Dwi Anggraini
STIK Siti Khadijah

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

COMPARISON OF ANTIFUNGAL INHIBITORY EFFECT OF FLUCONAZOLE AND ITRACONAZOLE AGAINST CANDIDA ALBICANS ATCC 10231 USING DISC DIFFUSION METHOD Edy Sapada; Khairunnisa Khairunnisa; Dwi Anggraini; Wita Asmalinda
Indonesian Global Journal Of Medical Research and Development Vol 2 No 1 (2026)
Publisher : Universitas Indo Global Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36982/igjmrd.v2i1.7379

Abstract

Latar Belakang : Infeksi jamur oportunistik yang disebabkan oleh Candida albicans masih menjadi tantangan medis global seiring meningkatnya risiko resistensi terhadap antijamur golongan azole, khususnya Flukonazol dan Itrakonazol. Pengawasan efektivitas obat secara berkala menggunakan standar acuan strain sangat krusial untuk menjamin kualitas terapi klinis. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi isolat uji serta membandingkan efektivitas antijamur hambat daya antara Flukonazol dan Itrakonazol terhadap pertumbuhan Candida albicans ATCC 10231. Metode : Penelitian eksperimental laboratorium ini diawali dengan konfirmasi identitas isolat secara makroskopis pada media Potato Dextrose Agar (PDA) dan mikroskopis dengan KOH 10%. Uji aktivitas antijamur dilakukan menggunakan metode difusi cakram ( disc diffusion method ) terhadap delapan jenis sampel sediaan (baku, generik, dan paten) Flukonazol dan Itrakonazol pada konsentrasi setara 800 mg/mL dengan tiga kali replikasi. Data diameter zona hambat diuji homogenitasnya dan dianalisis menggunakan uji statistik t-test . Hasil : Karakterisasi mengkonfirmasi isolat sebagai Candida albicans dengan ciri koloni putih berbau, berbau asam ragi, serta memiliki bentuk sel ragi oval Gram-positif dan pseudohifa. Seluruh sampel antijamur menghasilkan diameter zona bening di atas 10 mm (kategori kuat). Uji homogenitas menunjukkan sebaran data yang konsisten (P=0,243). Hasil Independent t-test menunjukkan rerata total zona hambat Itrakonazol (15,37 ± 1,02 mm) secara signifikan lebih tinggi dibandingkan Flukonazol (13,41 ± 0,74 mm) dengan nilai selisih 1,96 mm (P = 0,000). Kesimpulan : Flukonazol dan Itrakonazol memiliki aktivitas antijamur yang kuat terhadap Candida albicans ATCC 10231, namun Itrakonazol menunjukkan efek inhibisi yang secara signifikan lebih unggul dibandingkan Flukonazol karena keunggulan afinitas struktur molekulnya.