Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Studi Efektivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Rimpang Bangle (Zingiber Purpureum Roxb) terhadap Patogen Shigella Dysenteriae Khairunnisa, Khairunnisa; Ramadhani, Yessi; Sapada, Edy
Generics: Journal of Research in Pharmacy Vol 5, No 1 (2025): Generics: Journal of Research in Pharmacy, Volume 5, Edisi 1, 2025
Publisher : Faculty of Medicine, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/genres.v5i1.25307

Abstract

Shigella dysenteriae merupakan bakteri penyebab infeksi terutama di daerah saluran  pencernaan. Efek toksin yang dihasilkan menimbulkan diare yang encer dan muntah-muntah, lebih lanjut dihasilkan feses disertai nanah dan darah. Umumnya diare berdarah atau disentri dapat disembuhkan menggunakan antibiotik, namun penggunaan yang tidak tepat dapat menyebabkan resistensi. Pemanfaatan rimpang bangle (Zingiber purpureum Roxb), yang diketahui memiliki efek antibakteri, merupakan salah satu alternatif yang menjanjikan dalam mengatasi permasalahan resistensi bakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas antibakteri ekstrak etanol rimpang bangle terhadap bakteri penyebab diare berdarah atau disentri Shigella dysenteriae. Metode eksperimental digunakan sebagai metode difusi cakram dengan varian konsentrasi 25%, 50%, 75% dan 100%, Ciprofloxacin sebagai kontrol positif dan akuades sebagai kontrol negatif. Penelitian menunjukkan ekstrak rimpang bangle terdeteksi adanya senyawa alkaloid, flavonoid, fenol, dan tanin dengan diameter zona hambat yang dihasilkan sebesar 8,8 mm (25%), 12,8 mm (50%), 13,8 mm (75%), 14,3 mm (100%), dan 25,3 mm (ciprofloxacin). Adanya aktivitas antibakteri ekstrak etanol rimpang bangle (Zingiber purpureum Roxb) terhadap pertumbuhan Shigella dysenteriae. 
PENGGUNAAN OBAT KOLESTROL DAN PENGENDALIANNYA Khairunnisa; Yunilda Rosa; Nur Ihsan Kamilah; Alinda Tania; Mayaranti Wilsya; Abu Rachman
Ukhuwah : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2023): UKHUWAH : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : STIK SITI KHADIJAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52395/ujpkm.v1i2.392

Abstract

Kolesterol merupakan lemak yang berwarna kekuningan dan berbentuk seperti lilin yang diproduksi oleh tubuh manusia terutama di dalam hati. Berdasarkan Kemenkes (2016), prevalensi penyakit kolesterol di Indonesia adalah 42%. Sedangkan untuk prevalensi penyakit kolesterol di sumatera selatan ialah 24,5%. Menurut konsensus Pengelolaan kolesterol di Indonesia, penyuluhan dan perencanaan makan merupakan pilar utama dalam penatalaksanaan kolesterol. Oleh karena itu perencanaan makan dan penyuluhannya kepada pasien kolesterol haruslah mendapat perhatian yang besar. Kegiatan penyuluhan dilakukan di Jl. Veteran Lrg. RRi Pertama No. 432 Palembang yang diikuti oleh 26 orang yang berasal dari daerah sekitar dengan memberikan paparan materi dan melakukan pengecekan kadar kolestrol. Hasil kegiatan menunjukan bahwa masyarakat di Jl. Veteran Lrg. RRi Pertama. No. 432 Palembang mampu memahami penyebab kolestrol dan cara mengatasi kolestrol secara nonfarmakologi atau perubahan gaya hidup serta penggunaan obat kolestrol yang rasional. Kesimpulan, peserta kegiatan penyuluhan mengetahui dan memahami tentang penggunaan obat terutama pada penanganan kolestrol. Saran, untuk kegiatan pengabdian selanjutnya baiknya melibatkan tenaga gizi untuk edukasi pola makan serta jenis makanan yang baik untuk dikonsumsi para penderita penyakit kolesterol.
SOSIALISASI POTENSI AKTIVITAS ANTIPIRETIK DAUN KACAPIRING DI KELURAHAN 9 ILIR KECAMATAN ILIR TIMUR 3 KOTA PALEMBANG Sigit Cahyo H; Khairunnisa; Yunilda Rosa; Wulandari; Dini Afriliza
Ukhuwah : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2024): UKHUWAH : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : STIK SITI KHADIJAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52395/ujpkm.v2i2.465

