLB memiliki tingkat stres yang lebih tinggi karena lebih dominan serta harus lebih sabar pada saat memberikan pengajaran. Coping Stress merupakan suatu cara atau usaha yang dapat dilakukan untuk menghadapi sebuah masalah, menanggulangi dan mengatasi stres yang dapat berupa tuntutan maupun ancaman yang terjadi sesuai dengan kemampuan yang dimiliki individu. Strategi coping stress dibedakan menjadi dua bentuk yaitu problem focused coping dan emotional focused coping. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran Strategi Coping Stress pada Guru SLB Asuhan Kasih dan SLB Negeri Pembina di Kota Kupang. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Pengambilan sampel pada penelitian ini peneliti menggunakan total keseluruhan jumlah populasi, sehingga sampel yang digunakan berjumlah 47 Guru. Instrumen penelitian yang digunakan berupa kuisioner. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa Guru SLB Asuhan Kasih dan SLB Negeri Pembina menggunakan strategi emotional focused coping sebanyak 29 orang (61,7%), dan 18 orang (38,3%) menggunakan strategi problem focused coping. Rentang umur >41 tahun berada pada frekuensi terbesar strategi emotional focused coping yaitu sebanyak 17 orang (36,1%). Guru perempuan berada pada frekuensi terbesar strategi emotional focused coping yaitu sebanyak 25 orang (53,2%). Tingkat Pendidikan Sarjana (S1) berada pada frekuensi terbesar strategi emotional focused coping yaitu sebanyak 28 orang (59,6%). Masa kerja >6 tahun berada pada frekuensi terbesar strategi emotional focused coping yaitu sebanyak 24 orang (51,1%). Saran bagi guru diharapkan untuk saling terbuka pada orang lain atas permasalahan yang sedang dialami.