Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Strategi Pengembangan UMKM Muna Pa'a melalui Teknik Pemasaran Berbasis Teknologi Informasi di Kecamatan Pajo Farid Fardiansyah; Dodo Kurniawan; Syafrudin Syafrudin
ProBisnis : Jurnal Manajemen Vol. 17 No. 4 (2026): August: Management Science
Publisher : Lembaga Riset, Publikasi dan Konsultasi JONHARIONO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Muna Pa’a weaving is one of the distinctive traditional handicraft products of Dompu Regency that possesses both economic and cultural value through its unique motifs and manual production process using non-machine looms (ATBM). However, the development of this business still faces several challenges, particularly limited promotion, inadequate utilization of digital technology, human resource constraints, weak branding, and limited market access. This study aims to analyze marketing strategies for increasing consumer attractiveness in the Muna Pa’a business managed by the Karina Group in Ranggo and Tembalae Villages, Pajo District, Dompu Regency. This research employed a descriptive qualitative approach, with data collected through observation, semi-structured interviews, and documentation. The analysis was conducted using the 4P marketing mix (Product, Price, Place, and Promotion) and SWOT analysis through the Internal Factor Analysis Summary (IFAS) and External Factor Analysis Summary (EFAS) matrices. The findings indicate that the marketing strategies implemented include quality and culturally distinctive products, relatively competitive pricing, a strategic gallery location in Ranggo Cultural Village, and promotional activities that are still predominantly based on word-of-mouth communication and direct consumer visits. The place strategy was found to be the most influential factor in attracting consumers, while the product strategy served as the main supporting factor through the authenticity of ATBM weaving, distinctive Wati Waru and Wati Ncuhi motifs, and product diversification. The SWOT analysis indicates that the business has internal strengths and external opportunities that can be developed through an aggressive strategy, particularly by expanding digital marketing, increasing product innovation, strengthening branding and packaging, improving human resource capacity, and establishing partnerships with government institutions, tourism stakeholders, resellers, and other distribution channels. These strategies are expected to expand market reach, enhance competitiveness, and support the sustainability of Muna Pa’a weaving as a cultural heritage of Dompu.
Analisis Strategi Pemasaran pada UMKM di Era Digital: Studi Kasus Pada Platform Shopee Putri Rozita; Ega Saiful Subhan; Syafrudin Syafrudin
Economics and Digital Business Review Vol. 7 No. 1 (2025)
Publisher : Yayasan Vifada Cendikia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) berkontribusi besar terhadap perekonomian Indonesia, namun di era digital menghadapi tantangan dalam memanfaatkan teknologi untuk memperluas pasar. Shopee, sebagai salah satu platform e-commerce terbesar, menawarkan beragam fitur seperti gratis ongkir, voucher, flash sale, iklan berbayar, dan Shopee Live yang dapat dimanfaatkan UMKM untuk meningkatkan daya saing. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi pemasaran UMKM di Shopee, mengidentifikasi kendala yang dihadapi, serta menilai efektivitas strategi tersebut dalam meningkatkan penjualan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik wawancara mendalam dan observasi partisipatif terhadap 25 pelaku UMKM yang telah aktif berjualan di Shopee minimal satu tahun. Data dianalisis menggunakan analisis tematik melalui tahap transkripsi, pengkodean, kategorisasi, dan penarikan tema utama. Validitas penelitian dijaga melalui triangulasi sumber dan member checking untuk memastikan keakuratan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pemasaran UMKM di Shopee umumnya memanfaatkan fitur promosi internal platform, yang terbukti meningkatkan interaksi konsumen dan penjualan. Namun, pelaku UMKM masih menghadapi kendala berupa persaingan ketat, biaya iklan yang tinggi, serta keterbatasan literasi digital. Berdasarkan temuan tersebut, disarankan agar UMKM meningkatkan kompetensi digital marketing, Shopee memberikan dukungan pelatihan dan kebijakan yang lebih ramah bagi UMKM, serta penelitian selanjutnya memperluas kajian pada platform e-commerce lain dengan pendekatan kuantitatif maupun mixed-method.