Grace Christine Malau
Universitas Sari Mutiara Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

EVALUASI PROGRAM DASHAT BERBASIS INPUT–PROSES–OUTPUT–OUTCOME (IPOO) DI KELURAHAN MEDAN SUNGGAL TAHUN 2024 Ester Saripati Harianja; Vero Tiar Mauli Sidabutar; Mestika Lumbantoruan; Grace Christine Malau
Jurnal Kesehatan Masyarakat dan Lingkungan Hidup Vol 10 No 2 (2025): Jurnal Kesehatan Masyarakat dan Lingkungan Hidup
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Dapur Sehat Atasi Stunting (DASHAT) merupakan program unggulan BKKBN yang bertujuan menurunkan angka stunting melalui pemanfaatan pangan lokal yang sehat, lezat, bergizi, dan modern, serta kegiatan pengolahan pangan secara teoritis dan praktis. Tujuan: mengevaluasi pelaksanaan Program DASHAT di Kelurahan Sunggal, Kecamatan Medan Sunggal, tahun 2024. Metode: kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Informan terdiri dari Lurah, Penanggung Jawab Program, Ketua Kampung, Koordinator KB, Kader DASHAT, serta ibu yang memiliki balita stunting. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi. Keabsahan data diperoleh melalui triangulasi sumber dan triangulasi metode. Analisis data dilakukan melalui tahapan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil: penelitian menunjukkan bahwa pada aspek input, sumber daya manusia telah memadai, dukungan dana cukup untuk pengadaan bahan pangan bergizi, dan sarana prasarana mendukung pelaksanaan program. Pada aspek process, kegiatan berjalan baik, ditandai dengan perencanaan yang tersusun dengan jelas, pengorganisasian sesuai tugas dan fungsi, serta pelaksanaan program yang meliputi pemantauan pertumbuhan, penyuluhan gizi, dan pengolahan pangan DASHAT. Evaluasi dan pengawasan juga berjalan optimal melalui pemantauan BKKBN via platform Kampung KB. Pada aspek output, capaian program sesuai target yang ditetapkan. Sementara pada aspek outcome, terjadi penurunan jumlah balita stunting dari 7 menjadi 3 balita. Saran: agar tenaga kesehatan terus memberdayakan kader posyandu melalui penyuluhan dan pendampingan intervensi gizi berbasis masyarakat secara berkelanjutan, serta memperkuat kolaborasi antara kader, tenaga kesehatan, dan pemerintah kelurahan dalam upaya percepatan penurunan stunting
Optimalisasi Pengetahuan, Sikap, dan Tindakan Masyarakat dalam Pencegahan DBD melalui Program Penyuluhan Kesehatan di Kelurahan Ilir Yenni Tarigan; Ester Saripati Harianja; Fitri Ika Natalia Hia; Grace Christine Malau
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Indonesia Vol 1 No 3 (2026): April-Juni
Publisher : Samudra Ilmu Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia yang dipengaruhi oleh rendahnya tingkat pengetahuan, sikap, dan perilaku masyarakat dalam melakukan upaya pencegahan. Berdasarkan hasil identifikasi awal di Desa Ilir, Kecamatan Gunungsitoli, ditemukan bahwa masyarakat masih memiliki tingkat pemahaman yang rendah mengenai DBD, penerapan Gerakan 3M Plus belum optimal, serta partisipasi masyarakat dalam kegiatan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) masih terbatas. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, membentuk sikap positif, dan mengoptimalkan tindakan masyarakat dalam pencegahan DBD melalui program edukasi kesehatan. Metode pelaksanaan meliputi tahap persiapan, pre-test, penyuluhan kesehatan dengan metode ceramah interaktif, diskusi, identifikasi tempat perindukan nyamuk dan praktik Gerakan 3M Plus, pendampingan masyarakat, post-test, serta evaluasi kegiatan. Sebanyak 99 peserta mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan, sikap, dan tindakan peserta setelah mengikuti edukasi kesehatan. Antusiasme masyarakat selama kegiatan juga tergolong tinggi, yang ditunjukkan melalui partisipasi aktif dalam sesi diskusi, praktik, serta komitmen bersama untuk melaksanakan pemberantasan sarang nyamuk secara rutin. Selain meningkatkan kapasitas masyarakat, kegiatan ini menghasilkan terbentuknya kader peduli DBD serta memperkuat kolaborasi antara masyarakat, kader kesehatan, pemerintah kecamatan, dan Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) dalam mendukung pengendalian DBD berbasis masyarakat. Program edukasi kesehatan terbukti menjadi strategi promotif dan preventif yang efektif dalam meningkatkan perilaku pencegahan DBD. Oleh karena itu, kegiatan serupa perlu dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai bagian dari upaya pengendalian DBD berbasis masyarakat.