Abstract

Demam adalah reaksi tubuh terhadap infeksi dan kondisi sakit lainya. Saat demam, suhu tubuh menjadi lebih tinggi dari suhu normal (36-37℃) bila di ukur dengan termometer yang di letakan di lidah atau di bawah ketiak. Salah satu obat yang sering di gunakan masyarakat untuk menurunkan demam adalah paracetamol. Paracetamol. Parecetamol lebih aman digunakan, hanya saja pengunaan obat ini dalam waktu lama menyebabkan kerusakan pada ginjal, otak, liver (hepatotoksik), ganguan pada sistem pencernaan, mekanisme sistem percernaan, mekanisme sistem pernapasan dan berdampak efek hematologi. Oleh karena itu perlu di carikan solusi untuk mengurangi efek samping dari tindakan tersebut, salah satunya dengan mengunakan jenis tanaman tradisional yang di percaya sebagai bahan terapi demam. Kegiatan penyuluhan dilakukan di Kelurahan 9 Ilir Kec. Ilir Timur 3 yang diikuti oleh 20 orang yang berasal dari daerah sekitar dengan memberikan paparan materi dantanya jawab. Hasil kegiatan menunjukan bahwa masyarakat di Kelurahan 9 Ilir Kec. Ilir Timur 3 mampu memahami penyebab demam dan cara mengatasinya dengan menggunakan kacapiring sebagai alternatif pengobatan demam.
Effect of Aerobic Fermentation on Total Phenolic, Flavonoid, and Antioxidant Activity of Leucaena leucocephala (Lam.) de Wit Dewantara, Jeisen Pajar; Marpaung, Mauritz Pandapotan; Khairunnisa; Hidayati, Nurul; Setiawansyah, Arif
Ad-Dawaa: Journal of Pharmaceutical Sciences Vol. 8 No.1 (2025)
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/djps.v8i1.57063

Abstract

Introduction: Leucaena leucocephala (Lam.) de Wit., commonly known as the petai cina plant, contains significant concentrations of bioactive compounds, particularly flavonoids and phenolic compounds, and demonstrates substantial antioxidant properties. These beneficial compounds, however, can be significantly influenced by various processing methods, with fermentation during simplicia preparation being a notable factor. Aims: This research investigated the impact of fermentation on three key characteristics of petai cina leaf extract: total flavonoid content, total phenolic content, and antioxidant activity. Methods: The study utilized experimental methodology, incorporating both qualitative and quantitative analyses to evaluate these properties. The results revealed that five days fermentation demonstrated the highest value of TFC, TPC, and antioxidant activity. Result: The extract yielded a TFC of 279.08 mg QE/g, while TPC measured 282.34 mg GAE/g. The antioxidant activity demonstrated notable potency, with an IC50 and AAI values of 69.66 µg/mL and 0.574. Conclusion: These findings conclusively demonstrate that the fermentation process significantly influences the concentration of flavonoids and phenolic compounds, yet unsignificant impact antioxidant activity in the extract. This enhanced understanding of fermentation's effects on bioactive compounds in L. leucocephala provides valuable insights for optimizing processing methods to maximize the plant's therapeutic potential.
EDUKASI KESEHATAN KULIT PADA MASYARAKAT DI KECAMATAN GANDUS Wilsya, Mayaranti; Agustin, Yeni; Khairunnisa; Wahyudi, Achmad
Ukhuwah : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2025): UKHUWAH : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : STIK SITI KHADIJAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52395/ujpkm.v3i1.495

Abstract

Skin health should be prioritized to reduce the number of patients with skin problems such as acne, blackheads, and so on. Skin health may not be a top priority for economically disadvantaged communities. However, if skin health is not maintained, it can lead to various diseases that can actually trigger significant financial expenditures for the healing process. In addition to the diseases caused by skin problems, skin diseases can lead to decreased enthusiasm for activities and decreased self-confidence. Therefore, regular programs such as skin health care are necessary for underprivileged communities. The results obtained showed that public understanding before being given education was in the good category, namely 10 people (35.7%), while after being given education, there was an increase in public understanding, namely in the good category, namely 22 people (78.5%). Through educational activities, it is hoped that this will increase public understanding and change behavior in realizing a healthy family from an Islamic perspective.
UJI EFEKTIFITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL DAGING BUAH JERUK MANIS (Citrus sinensis L) TERHADAP Staphylococcus epidermidis Yunilda Rosa; Sigit Cahyo H; Khairunnisa; Alinda Tania; Nur Ihsan Kamilah
Jurnal Kesehatan : Jurnal Ilmiah Multi Sciences Vol 13 No 2 (2023): JURNAL KESEHATAN : JURNAL ILMIAH MULTI SCIENCES
Publisher : STIK SITI KHADIJAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52395/jkjims.v13i2.383

