Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Implementasi Penentuan Tingkat Risiko dan Kebutuhan Personel Keselamatan Konstruksi di Proyek Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Kota Palembang Hendra Kelana; Avicenna; Arie Anggara
Jurnal Tekno Global Vol. 14 No. 02
Publisher : UNIVERSITAS INDO GLOBAL MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36982/jtg.v14i02.5924

Abstract

ABSTRACT In response to the serious issue of workplace accidents, particularly in Indonesia's construction sector, this study examines the effectiveness of Hazard Identification, Risk Assessment, and Risk Control (HIRARC). Focusing on the Palembang City Wastewater Treatment Plant Project, Package A3, the research uses a qualitative case study to analyze the HIRARC process. It investigates the link between identified risk levels and the number of safety personnel assigned to the project. Data were gathered from secondary documents (HIRARC documents and engineering estimates) and primary data from in-depth interviews with key project personnel, including Quantity Surveyors, HSE Engineers, and HSE Inspectors. The findings confirmed the project's classification as "High-Risk" with an initial risk score of 17.78, aligning with Permen. PUPR 10/2021. The HIRARC method proved effective at systematically identifying various hazards (physical, chemical, biological, ergonomic, and psychological) through a multi-risk identification method for workers, equipment, materials, the environment, and the public, and substantially reducing risk after controls were implemented. The study also validates HIRARC as an objective basis for determining the need for safety personnel. However, a discrepancy was noted between the number of allocated personnel and regulatory requirements. This was clarified through interviews, where the company explained its use of multi-skilled personnel with additional training to justify the allocation. The study also aims to improve safety practices in similar projects, and recommends training to enhance skills in risk management.  Keywords : Case study, Palembang City Wastewater Treatment Plant, IBPRP, Construction safety personnel, OHS personnel needs   ABSTRAK Menanggapi isu serius kecelakaan kerja, khususnya di sektor konstruksi Indonesia, studi ini mengkaji efektivitas Identifikasi Bahaya, Penilaian Risiko, Pengendalian Risiko dan Peluang (IBPRP). Dengan fokus pada Proyek Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Kota Palembang, Paket A3, penelitian ini menggunakan studi kasus kualitatif untuk menganalisis proses IBPRP. Penelitian ini menginvestigasi hubungan antara tingkat risiko yang teridentifikasi dan jumlah personel keselamatan yang dialokasikan pada proyek. Data dikumpulkan dari dokumen sekunder (dokumen IBPRP dan estimasi teknik) serta data primer dari wawancara mendalam dengan personel kunci proyek, termasuk Quantity Surveyors, HSE Engineers, dan HSE Inspectors. Temuan penelitian mengonfirmasi klasifikasi proyek sebagai "Risiko Besar" dengan skor risiko awal rata-rata 17,78, sesuai dengan Permen. PUPR 10/2021. Metode IBPRP terbukti efektif dalam mengidentifikasi berbagai bahaya secara sistematis (fisik, kimia, biologi, ergonomis, dan psikologis) melalui pendekatan identifikasi multi-risiko terhadap pekerja, peralatan, material, lingkungan, dan publik, serta secara signifikan mengurangi risiko setelah pengendalian diterapkan. Studi ini juga memvalidasi IBPRP sebagai dasar objektif untuk menentukan kebutuhan personel keselamatan. Namun, ditemukan adanya ketidaksesuaian antara jumlah personel yang dialokasikan dengan persyaratan regulasi. Hal ini diklarifikasi melalui wawancara, di mana perusahaan membenarkan keputusan tersebut dengan menempatkan personel multi-fungsi yang memiliki pelatihan tambahan. Studi ini juga bertujuan untuk meningkatkan praktik keselamatan dalam proyek serupa, dan merekomendasikan pelatihan untuk meningkatkan keterampilan dalam manajemen risiko. Kata Kunci : Studi kasus, Pembangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Kota Palembang, IBPRP, Personel Keselamatan Konstruksi, Kebutuhan personel K3
PENGARUH TIDUR TERHADAP KESEHATAN PEKERJA: PERKEMBANGAN TERKINI DAN IMPLIKASI KESEHATAN KERJA Marsidi Said; Arie Anggara; Imron
Indonesian Global Journal Of Medical Research and Development Vol 2 No 1 (2026)
Publisher : Universitas Indo Global Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36982/igjmrd.v2i1.7386

Abstract

Latar Belakang: Tidur merupakan kebutuhan mendasar yang berdampak pada produktivitas dan kesehatan pekerja secara keseluruhan. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa kuantitas dan kualitas tidur memiliki dampak signifikan terhadap berbagai aspek kesehatan pekerja, termasuk fungsi kognitif, kesehatan kardiovaskular, dan metabolisme. Artikel ini mengintegrasikan temuan terbaru mengenai mekanisme biologi, faktor risiko okupasional, dan intervensi strategi untuk meningkatkan kesehatan tidur pekerja. Kesimpulannya, manajemen tidur yang optimal merupakan komponen kritis dari program kesehatan kerja yang terintegrasi. Metode: Pendekatan observasi sistematis pada basis data akademik utama, termasuk PubMed, Scopus, Web of Science, dan Google Scholar. Pencarian dilakukan dengan menggunakan kombinasi kata kunci berikut: "petugas kesehatan tidur", "pekerja kurang tidur", "pekerja berkualitas tidur", "tidur kerja shift", "durasi tidur pekerja penyakit kardiovaskular", "tidur kelelahan di tempat kerja", dan "pekerja produktivitas tidur". Hasil: Gangguan tidur mempengaruhi 30–37% pekerja, yang sebagian besar disebabkan oleh jam kerja yang panjang, kelelahan akibat pekerjaan (burnout), dan bahaya fisik di tempat kerja. Gangguan ini menyebabkan defisit kognitif yang parah dan secara signifikan meningkatkan risiko kardiovaskular serta metabolik melalui jalur biologis dan psikologis yang kompleks. Penerapan intervensi individu dan organisasi yang terarah, seperti terapi kognitif perilaku untuk insomnia berbasis digital (digital CBT-I) dan adaptasi shift kerja, secara penting memulihkan keselamatan, kesehatan, dan produktivitas pekerja sekaligus menghasilkan keuntungan ekonomi yang substansial. Kesimpulan: Kualitas dan durasi tidur merupakan penentu penting bagi kesehatan, keselamatan, dan produktivitas kerja. Mengingat tingginya prevalensi global gangguan tidur (30–56%) yang mendorong risiko kardiovaskular, metabolik, kesehatan mental, dan keselamatan melalui jalur biologi dan psikologis, intervensi di tempat kerja yang terarah sangat diperlukan untuk mengurangi dampak tersebut