This Author published in this journals
All Journal JUPIKMAS
Fitri Ika Natalia Hia
Universitas Sari Mutiara Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Optimalisasi Pengetahuan, Sikap, dan Tindakan Masyarakat dalam Pencegahan DBD melalui Program Penyuluhan Kesehatan di Kelurahan Ilir Yenni Tarigan; Ester Saripati Harianja; Fitri Ika Natalia Hia; Grace Christine Malau
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Indonesia Vol 1 No 3 (2026): April-Juni
Publisher : Samudra Ilmu Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia yang dipengaruhi oleh rendahnya tingkat pengetahuan, sikap, dan perilaku masyarakat dalam melakukan upaya pencegahan. Berdasarkan hasil identifikasi awal di Desa Ilir, Kecamatan Gunungsitoli, ditemukan bahwa masyarakat masih memiliki tingkat pemahaman yang rendah mengenai DBD, penerapan Gerakan 3M Plus belum optimal, serta partisipasi masyarakat dalam kegiatan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) masih terbatas. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, membentuk sikap positif, dan mengoptimalkan tindakan masyarakat dalam pencegahan DBD melalui program edukasi kesehatan. Metode pelaksanaan meliputi tahap persiapan, pre-test, penyuluhan kesehatan dengan metode ceramah interaktif, diskusi, identifikasi tempat perindukan nyamuk dan praktik Gerakan 3M Plus, pendampingan masyarakat, post-test, serta evaluasi kegiatan. Sebanyak 99 peserta mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan, sikap, dan tindakan peserta setelah mengikuti edukasi kesehatan. Antusiasme masyarakat selama kegiatan juga tergolong tinggi, yang ditunjukkan melalui partisipasi aktif dalam sesi diskusi, praktik, serta komitmen bersama untuk melaksanakan pemberantasan sarang nyamuk secara rutin. Selain meningkatkan kapasitas masyarakat, kegiatan ini menghasilkan terbentuknya kader peduli DBD serta memperkuat kolaborasi antara masyarakat, kader kesehatan, pemerintah kecamatan, dan Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) dalam mendukung pengendalian DBD berbasis masyarakat. Program edukasi kesehatan terbukti menjadi strategi promotif dan preventif yang efektif dalam meningkatkan perilaku pencegahan DBD. Oleh karena itu, kegiatan serupa perlu dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai bagian dari upaya pengendalian DBD berbasis masyarakat.