Abstract

Indonesia memiliki beragam jenis dan macam tumbuhan yang tesebar di berbagai daerah. Salah satunya adalah tanaman jeruk manis yang digunakan sebagai pengobatan akibat infeksi bakteri Staphylococcus epidermidis. Jeruk manis diketahui memiliki beberapa kandungan, diantaranya senyawa fenolik dan flavonoid. Tujuan dari penelitian ini adalah penelitian eksperimental dengan menggunakan metode difusi cakram dengan konsentrasi 20%, 30%, 50% dan 80%, kontrol positif menggunakan Clindamycin dan kontrol negatif menggunakan DMSO. Hasil penelitian yang telah dilakukan, ekstrak daging buah jeruk manis memiliki efektivitas terhadap Staphylococcus epidermidis dimana pada konsentrasi 20% dan 30% memiliki kategori zona hambat “kuat” sedangkan pada konsentrasi 50% dan 80% memiliki kategori zona hambat “sangat kuat”. Analisis data menggunakan uji One Way Anova dan dilanjutkan dengan menggunakan uji Post-Hoc LSD. Hasil uji One Way Anova menunjukkan ekstrak daging buah jeruk manis memiliki efektivitas antibakteri (sig. = 0.000). Hasil penelitian yang telah dilakukan bahwa ekstrak daging buah jeruk manis memiliki efektivitas sebagai antibakteri.
STUDI EFEKTIVITAS ANTIOKSIDAN FRAKSI N-HEKSAN, ETIL ASETAT, DAN AIR DAUN SENGGUGU (Clerodendrum serratum) Khairunnisa; Yunilda Rosa; Mia Hafiza
Jurnal Kesehatan : Jurnal Ilmiah Multi Sciences Vol 14 No 2 (2024): JURNAL KESEHATAN : JURNAL ILMIAH MULTI SCIENCES
Publisher : STIK SITI KHADIJAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52395/jkjims.v14i2.451

Abstract

Peningkatan polusi lingkungan menyebabkan peningkatan produksi radikal bebas dalam tubuh manusia. Senyawa antioksidan alami dapat dihasilkan sendiri oleh tubuh, namun tidak cukup untuk mengikat radikal bebas secara efektif, maka di butuhkan sumber antioksidan yang lainnya. Daun dari tanaman senggugu (Clerodendrum serratum) adalah salah satu tanaman obat tradisional yang dapat bertindak sebagai antioksidan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas antioksidan dari fraksi n- heksan, fraksi etil asetat dan fraksi air daun senggugu (Clerodendrum serratum) terhadap vitamin C dengan metode DPPH. Jenis penelitian ini adalah eksperimental dengan melakukan uji efektivitas antioksidan yang terdapat pada fraksi n-heksan, etil asetat dan air daun senggugu (Clerodendrum serratum) terhadap redaman radikal bebas DPPH menggunakan Spektrofotometri UV-Vis. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan kandungan metabolit sekunder yang terkandung pada ekstrak, fraksi n-heksan, etil asetat, dan air berdasarkan kepolaran masing-masing senyawa, serta terdapat perbedaan nilai IC50 dari masing-masing sampel uji yaitu ekstrak kental 47,00 ppm, fraksi n-heksan 258,20 ppm, fraksi etil asetat 20,5 ppm, dan fraksi air 88,6 ppm dengan efektivitas Vitamin C yang memiliki nilai IC50 8,67 ppm. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa fraksi etil asetat merupakan fraksi dengan aktivitas antioksidan paling tinggi dan memilki efektivitas hampir setara dengan vitamin C, sedangkan ekstrak, fraksi n-heksan, dan fraksi air memilki perbedaan yang signifikan (p>0,05) terhadap efektivitas antioksidan vitamin C.
PELATIHAN PEMBUATAN SEDIAAN SABUN CAIR PERASAN BUAH JERUK NIPIS Khairunnisa; Sigit Cahyo H; Achmad wahyudi; Yeni Agustin; Nurul Hidayah
Ukhuwah : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2023): UKHUWAH : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : STIK SITI KHADIJAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52395/ujpkm.v1i1.365

