Marsidi Said
prodi K3 UIGM

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PENGARUH TIDUR TERHADAP KESEHATAN PEKERJA: PERKEMBANGAN TERKINI DAN IMPLIKASI KESEHATAN KERJA Marsidi Said; Arie Anggara; Imron
Indonesian Global Journal Of Medical Research and Development Vol 2 No 1 (2026)
Publisher : Universitas Indo Global Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36982/igjmrd.v2i1.7386

Abstract

Latar Belakang: Tidur merupakan kebutuhan mendasar yang berdampak pada produktivitas dan kesehatan pekerja secara keseluruhan. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa kuantitas dan kualitas tidur memiliki dampak signifikan terhadap berbagai aspek kesehatan pekerja, termasuk fungsi kognitif, kesehatan kardiovaskular, dan metabolisme. Artikel ini mengintegrasikan temuan terbaru mengenai mekanisme biologi, faktor risiko okupasional, dan intervensi strategi untuk meningkatkan kesehatan tidur pekerja. Kesimpulannya, manajemen tidur yang optimal merupakan komponen kritis dari program kesehatan kerja yang terintegrasi. Metode: Pendekatan observasi sistematis pada basis data akademik utama, termasuk PubMed, Scopus, Web of Science, dan Google Scholar. Pencarian dilakukan dengan menggunakan kombinasi kata kunci berikut: "petugas kesehatan tidur", "pekerja kurang tidur", "pekerja berkualitas tidur", "tidur kerja shift", "durasi tidur pekerja penyakit kardiovaskular", "tidur kelelahan di tempat kerja", dan "pekerja produktivitas tidur". Hasil: Gangguan tidur mempengaruhi 30–37% pekerja, yang sebagian besar disebabkan oleh jam kerja yang panjang, kelelahan akibat pekerjaan (burnout), dan bahaya fisik di tempat kerja. Gangguan ini menyebabkan defisit kognitif yang parah dan secara signifikan meningkatkan risiko kardiovaskular serta metabolik melalui jalur biologis dan psikologis yang kompleks. Penerapan intervensi individu dan organisasi yang terarah, seperti terapi kognitif perilaku untuk insomnia berbasis digital (digital CBT-I) dan adaptasi shift kerja, secara penting memulihkan keselamatan, kesehatan, dan produktivitas pekerja sekaligus menghasilkan keuntungan ekonomi yang substansial. Kesimpulan: Kualitas dan durasi tidur merupakan penentu penting bagi kesehatan, keselamatan, dan produktivitas kerja. Mengingat tingginya prevalensi global gangguan tidur (30–56%) yang mendorong risiko kardiovaskular, metabolik, kesehatan mental, dan keselamatan melalui jalur biologi dan psikologis, intervensi di tempat kerja yang terarah sangat diperlukan untuk mengurangi dampak tersebut