Abstract

Masyarakat kelurahan Pulokerto, sebagian besar berprofesi sebagai buruh Pabrik Karet dan serabutan sehingga memiliki tingkat perekonomian yang relatif rendah. Oleh karena itu diperlukan adanya upaya untuk meningkatkan pendapatan masyarakat sekitar dengan cara memberikan pengetahuan dan informasi mengenai potensi dan manfaat tanaman obat tradisional yang bersumber dari bahan alam, salah satunya adalah perasan buah Jeruk Nipis (Citrus aurantifolia). Jeruk Nipis mengandung minyak atsiri dan vitamin C yang tinggi serta beberapa senyawa metabolit seperti flavonoid pada perasan buah jeruk nipis yang dapat menghambat pertumbuhan bakteri. Perasan buah jeruk nipis dinilai cukup potensial sebagai bahan baku pembuatan sedian sabun cair. Kegiatan penyuluhan dilakukan di wilayah Kelurahan Pulokerto dengan memberikan paparan materi dan praktek pembuatan sedian sabun cair perasan buah jeruk nipis (Citrus aurantifolia). Hasil kegiatan menunjukan bahwa masyarakat kelurahan Pulokerto mampu memahami pembuatan sabun cair perasan buah jeruk nipis (Citrus aurantifolia). Diharapkan masyarakat dapat memanfaatkaan sabun cair tersebut dalam kegiatan sehari-hari dan dapat menjadi sumber pendapatan masyarakat setempat.
EDUKASI PENGGUNAAN SUNSCREEN PADA MASYARAKAT DI KELURAHAN 9 ILIR Khairunnisa; Wulandari Eka Putri; Yunilda Rosa; Mayaranti Wilsya; Sigit Cahyo Hardiansyah; febby ola yolandari; Suryasin
Ukhuwah : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2025): UKHUWAH : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : STIK SITI KHADIJAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52395/ujpkm.v3i2.523

Abstract

Di Indonesia, kanker kulit merupakan salah satu keganasan dengan prevalensi yang terus meningkat, dimana paparan radiasi ultraviolet diperkirakan terkait dengan 80%-90% kasus kanker kulit. Penggunaan tabir surya terbukti efektif mengurangi kejadian kanker kulit melanoma dan non-melanoma, seperti ditunjukkan dalam uji coba terkontrol acak di Australia yang menemukan penurunan 40% insiden karsinoma sel skuamosa pada pengguna tabir surya harian. Namun, pengetahuan masyarakat tentang pemilihan dan penggunaan tabir surya yang aman masih rendah. Kegiatan penyuluhan dilakukan di Jl. Veteran Lrg. RRI Pertama No. 432 Palembang dengan 26 peserta melalui paparan materi dan evaluasi tanya jawab. Hasil menunjukkan peningkatan pemahaman masyarakat tentang penggunaan tabir surya dari 16% (pretest) menjadi 80% (posttest), menandakan efektivitas program edukasi dalam meningkatkan kesadaran pencegahan kanker kulit.
ANALISIS PERENCANAAN PENGADAAN OBAT DENGAN METODE KOMBINASI ABC-VEN DI GUDANG FARMASI PUSKESMAS X KABUPATEN BANYUASIN PERIODE 2022 Mayaranti Wilsya; Achmad Wahyudi; Sunitha Mardha Lingga; Yunilda Rosa; Khairunnisa; Sigit Cahyo Hardiansyah; Enny Octaviana
Jurnal Farmasi IKIFA Vol. 4 No. 2 (2025): JURNAL FARMASI IKIFA VOL. 4 NO. 2 JULI TAHUN 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan IKIFA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Drug procurement planning significantly impacts the quality of pharmaceutical services in Public Health Centres (PHC). Therefore, it's crucial to ensure proper planning to avoid stockpiling of unnecessary drugs and shortages of vital medications, which can ultimately decrease the quality of care. This study investigates the use of the ABC-VEN analysis method to optimize drug procurement planning within budget constraints at PHC X. Employing a descriptive, non-experimental design with retrospective data, the study analyzed drug demand data from January to December 2022. Primary data was collected through in-depth interviews with informants regarding the drug procurement planning process. The ABC-VEN analysis conducted for the period January-December 2022 categorized the drugs as follows: DAK drugs - 22 items (Priority), 87 items (Main), and 8 items (Additional); DPR drugs - 7 items (Main) and 2 items (Additional); JKN drugs - 10 items (Main) and 1 item (Additional). Based on the ABC-VEN analysis of drug procurement planning at PHC X for the January-December 2022 period, a total of 137 drug items were planned by the pharmacy warehouse. These were categorized as: 22 items in Group P (Priority), 104 items in Group U (Main), and 11 items in Group T (Additional).